alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Besok Mulai Manasik, Ada 12 CJH Tak Lunasi BPIH

CJH Bojonegoro Diberi Uang Saku 1.500 Real

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 730 calon jemaah haji (CJH) asal Bojonegoro berangkat ke Tanah Suci pada 4 dan 5 Juni mendatang. Masing-masing CJH akan diberi uang saku atau biaya hidup sebanyak 1.500 real atau setara Rp 5,8 juta.

 

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro saat ini masih merekapitulasi CJH yang sudah terkonfirmasi melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Sekaligus memastikan CJH yang tunda berangkat dengan tidak melunasi BPIH.

 

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Yasmani mengatakan, bahwa biaya hidup CJH diambilkan dari BPIH yang mana tahun ini total besarannya Rp 39,8 juta. Selanjutnya, pihaknya masih proses merekapitulasi data pelunasan BPIH.

Baca Juga :  Sholikin Teken Pernyataan, Kapolres Dukung Pengusutan

 

“Hari ini (kemarin, Red) hari terakhir pelunasan BPIH, yang terkonfirmasi melunasi 718 CJH. Jadi ada 12 CJH belum melunasi, besar kemungkinan mereka tunda berangkat haji,” tutur Yasmani.

 

Adapun manasik haji juga sudah terjadwal selama enam hari. Minggu (22/5) dan Senin (23/5) manasik haji di kabupaten, kemudian Selasa (24/5) hingga Jumat (27/5) manasik haji di tujuh titik kecamatan. Yakni Kecamatan Bojonegoro, Balen, Sumberrejo, Baureno, Ngasem, Padangan, dan Kedungadem.

 

“Jadi CJH bisa beristirahat mempersiapkan diri di rumah selama enam hari. Karena tanggal 3 Juni sudah berangkat ke asrama haji Surabaya dan tanggal 4 Juni mulai terbang,” katanya.

 

CJH akan diberangkatkan menggunakan maskapai Saudi Airlines. Tetapi tahun ini ada pemangkasan besar muatan di pesawat. Saat berangkat, CJH hanya diizinkan membawa muatan maksimal 15 kilogram. Padahal, sebelumnya 30 kilogram. Sedangkan pulangnya, CJH yang sebelumnya diizinkan bawa muatan 32 kilogram, kini turun menjadi 30 kilogram. (bgs/rij)

Baca Juga :  Damkar Bojonegoro : Saat Musim Kemarau, Waspada Kebakaran

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 730 calon jemaah haji (CJH) asal Bojonegoro berangkat ke Tanah Suci pada 4 dan 5 Juni mendatang. Masing-masing CJH akan diberi uang saku atau biaya hidup sebanyak 1.500 real atau setara Rp 5,8 juta.

 

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro saat ini masih merekapitulasi CJH yang sudah terkonfirmasi melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Sekaligus memastikan CJH yang tunda berangkat dengan tidak melunasi BPIH.

 

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Yasmani mengatakan, bahwa biaya hidup CJH diambilkan dari BPIH yang mana tahun ini total besarannya Rp 39,8 juta. Selanjutnya, pihaknya masih proses merekapitulasi data pelunasan BPIH.

Baca Juga :  Minggu Ceria Bersama Keluarga di Alun-Alun Bojonegoro

 

“Hari ini (kemarin, Red) hari terakhir pelunasan BPIH, yang terkonfirmasi melunasi 718 CJH. Jadi ada 12 CJH belum melunasi, besar kemungkinan mereka tunda berangkat haji,” tutur Yasmani.

 

Adapun manasik haji juga sudah terjadwal selama enam hari. Minggu (22/5) dan Senin (23/5) manasik haji di kabupaten, kemudian Selasa (24/5) hingga Jumat (27/5) manasik haji di tujuh titik kecamatan. Yakni Kecamatan Bojonegoro, Balen, Sumberrejo, Baureno, Ngasem, Padangan, dan Kedungadem.

 

“Jadi CJH bisa beristirahat mempersiapkan diri di rumah selama enam hari. Karena tanggal 3 Juni sudah berangkat ke asrama haji Surabaya dan tanggal 4 Juni mulai terbang,” katanya.

 

CJH akan diberangkatkan menggunakan maskapai Saudi Airlines. Tetapi tahun ini ada pemangkasan besar muatan di pesawat. Saat berangkat, CJH hanya diizinkan membawa muatan maksimal 15 kilogram. Padahal, sebelumnya 30 kilogram. Sedangkan pulangnya, CJH yang sebelumnya diizinkan bawa muatan 32 kilogram, kini turun menjadi 30 kilogram. (bgs/rij)

Baca Juga :  Damkar Bojonegoro : Saat Musim Kemarau, Waspada Kebakaran

Artikel Terkait

Most Read

Dorong Warga Bangga Pakai Batik 

Tengah Malam, Razia Kafe Karaoke

Artikel Terbaru


/