alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Temukan Air Bengawan Mengandung Minyak di Padangan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Padangan terdeteksi mengandung minyak. Temuan diperoleh dari alat pendeteksi pencemaran air, belum diketahui sumbernya. Namun, kondisi tersebut belum dikategorikan berbahaya karena bukan limbah B3.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pencemaran Air Tanah dan Udara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Tuti Prangmiatun menjelaskan, air bengawan di sekitar Padangan lebih banyak mengandung minyak dibanding logam dan B3. Hal itu diketahui dari pantauan alat pengukur kualitas air yang dipasang.
“Kami lakukan monitoring air secara online, alat pendeteksi punya satu yang ditaruh di Padangan,” tuturnya kemarin (20/12).
Pihaknya belum bisa mendeteksi sumbernya. Namun, Tuti memastikan kondisi tersebut belum dikategorikan berbahaya jika dibanding saat ada kandungan logam dan limbah B3. Termasuk perusahaan daerah air mineral (PDAM) yang mengambil di wilayah tersebut masih dikategorikan layak konsumsi. “Karena air bengawan dinamis, jadi limbah yang di atas seperti dibawa sampai ke hilir,” terangnya.
Tuti menerangkan, agar pendeteksian pencemaran air bisa maksimal, idealnya harus ada tiga alat pendeteksi dipasang, yakni di wilayah hulu, tengah, dan hilir sungai. Sehingga data bisa mencakup keseluruhan wilayah. “Hanya bisa mengukur air sungai di sekitar wilayah Padangan,” katanya.
Sementara itu, Kades Padangan Kristianawati mengatakan, warga desa sudah tidak beraktivitas di sungai semenjak air bengawan tercemar. Sehingga, jika terdapat kandungan minyak pada air sungai di wilayahnya, warga tidak mengetahui. “Tapi memang kondisi bengawan saat ini sudah berubah, tercemar limbah dan banyak sampah. Pinggir bengawan juga berubah semakin curam,” ujarnya.
Kristianawati berharap air sungai tidak lagi tercemar. Langkah perlu diambil dengan memberikan sanksi kepada pembuang limbah dan sampah di bengawan. Selain itu, pembinaan tingkat bawah untuk membangun kesadaran bersama menjaga sungai. “Air bengawan masih dikonsumsi warga untuk air baku dan pamsimas,” terangnya. (luk)

Baca Juga :  Pemdes Temayang, Bojonegoro Butuh Kolaborasi dengan Perhutani

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Padangan terdeteksi mengandung minyak. Temuan diperoleh dari alat pendeteksi pencemaran air, belum diketahui sumbernya. Namun, kondisi tersebut belum dikategorikan berbahaya karena bukan limbah B3.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pencemaran Air Tanah dan Udara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Tuti Prangmiatun menjelaskan, air bengawan di sekitar Padangan lebih banyak mengandung minyak dibanding logam dan B3. Hal itu diketahui dari pantauan alat pengukur kualitas air yang dipasang.
“Kami lakukan monitoring air secara online, alat pendeteksi punya satu yang ditaruh di Padangan,” tuturnya kemarin (20/12).
Pihaknya belum bisa mendeteksi sumbernya. Namun, Tuti memastikan kondisi tersebut belum dikategorikan berbahaya jika dibanding saat ada kandungan logam dan limbah B3. Termasuk perusahaan daerah air mineral (PDAM) yang mengambil di wilayah tersebut masih dikategorikan layak konsumsi. “Karena air bengawan dinamis, jadi limbah yang di atas seperti dibawa sampai ke hilir,” terangnya.
Tuti menerangkan, agar pendeteksian pencemaran air bisa maksimal, idealnya harus ada tiga alat pendeteksi dipasang, yakni di wilayah hulu, tengah, dan hilir sungai. Sehingga data bisa mencakup keseluruhan wilayah. “Hanya bisa mengukur air sungai di sekitar wilayah Padangan,” katanya.
Sementara itu, Kades Padangan Kristianawati mengatakan, warga desa sudah tidak beraktivitas di sungai semenjak air bengawan tercemar. Sehingga, jika terdapat kandungan minyak pada air sungai di wilayahnya, warga tidak mengetahui. “Tapi memang kondisi bengawan saat ini sudah berubah, tercemar limbah dan banyak sampah. Pinggir bengawan juga berubah semakin curam,” ujarnya.
Kristianawati berharap air sungai tidak lagi tercemar. Langkah perlu diambil dengan memberikan sanksi kepada pembuang limbah dan sampah di bengawan. Selain itu, pembinaan tingkat bawah untuk membangun kesadaran bersama menjaga sungai. “Air bengawan masih dikonsumsi warga untuk air baku dan pamsimas,” terangnya. (luk)

Baca Juga :  Kader Perempuan Bangsa Komitmen Meraih Kemenangan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/