alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

DPRD Gelar Reses Masa Sidang Pertama

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro menggelar reses masa sidang I mulai Rabu (19/1) hingga kemarin (21/1). Reses merupakan kegiatan anggota DPRD di luar gedung DPRD. Guna menjumpai konstituen di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Adapun jumlah dapil di Bojonegoro sebanyak lima. 

Dapil satu meliputi Kecamatan Bojonegoro, Dander, Kapas, dan Trucuk. Kemudian dapil dua meliputi Kecamatan Balen, Kanor, Sukosewu, dan Sumberejo. Dapil tiga terdiri atas Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kedungadem, dan Sugihwaras. Kemudian dapil empat terdiri atas Kecamatan Bubulan, Gondang, Temayang, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Ngraho, dan Margomulyo.

Dapil lima terdiri atas Kecamatan Gayam, Kalitidu, Kasiman, Kedewan, Malo, Ngasem, Purwosari, dan Padangan. Selain menemui konstituen, setiap anggota DRPD menjaring dan menampung aspirasi konstituen serta melaksanakan fungsi pengawasan. 

Baca Juga :  Imbau Truk Over Tonase lewat Jombang

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin gelar reses masa sidang I di halaman Masjid Baitul Muqorrobin RT 15 RW 02 Dusun Glagah, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, pada Kamis (20/1). Reses di dapil empat dimulai pukul 13.00 hingga pukul 15.00. Sebanyak 100 peserta dihadirkan guna ditampung aspirasinya. 

“Kami undang 60 persen warga luas Desa Mulyorejo dan 40 persen warga Desa Mulyorejo. Unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, Nahdlatul Ulama (NU), banser, dan Anshor,” bebernya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengungkapkan aspirasi masyarakat banyak disampaikan seputar pertanian. Persoalan distribusi pupuk dan pemberdayaan petani hutan. Menurutnya, persoalan petani hutan mulai direspons anggota DPRD dengan menyusun rancangan peraturan daerah (raperda) pemberdayaan dan perlindungan petani hutan.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Anna Apresiasi Petugas Lebaran dan Kehadiran PNS

 “Raperda perlindungan petani hutan saat ini masih proses pembahasan. Harapannya nanti bisa menjadi payung hukum para petani hutan di Bojonegoro,” katanya.

Juga aspirasi terkait pembangunan taman pendidikan Alquran (TPQ) dan madrasah diniyah (madin). “Ada juga keluhan penyaluran bantuan operasional daerah (bosda) agak telat. Tentunya semua aspirasi tersebut kami tampung dan akan kami tindaklanjuti,” tuturnya.

Sementara itu, pimpinan DPRD Bojonegoro lainnya yaitu Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto dari fraksi Pratai Demokrat gelar reses di dapil satu kemarin. Wakil Ketua DPRD Mitro’atin dari fraksi Partai Golkar gelar reses di dapil empat. Dan Wakil Ketua DPRD Sahudi dari fraksi Partai Gerindra di dapil lima pada Rabu lalu.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro menggelar reses masa sidang I mulai Rabu (19/1) hingga kemarin (21/1). Reses merupakan kegiatan anggota DPRD di luar gedung DPRD. Guna menjumpai konstituen di masing-masing daerah pemilihan (dapil). Adapun jumlah dapil di Bojonegoro sebanyak lima. 

Dapil satu meliputi Kecamatan Bojonegoro, Dander, Kapas, dan Trucuk. Kemudian dapil dua meliputi Kecamatan Balen, Kanor, Sukosewu, dan Sumberejo. Dapil tiga terdiri atas Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Kedungadem, dan Sugihwaras. Kemudian dapil empat terdiri atas Kecamatan Bubulan, Gondang, Temayang, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Ngraho, dan Margomulyo.

Dapil lima terdiri atas Kecamatan Gayam, Kalitidu, Kasiman, Kedewan, Malo, Ngasem, Purwosari, dan Padangan. Selain menemui konstituen, setiap anggota DRPD menjaring dan menampung aspirasi konstituen serta melaksanakan fungsi pengawasan. 

Baca Juga :  Diet Plastik, Yuk Bungkus Daging Kurban Dengan Daun Atau Besek Bambu

Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin gelar reses masa sidang I di halaman Masjid Baitul Muqorrobin RT 15 RW 02 Dusun Glagah, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, pada Kamis (20/1). Reses di dapil empat dimulai pukul 13.00 hingga pukul 15.00. Sebanyak 100 peserta dihadirkan guna ditampung aspirasinya. 

“Kami undang 60 persen warga luas Desa Mulyorejo dan 40 persen warga Desa Mulyorejo. Unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, Nahdlatul Ulama (NU), banser, dan Anshor,” bebernya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengungkapkan aspirasi masyarakat banyak disampaikan seputar pertanian. Persoalan distribusi pupuk dan pemberdayaan petani hutan. Menurutnya, persoalan petani hutan mulai direspons anggota DPRD dengan menyusun rancangan peraturan daerah (raperda) pemberdayaan dan perlindungan petani hutan.

Baca Juga :  Siswa SMA-LB Alami Kesulitan Saat Mengerjakan ANBK

 “Raperda perlindungan petani hutan saat ini masih proses pembahasan. Harapannya nanti bisa menjadi payung hukum para petani hutan di Bojonegoro,” katanya.

Juga aspirasi terkait pembangunan taman pendidikan Alquran (TPQ) dan madrasah diniyah (madin). “Ada juga keluhan penyaluran bantuan operasional daerah (bosda) agak telat. Tentunya semua aspirasi tersebut kami tampung dan akan kami tindaklanjuti,” tuturnya.

Sementara itu, pimpinan DPRD Bojonegoro lainnya yaitu Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto dari fraksi Pratai Demokrat gelar reses di dapil satu kemarin. Wakil Ketua DPRD Mitro’atin dari fraksi Partai Golkar gelar reses di dapil empat. Dan Wakil Ketua DPRD Sahudi dari fraksi Partai Gerindra di dapil lima pada Rabu lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Lima Out, Pinang Tujuh Pemain Anyar

BPJS Kesehatan Buka Layanan di CFD

70 Siswa Belajar Energi Migas 

Artikel Terbaru


/