alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Kebersamaan PKB-NU Semakin Kukuh dan Utuh 

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban­ -Kekuatan kaum nahdliyin dan PKB Tuban kian solid. Itu dibuktikan dengan menyatunya pengurus PCNU Tuban, MWC NU, ranting NU, Muslimat NU, Fatayat NU, PC GP Ansor, IPNU-IPPNU dengan pengurus DPC PKB, PAC PKB, dan ranting PKB se-Kabupaten Tuban dan banomnya pada Halaqoh Kebangsaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim di Graha Sandiya Tuban kemarin (20/12).  Penyelenggaranya DPC PKB Tuban.

Bukti lain, hasil pemilu legislatif 2019, kekuatan PKB-NU juga besar dan solid. PKB menjadi pemenang pemilu di Tuban dan meraih 16 kursi di DPRD setempat. Begitu juga kursi DPRD Provinsi Jatim dan DPR RI. 

Bupati Tuban H. Fathul Huda hadir dan memberikan santunan anak yatim. Hadir juga Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur; Ketua DPC PKB Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M. Si; Sekretaris DPC PKB Tuban H. M. Miyadi, S. Ag, MM; Fredy Ardliyan Syah,  putra sulung bupati Fathul Huda; H. Nasruddin Ali, pengurus PWNU Jatim sekaligus ketua Umum Persatu Tuban; Ratna Juwita Sari, anggota DPR RI beserta suaminya Mirza Ali Manshur yang juga ketua umum KONI Tuban, para kiai, forkopimda, serta tamu undangan lainnya. 

Begitu istimewanya acara tersebut, Ketua PBNU Dr. KH Marsudi Syuhud hadir sekaligus memberikan tausiyah Halaqoh Kebangsaan. 

Ketua DPC PKB Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M. Si, mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir hingga gedung melebihi kapasitas. ‘’Ini menunjukkan kebersamaan yang kuat dan utuh antara PKB dan NU Tuban,’’ tegas dia. 

- Advertisement -

Terkait dengan Pilkada 2020, kata Noor Nahar, sekarang ini banyak muncul kandidat bacabup. Termasuk Fredy Ardliyan Syah, putra sulung bupati Fathul Huda. Menurut Noor Nahar, berdasarkan pengalaman 2011, PKB dengan tujuh kursi bisa memenangkan Pilkada. Karena itu, saat ini dengan 16 kursi harus yakin bisa meraih kemenangan lagi. ‘’Selama PKB dan NU tetap kukuh bersatu dan satu suara, Insya Allah saya dan Pak Bupati (Fathul Huda), dan KH Mustain Syukur (ketua PCNU Tuban) tetap satu dan menunggu perintah. Menunggu arahan dari masyayikh kita, kiai-kiai kita. PKB dan NU tidak akan mencalonkan 2 orang atau 3 orang. Tapi, tetap satu  dan itu harus jadi (menang),’’ tegasnya. 

Baca Juga :  Siapkan Tim Urai Kemacetan di Bojonegoro

Terkait strategi politik dan lainnya, nanti lebih detail. Yang pasti, PKB dan NU tidak perlu ragu-ragu. Siapa pun yang dicalonkan oleh   bupati Fathul Huda, KH Mustain Syukur, dirinya dan semua yang hadir di sini, diharapkan tetap nurut perintah kiai, dzuriyah, dan dewan syura. ‘’Insya Allah nanti kita mencalonkan satu pasangan yang direstui oleh semuanya. Saya jamin, saya sebagai ketua DPC PKB tidak akan mencalonkan mlencang-mlenceng, saya jamin,’’ tegas dia.  

Sebab, dirinya yang kembali sebagai ketua DPC PKB Tuban tetap memegang teguh amanah untuk memenangkan Pilkada 2020 dengan calon bupati dan wakil bupati yang didukung oleh seluruh jajaran PKB dan NU. 

Selama ini, dirinya bersama bupati Fathul Huda telah mengemban amanah dan berjalan delapan tahun lebih. Seluruh program telah berjalan untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga perhatian terhadap taman pendidikan Alquran (TPQ). ”Karena itu, periode selanjutnya diharapkan dipimpin oleh kader terbaik PKB dan NU untuk melanjutkan perjuangan dan pekerjaan yang kami rintis bersama Kiai Fathul Huda. PKB dengan 16 kursi, tetap membuka ruang besar menerima seluruh koalisi dari seluruh parpol di Tuban,” tegas dia. 

Baca Juga :  12 Hari, 22 Gram Sabu-Sabu Diamankan

Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur menyampaikan  ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan DPC PKB Tuban. Kekompakan dan semangat yang tulus ikhlas tersebut demi kebesaran NU sekaligus demi masyarakat Tuban dalam merajut kebersaamaan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Disampaikan dia, NU merasa kurang patut mencalonkan diri dalam event semacam pilkada. Tapi, bagi kader kalau nanti mendapatkan tugas untuk mewakili NU, untuk mewakili PKB dalam pilkada tidak bisa menolak. Itu harus dijalani sebagai rasa tanggang jawabnya sebagai kader NU sekaligus kadernya PKB.  

Mustain lebih lanjut mengatakan, halaqoh sangat tepat dalam merajut kebersamaan untuk meraih masa depan. Hal itu tak lepas dari peran kader PKB  untuk Pilkada 2020. ‘’Begitu juga tak lepas dari peran Pak Miyadi, sekretaris DPC PKB Tuban dan Pak Nashruddin Ali,’’ tegasnya. 

Bupati Fathul Huda menegaskan,  sampai saat ini NU belum menunjuk siapa calon dalam Pilkada 2020. Karena NU tidak pernah minta jabatan. Namun, apabila diberi jabatan tidak boleh ditolak. 

NU di Tuban, lanjut dia, tidak ada gerbong kanan dan gerbong kiri. Namun, berada di tengah-tengahnya. Semuanya satu lokomitif, sehingga mudah untuk dikomando. ‘’NU dan PKB sudah terajut. Kalau diumpamakan seperti badan, ruhnya adalah NU dan fisiknya adalah PKB. Sehingga aromannya, aromanya NU karena ruhnya NU,’’ tegasnya. 

Kalau NU menjadi ruh dan partai politik fisiknya, tentu kalau membangun politik keumatan selalu mengedepankan kebijaksanaan. Selain itu juga rahmatan lil alamin dalam hal ekonomi. Semuanya harus memperoleh  pemerataan pembangunan. Mulai bantuan sosial dan lainnya yang terus berjalan. ‘’Tentu kita harus selalu menjaga kerukunan antarumat beragama,’’ tegasnya.

TUBAN, Radar Tuban­ -Kekuatan kaum nahdliyin dan PKB Tuban kian solid. Itu dibuktikan dengan menyatunya pengurus PCNU Tuban, MWC NU, ranting NU, Muslimat NU, Fatayat NU, PC GP Ansor, IPNU-IPPNU dengan pengurus DPC PKB, PAC PKB, dan ranting PKB se-Kabupaten Tuban dan banomnya pada Halaqoh Kebangsaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim di Graha Sandiya Tuban kemarin (20/12).  Penyelenggaranya DPC PKB Tuban.

Bukti lain, hasil pemilu legislatif 2019, kekuatan PKB-NU juga besar dan solid. PKB menjadi pemenang pemilu di Tuban dan meraih 16 kursi di DPRD setempat. Begitu juga kursi DPRD Provinsi Jatim dan DPR RI. 

Bupati Tuban H. Fathul Huda hadir dan memberikan santunan anak yatim. Hadir juga Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur; Ketua DPC PKB Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M. Si; Sekretaris DPC PKB Tuban H. M. Miyadi, S. Ag, MM; Fredy Ardliyan Syah,  putra sulung bupati Fathul Huda; H. Nasruddin Ali, pengurus PWNU Jatim sekaligus ketua Umum Persatu Tuban; Ratna Juwita Sari, anggota DPR RI beserta suaminya Mirza Ali Manshur yang juga ketua umum KONI Tuban, para kiai, forkopimda, serta tamu undangan lainnya. 

Begitu istimewanya acara tersebut, Ketua PBNU Dr. KH Marsudi Syuhud hadir sekaligus memberikan tausiyah Halaqoh Kebangsaan. 

Ketua DPC PKB Tuban Ir. H. Noor Nahar Hussein, M. Si, mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir hingga gedung melebihi kapasitas. ‘’Ini menunjukkan kebersamaan yang kuat dan utuh antara PKB dan NU Tuban,’’ tegas dia. 

- Advertisement -

Terkait dengan Pilkada 2020, kata Noor Nahar, sekarang ini banyak muncul kandidat bacabup. Termasuk Fredy Ardliyan Syah, putra sulung bupati Fathul Huda. Menurut Noor Nahar, berdasarkan pengalaman 2011, PKB dengan tujuh kursi bisa memenangkan Pilkada. Karena itu, saat ini dengan 16 kursi harus yakin bisa meraih kemenangan lagi. ‘’Selama PKB dan NU tetap kukuh bersatu dan satu suara, Insya Allah saya dan Pak Bupati (Fathul Huda), dan KH Mustain Syukur (ketua PCNU Tuban) tetap satu dan menunggu perintah. Menunggu arahan dari masyayikh kita, kiai-kiai kita. PKB dan NU tidak akan mencalonkan 2 orang atau 3 orang. Tapi, tetap satu  dan itu harus jadi (menang),’’ tegasnya. 

Baca Juga :  Pasang PJU 60 Titik di Bojonegoro, Termasuk Gang Lingkungan

Terkait strategi politik dan lainnya, nanti lebih detail. Yang pasti, PKB dan NU tidak perlu ragu-ragu. Siapa pun yang dicalonkan oleh   bupati Fathul Huda, KH Mustain Syukur, dirinya dan semua yang hadir di sini, diharapkan tetap nurut perintah kiai, dzuriyah, dan dewan syura. ‘’Insya Allah nanti kita mencalonkan satu pasangan yang direstui oleh semuanya. Saya jamin, saya sebagai ketua DPC PKB tidak akan mencalonkan mlencang-mlenceng, saya jamin,’’ tegas dia.  

Sebab, dirinya yang kembali sebagai ketua DPC PKB Tuban tetap memegang teguh amanah untuk memenangkan Pilkada 2020 dengan calon bupati dan wakil bupati yang didukung oleh seluruh jajaran PKB dan NU. 

Selama ini, dirinya bersama bupati Fathul Huda telah mengemban amanah dan berjalan delapan tahun lebih. Seluruh program telah berjalan untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga perhatian terhadap taman pendidikan Alquran (TPQ). ”Karena itu, periode selanjutnya diharapkan dipimpin oleh kader terbaik PKB dan NU untuk melanjutkan perjuangan dan pekerjaan yang kami rintis bersama Kiai Fathul Huda. PKB dengan 16 kursi, tetap membuka ruang besar menerima seluruh koalisi dari seluruh parpol di Tuban,” tegas dia. 

Baca Juga :  Beberapa SD Nebeng ANBK ke Sekolah Lain

Ketua PCNU Tuban KH Mustain Syukur menyampaikan  ucapan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran seluruh undangan DPC PKB Tuban. Kekompakan dan semangat yang tulus ikhlas tersebut demi kebesaran NU sekaligus demi masyarakat Tuban dalam merajut kebersaamaan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Disampaikan dia, NU merasa kurang patut mencalonkan diri dalam event semacam pilkada. Tapi, bagi kader kalau nanti mendapatkan tugas untuk mewakili NU, untuk mewakili PKB dalam pilkada tidak bisa menolak. Itu harus dijalani sebagai rasa tanggang jawabnya sebagai kader NU sekaligus kadernya PKB.  

Mustain lebih lanjut mengatakan, halaqoh sangat tepat dalam merajut kebersamaan untuk meraih masa depan. Hal itu tak lepas dari peran kader PKB  untuk Pilkada 2020. ‘’Begitu juga tak lepas dari peran Pak Miyadi, sekretaris DPC PKB Tuban dan Pak Nashruddin Ali,’’ tegasnya. 

Bupati Fathul Huda menegaskan,  sampai saat ini NU belum menunjuk siapa calon dalam Pilkada 2020. Karena NU tidak pernah minta jabatan. Namun, apabila diberi jabatan tidak boleh ditolak. 

NU di Tuban, lanjut dia, tidak ada gerbong kanan dan gerbong kiri. Namun, berada di tengah-tengahnya. Semuanya satu lokomitif, sehingga mudah untuk dikomando. ‘’NU dan PKB sudah terajut. Kalau diumpamakan seperti badan, ruhnya adalah NU dan fisiknya adalah PKB. Sehingga aromannya, aromanya NU karena ruhnya NU,’’ tegasnya. 

Kalau NU menjadi ruh dan partai politik fisiknya, tentu kalau membangun politik keumatan selalu mengedepankan kebijaksanaan. Selain itu juga rahmatan lil alamin dalam hal ekonomi. Semuanya harus memperoleh  pemerataan pembangunan. Mulai bantuan sosial dan lainnya yang terus berjalan. ‘’Tentu kita harus selalu menjaga kerukunan antarumat beragama,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/