alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Sisa 2.838 Naker, Agustus Kembali Berkurang

Cegah Lonjakan Pengangguran Pekerja JTB

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengerjaan fasilitas proyek migas Jambaran Tiung Biru (JTB) segera berakhir. Selama 2022 ada 1.370 tenaga kerja sudah berhenti. Jumlah itu akan terus bertambah hingga Agustus mendatang. DPRD meminta pemkab mengantisipasi lonjakan jumlah pengangguran.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Slamet mengatakan, hingga kini jumlah naker di proyek JTB masih tercatat 2.838 orang.

 

Jumlah itu akan terus berkurang seiring berakhirnya proyek itu. “Sampai Agustus nanti akan banyak yang berhenti, ” ujarnya.

 

Januari lalu ada 4.208 tenaga kerja. Dari jumlah itu hanya tersisa 2.838 pekerja. Sehingga ada 1.370 naker yang berhenti. “Mereka berasal dari Bojonegoro dan luar Bojonegoro, ” ujarnya.

Baca Juga :  Remaja 17 Tahun Tewas Tenggelam

 

Data dihimpun dinperinaker, sebanyak 1.963 naker merupakan warga lokal. Pemkab memiliki tugas memberdayakannya. Sehingga, pasca tidak lagi bekerja di proyek JTB masih bisa memiliki penghasilan.

 

Slamet memastikan, pihaknya memiliki program pelatihan wirausaha. Mulai keterampilan memasak, potong rambut, hingga elektronik. Bekal-bekal itu diberikan pada mantan naker proyek migas.

 

Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar meminta OPD terkait agar melakukan langkah konkret mengantisipasi lonjakan pengangguran. Berakhirnya proyek migas sangat berimbas kebutuhan lowongan pekerjaan.

 

“OPD terkait harus melakukan langkah. Seperti memberikan lowongan pekerjaan atau memberikan pelatihan usaha,” ujarnya.

 

Warga lokal selama ini bekerja di sektor migas tentu akan kesulitan mendapatkan pekerjaan lain. Karena itu diperlukan tindakan dari pemerintah agar bisa terus bekerja. (zim/rij)

Baca Juga :  Media Cetak Harus Mampu Mengasah Daya Kritis

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengerjaan fasilitas proyek migas Jambaran Tiung Biru (JTB) segera berakhir. Selama 2022 ada 1.370 tenaga kerja sudah berhenti. Jumlah itu akan terus bertambah hingga Agustus mendatang. DPRD meminta pemkab mengantisipasi lonjakan jumlah pengangguran.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Slamet mengatakan, hingga kini jumlah naker di proyek JTB masih tercatat 2.838 orang.

 

Jumlah itu akan terus berkurang seiring berakhirnya proyek itu. “Sampai Agustus nanti akan banyak yang berhenti, ” ujarnya.

 

Januari lalu ada 4.208 tenaga kerja. Dari jumlah itu hanya tersisa 2.838 pekerja. Sehingga ada 1.370 naker yang berhenti. “Mereka berasal dari Bojonegoro dan luar Bojonegoro, ” ujarnya.

Baca Juga :  Manajemen Akan Evaluasi Kegagalan Persibo

 

Data dihimpun dinperinaker, sebanyak 1.963 naker merupakan warga lokal. Pemkab memiliki tugas memberdayakannya. Sehingga, pasca tidak lagi bekerja di proyek JTB masih bisa memiliki penghasilan.

 

Slamet memastikan, pihaknya memiliki program pelatihan wirausaha. Mulai keterampilan memasak, potong rambut, hingga elektronik. Bekal-bekal itu diberikan pada mantan naker proyek migas.

 

Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar meminta OPD terkait agar melakukan langkah konkret mengantisipasi lonjakan pengangguran. Berakhirnya proyek migas sangat berimbas kebutuhan lowongan pekerjaan.

 

“OPD terkait harus melakukan langkah. Seperti memberikan lowongan pekerjaan atau memberikan pelatihan usaha,” ujarnya.

 

Warga lokal selama ini bekerja di sektor migas tentu akan kesulitan mendapatkan pekerjaan lain. Karena itu diperlukan tindakan dari pemerintah agar bisa terus bekerja. (zim/rij)

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Lokal di Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/