alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Ritual Tolak Bala di Pantai Gesikharjo

Radar Tuban – Masyarakat Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang punya tradisi unik yang dipercaya bisa membuang sial atau tolak bala. Tradisi turuntemurun tersebut adalah mandi bersama di pantai desa setempat.

Waktunya pagi pada hari ketujuh Idul Fitri atau sehari setelah hari raya ketupat. Kemarin (20/5) sekitar pukul 08.00 puluhan masyarakat yang masih meyakini tradisi tersebut menjalankan ritual tersebut. Se bagian besar menceburkan diri ke laut. Selebihnya hanya membasuh muka dengan air laut.

Tak hanya warga setempat. Sebagian warga yang berdomisili di luar Gesikharjo pun mengikutnya. Mereka adalah warga asli Gesik harjo yang bermukim di luar desa setempat.

Hasan, salah satu warga setempat mengatakan, ritual tersebut tidak hanya dipercayai sebagai tolak bala atau membuang kesialan dalam tubuh, namun juga menghilangkan penyakit. Dia memastikan tidak ada bacaan tertentu ketika menjalankan ritual tersebut.

Baca Juga :  Mobil Oleng, Dihantam Truk, Tak Ada Korban Jiwa

Hasan menyampaikan, tradisi tahunan tersebut untuk melestarikan budaya leluhur. Agar tradisi tersebut terpelihara, kata dia, sejumlah orang tua mengajak anak dan cucunya. ‘’Biar kenal juga anak-anak dengan budaya orang tuanya. Harapannya ke depannya tetap dilakukan dan tidak punah,’’ ujar pria 38 tahun itu. (dik)

Radar Tuban – Masyarakat Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang punya tradisi unik yang dipercaya bisa membuang sial atau tolak bala. Tradisi turuntemurun tersebut adalah mandi bersama di pantai desa setempat.

Waktunya pagi pada hari ketujuh Idul Fitri atau sehari setelah hari raya ketupat. Kemarin (20/5) sekitar pukul 08.00 puluhan masyarakat yang masih meyakini tradisi tersebut menjalankan ritual tersebut. Se bagian besar menceburkan diri ke laut. Selebihnya hanya membasuh muka dengan air laut.

Tak hanya warga setempat. Sebagian warga yang berdomisili di luar Gesikharjo pun mengikutnya. Mereka adalah warga asli Gesik harjo yang bermukim di luar desa setempat.

Hasan, salah satu warga setempat mengatakan, ritual tersebut tidak hanya dipercayai sebagai tolak bala atau membuang kesialan dalam tubuh, namun juga menghilangkan penyakit. Dia memastikan tidak ada bacaan tertentu ketika menjalankan ritual tersebut.

Baca Juga :  Sudah 28 Tahun, Pasar Kota Mendesak Perbaikan

Hasan menyampaikan, tradisi tahunan tersebut untuk melestarikan budaya leluhur. Agar tradisi tersebut terpelihara, kata dia, sejumlah orang tua mengajak anak dan cucunya. ‘’Biar kenal juga anak-anak dengan budaya orang tuanya. Harapannya ke depannya tetap dilakukan dan tidak punah,’’ ujar pria 38 tahun itu. (dik)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/