alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pasien Positif Membeludak, CFD Tuban Kembali Ditutup Sementara

Radar Tuban – Beroperasinya car free day (CFD) selama masa pandemi Covid-19 sempat diuji coba pada 8 dan 15 November. Karena kondisi belum memungkinkan, mulai pekan ini CFD kembali ditutup sementara tanpa batas waktu yang ditentukan.

Salah satu landasan penutupan tersebut terkait ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Covid-19 yang diteken Rabu (18/11).

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ahmad Eko Suwandi, ketua paguyuban pedagang CFD Tuban menyatakan menerima kebijakan penutupan sementara CFD yang mengacu ketentuan perundang-undangan. ‘’Ya, apabila ditutup kembali ya kita harus lapang dada. Yang penting tidak seterusnya ditutup. Karena itu mengangkat dan membantu ekonomi masyarakat,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Khawatir Wisata Waduk Bendo Terdampak Proyek Tol

Dikatakan Eko, selama uji coba beroperasi, 319 anggota CFD taat prokes. Karena itu, kalau pada akhirnya CFD ditutup, dia berharap tidak hanya CFD saja yang tidak beroperasi sementara, namun pedagang di tempat lain juga diberlakukan kebijakan yang sama. Seperti di tempat wisata dan lainnya.

‘’Jangan yang di sini ditutup, di sana dibuka lebar. Semuanya harus taat, monggo yang penting adil, biar tidak ada kecemburuan,’’ tegas dia. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya membenarkan penutupan tersebut tanpa menyampaikan alasannya.

‘’Tutup sementara,’’ jawab dia singkat. Dikatakan dia, penutupan sementara tersebut tercantum dalam surat Sekda Tuban bernomor 518/6092/ 414.108/ 2020 tertanggal 19 November 2020 yang mengacu instruksi Mendagri.

Baca Juga :  Bakal Diisi Pj Bupati selama 17 Bulan

Radar Tuban – Beroperasinya car free day (CFD) selama masa pandemi Covid-19 sempat diuji coba pada 8 dan 15 November. Karena kondisi belum memungkinkan, mulai pekan ini CFD kembali ditutup sementara tanpa batas waktu yang ditentukan.

Salah satu landasan penutupan tersebut terkait ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Covid-19 yang diteken Rabu (18/11).

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ahmad Eko Suwandi, ketua paguyuban pedagang CFD Tuban menyatakan menerima kebijakan penutupan sementara CFD yang mengacu ketentuan perundang-undangan. ‘’Ya, apabila ditutup kembali ya kita harus lapang dada. Yang penting tidak seterusnya ditutup. Karena itu mengangkat dan membantu ekonomi masyarakat,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Masih Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Penuh

Dikatakan Eko, selama uji coba beroperasi, 319 anggota CFD taat prokes. Karena itu, kalau pada akhirnya CFD ditutup, dia berharap tidak hanya CFD saja yang tidak beroperasi sementara, namun pedagang di tempat lain juga diberlakukan kebijakan yang sama. Seperti di tempat wisata dan lainnya.

‘’Jangan yang di sini ditutup, di sana dibuka lebar. Semuanya harus taat, monggo yang penting adil, biar tidak ada kecemburuan,’’ tegas dia. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya membenarkan penutupan tersebut tanpa menyampaikan alasannya.

‘’Tutup sementara,’’ jawab dia singkat. Dikatakan dia, penutupan sementara tersebut tercantum dalam surat Sekda Tuban bernomor 518/6092/ 414.108/ 2020 tertanggal 19 November 2020 yang mengacu instruksi Mendagri.

Baca Juga :  Bakal Diisi Pj Bupati selama 17 Bulan

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Buka Lamongan Property Expo 2017

Penikmat Buku Novel dan Traveler

Guru Cabul Diberhentikan Mengajar

Artikel Terbaru


/