alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

100.485 Siswa SD Terdata Vaksin

TUBAN, Radar Tuban – Pemerintah sudah membuka kran vaksinasi untuk anak-anak usia 6 – 11 tahun. Di Tuban, vak sinasi untuk rentang usia siswa SD (sekolah dasar) itu sudah dimulai. Semua anak-anak tersebut diimbau mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok di lingkup pendidikan dasar dan untuk menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) normal. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid mengatakan, total siswa SD sederajat di Tuban ada 100.485 anak. Rinciannya, siswa SD 69.023 dan MI (madrasah ibtidaiyah) 31.462 anak. Mereka sudah mengikuti vaksin secara bertahap dimulai dari lembaga pendidikan di sekitar kota dan akan diikuti oleh SD di kecamatan lain. ‘’Harapannya semua siswa SD yang terdata bisa tervaksin secara keseluruhan,’’ harapnya. 

Mantan sekretaris Disdik Tuban ini mengatakan vaksinasi menyeluruh di lingkungan pen didikan sangat diperlukan. Setelah guru dan tenaga kependidikan, sekarang saatnya orang tua ikut menyukseskan vaksinasi dengan mendorong para buah hatinya yang masih duduk di bangku SD untuk vaksin. ‘’Jika sudah tervaksin semua, bisa jadi pendorong PTM terbatas menjadi PTM normal seperti sedia kala,’’ ungkap dia. Seperti diketahui, SKB empat menteri sebelumnya mewajibkan semua guru dan tenaga kependidikan mengikuti vaksin sebelum PTM terbatas dimulai. Bukan tidak mungkin suatu saat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan mewajibkan vaksinasi siswa menjadi syarat PTM normal. Tujuannya untuk mengu rangi atau bahkan menghilangkan risiko penularan di lingkup sekolah. ‘’Jika aturan memungkinkan, bisa kembali PTM normal,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Permintaan Oksigen di Rumah Sakit Terus Melonjak

Mantan kepala SMPN 2 Soko ini mengatakan dunia internasional dan pemerintah Indonesia sudah memastikan vaksinasi aman untuk anak-anak. Sehingga tidak ada yang perlu diragukan dan dikhawatirkan. Apalagi sudah banyak siswa usia SMP yang divaksin sebelumnya. ‘’Tidak ada alasan untuk takut vaksin karena sudah banyak yang ikut untuk menciptakan kekebalan kelompok,’’ imbau dia. 

Tersisa Satu Pasien Isoter

Sementara itu, Menjelang libur natal dan tahun baru (nataru), perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tuban masih konsisten melandai. Bahkan, beberapa hari terakhir ini sempat nihil kasus alias tidak ada pasien baru. Pun dengan pasien yang dirawat di rumah sakit, baik di Tuban maupun luar. Berdasar data kasus Covid-19 yang di-update, kemarin (20/12) pasien aktif di Kabupaten Tuban tinggal tersisa satu orang menjadi isolasi terpadu (isoter). ‘’Alham dulillah, seluruh pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, baik di Tuban maupun luar sudah sembuh semua. Ini kabar yang sangat melegakan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo. 

Baca Juga :  Ali dan Sally Lolos Verifikasi Calon Ketua Askab PSSI Bojonegoro

Melegakannya lagi, satu pasien yang menjalani isoter tersebut tanpa gejala. Dan itupun hanya berdasar hasil swab antigen. ‘’Kondisinya sehat,’’ tandasnya. Disinggung soal kekhawatiran masuknya Covid-19 varian baru—omnicron, Bambang me negaskan, upaya preventif terus dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru dari virus SARS-CoV-2. ‘’Sampai saat ini dan semoga tidak ada varian baru (omnicron) yang masuk ke Tuban,’’ tutur mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo itu. Sisa satu pasien yang menjalani isoter ini sekaligus mencatat rekor paling menggembirakan dalam beberapa bulan terakhir. ‘’Semoga tidak ada pasien terkonfirmasi baru lagi, dan pasien yang isoter ini segera negatif,’’ katanya yang menjadi harapan bersama. Alumnus Fakultas Kedoteran Universitas Brawijaya Malang ini meyakini, melandainya kasus Covid-19 ini seiring de ngan cakupan vaksinasi yang terus bertambah. Sehingga mulai membentuk herd immu nity atau kekebalan kelompok. ‘’Sekarang sudah mencapai target cakupan vaksinasi level satu kategori PPKM. Semoga ke depan kekebalan kelompok semakin terbentuk,’’ harapnya. 

Sekadar diketahui, sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 secara kumulatif mencapai 7.566 orang. Dari angka itu, sebanyak 6.635 orang sudah sembuh. Sedangkan yang meninggal sebanyak 930 orang. Sisa satu pasien masih menjalani isoter. 

TUBAN, Radar Tuban – Pemerintah sudah membuka kran vaksinasi untuk anak-anak usia 6 – 11 tahun. Di Tuban, vak sinasi untuk rentang usia siswa SD (sekolah dasar) itu sudah dimulai. Semua anak-anak tersebut diimbau mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk menciptakan kekebalan kelompok di lingkup pendidikan dasar dan untuk menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) normal. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid mengatakan, total siswa SD sederajat di Tuban ada 100.485 anak. Rinciannya, siswa SD 69.023 dan MI (madrasah ibtidaiyah) 31.462 anak. Mereka sudah mengikuti vaksin secara bertahap dimulai dari lembaga pendidikan di sekitar kota dan akan diikuti oleh SD di kecamatan lain. ‘’Harapannya semua siswa SD yang terdata bisa tervaksin secara keseluruhan,’’ harapnya. 

Mantan sekretaris Disdik Tuban ini mengatakan vaksinasi menyeluruh di lingkungan pen didikan sangat diperlukan. Setelah guru dan tenaga kependidikan, sekarang saatnya orang tua ikut menyukseskan vaksinasi dengan mendorong para buah hatinya yang masih duduk di bangku SD untuk vaksin. ‘’Jika sudah tervaksin semua, bisa jadi pendorong PTM terbatas menjadi PTM normal seperti sedia kala,’’ ungkap dia. Seperti diketahui, SKB empat menteri sebelumnya mewajibkan semua guru dan tenaga kependidikan mengikuti vaksin sebelum PTM terbatas dimulai. Bukan tidak mungkin suatu saat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan mewajibkan vaksinasi siswa menjadi syarat PTM normal. Tujuannya untuk mengu rangi atau bahkan menghilangkan risiko penularan di lingkup sekolah. ‘’Jika aturan memungkinkan, bisa kembali PTM normal,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Limbah Covid Capai 369 Ton, Dua Kali Lipat Limbah B3 Tahun Lalu

Mantan kepala SMPN 2 Soko ini mengatakan dunia internasional dan pemerintah Indonesia sudah memastikan vaksinasi aman untuk anak-anak. Sehingga tidak ada yang perlu diragukan dan dikhawatirkan. Apalagi sudah banyak siswa usia SMP yang divaksin sebelumnya. ‘’Tidak ada alasan untuk takut vaksin karena sudah banyak yang ikut untuk menciptakan kekebalan kelompok,’’ imbau dia. 

Tersisa Satu Pasien Isoter

Sementara itu, Menjelang libur natal dan tahun baru (nataru), perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tuban masih konsisten melandai. Bahkan, beberapa hari terakhir ini sempat nihil kasus alias tidak ada pasien baru. Pun dengan pasien yang dirawat di rumah sakit, baik di Tuban maupun luar. Berdasar data kasus Covid-19 yang di-update, kemarin (20/12) pasien aktif di Kabupaten Tuban tinggal tersisa satu orang menjadi isolasi terpadu (isoter). ‘’Alham dulillah, seluruh pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, baik di Tuban maupun luar sudah sembuh semua. Ini kabar yang sangat melegakan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo. 

Baca Juga :  Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Sumbang PAD Hingga Rp 20,9 Juta

Melegakannya lagi, satu pasien yang menjalani isoter tersebut tanpa gejala. Dan itupun hanya berdasar hasil swab antigen. ‘’Kondisinya sehat,’’ tandasnya. Disinggung soal kekhawatiran masuknya Covid-19 varian baru—omnicron, Bambang me negaskan, upaya preventif terus dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru dari virus SARS-CoV-2. ‘’Sampai saat ini dan semoga tidak ada varian baru (omnicron) yang masuk ke Tuban,’’ tutur mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo itu. Sisa satu pasien yang menjalani isoter ini sekaligus mencatat rekor paling menggembirakan dalam beberapa bulan terakhir. ‘’Semoga tidak ada pasien terkonfirmasi baru lagi, dan pasien yang isoter ini segera negatif,’’ katanya yang menjadi harapan bersama. Alumnus Fakultas Kedoteran Universitas Brawijaya Malang ini meyakini, melandainya kasus Covid-19 ini seiring de ngan cakupan vaksinasi yang terus bertambah. Sehingga mulai membentuk herd immu nity atau kekebalan kelompok. ‘’Sekarang sudah mencapai target cakupan vaksinasi level satu kategori PPKM. Semoga ke depan kekebalan kelompok semakin terbentuk,’’ harapnya. 

Sekadar diketahui, sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 secara kumulatif mencapai 7.566 orang. Dari angka itu, sebanyak 6.635 orang sudah sembuh. Sedangkan yang meninggal sebanyak 930 orang. Sisa satu pasien masih menjalani isoter. 

Artikel Terkait

Most Read

Empat Calon Sekda Tarung Gagasan

Pemain Persikaba Ikut Tarkam

Sidang Tuntutan Rozi Ditunda

Artikel Terbaru


/