alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Pekerja Musiman Juga Harus Dapat Tunjangan

Mendekati Deadline, Pencairan THR Dikawal Dinperinaker Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro — Pencairan tunjangan hari raya (THR) di-deadline H-7 Lebaran. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro terus mengawal pencairan tunjangan tahunan itu. Saat ini posko pengaduan THR sudah dibuka.

 

“Pemberitahuan dan sosialisasi kepada perusahaan sudah kita lakukan sejak minggu kemarin,” ujar Kepala Dinperinaker Bojonegoro Welly Fitrama.

 

Welly melanjutkan, pemberitahuan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara tidak langsung dilakukan melalui akun media sosial yang anggotanya para pengusaha.

“Secara langsung dilakukan saat perusahaan mengajukan administrasi operasional perusahaan di dinperinaker.  Kami berikan pengarahan untuk melaksanakan ketentuan terkait THR keagamaan tahun 2022,” jelasnya.

 

Pemantauan pencairan, lanjut Welly, pihaknya melakukan secara langsung di lapangan. Itu dilakukan sejak minggu lalu hingga minggu depan. Selain itu berkoordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur. Sehingga, pengawasan pencairan THR lebih maksimal.

Baca Juga :  Kerusakan Jalan Akibat Penambangan Pasir Kian Meluas

 

Dinperinaker juga membuka posko pengaduan THR. Posko ada di kantor dinperinaker. Pengaduan dibuka setiap hari.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Bojonegoro Slamet menambahkan, pada surat edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)  dijelaskan bahwa pemberian THR paling lambat H-7 Lebaran. “Namun, pada H-10 pihaknya sudah turun ke lapangan untuk memastikan pencairan itu. Jadi, sebelum H-7 itu THR harus sudah dicairkan,” ujarnya.

 

Slamet menjelaskan, berdasar SK Kemenaker itu semua pekerja wajib diberikan THR. Baik pekerja baru maupun lama. Bahkan, pekerja yang baru bekerja sebulan juga wajib diberikan THR. Namun, ada perbedaan nominal THR yang diberikan. “Tentunya ada rumus untuk pekerja baru. Kalau pekerja lama satu kali gaji,” jelasnya.

Baca Juga :  PC ISNU Tuban Selenggarakan MHQ 2019

 

Pekerja musiman juga wajib diberikan THR. Namun, besarannya juga sesuai dengan rumus yang diberikan Kemenaker. Sehingga, pekerja bisa menerima THR dengan proporsional. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro — Pencairan tunjangan hari raya (THR) di-deadline H-7 Lebaran. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro terus mengawal pencairan tunjangan tahunan itu. Saat ini posko pengaduan THR sudah dibuka.

 

“Pemberitahuan dan sosialisasi kepada perusahaan sudah kita lakukan sejak minggu kemarin,” ujar Kepala Dinperinaker Bojonegoro Welly Fitrama.

 

Welly melanjutkan, pemberitahuan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara tidak langsung dilakukan melalui akun media sosial yang anggotanya para pengusaha.

“Secara langsung dilakukan saat perusahaan mengajukan administrasi operasional perusahaan di dinperinaker.  Kami berikan pengarahan untuk melaksanakan ketentuan terkait THR keagamaan tahun 2022,” jelasnya.

 

Pemantauan pencairan, lanjut Welly, pihaknya melakukan secara langsung di lapangan. Itu dilakukan sejak minggu lalu hingga minggu depan. Selain itu berkoordinasi dengan pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur. Sehingga, pengawasan pencairan THR lebih maksimal.

Baca Juga :  Ringankan Beban Masyarakat

 

Dinperinaker juga membuka posko pengaduan THR. Posko ada di kantor dinperinaker. Pengaduan dibuka setiap hari.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Bojonegoro Slamet menambahkan, pada surat edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)  dijelaskan bahwa pemberian THR paling lambat H-7 Lebaran. “Namun, pada H-10 pihaknya sudah turun ke lapangan untuk memastikan pencairan itu. Jadi, sebelum H-7 itu THR harus sudah dicairkan,” ujarnya.

 

Slamet menjelaskan, berdasar SK Kemenaker itu semua pekerja wajib diberikan THR. Baik pekerja baru maupun lama. Bahkan, pekerja yang baru bekerja sebulan juga wajib diberikan THR. Namun, ada perbedaan nominal THR yang diberikan. “Tentunya ada rumus untuk pekerja baru. Kalau pekerja lama satu kali gaji,” jelasnya.

Baca Juga :  Pepohonan di Sepanjang Jalan Gajahmada Bakal Diganti Tabebuya

 

Pekerja musiman juga wajib diberikan THR. Namun, besarannya juga sesuai dengan rumus yang diberikan Kemenaker. Sehingga, pekerja bisa menerima THR dengan proporsional. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/