alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Bersumber CSR dan DBHCT

Tekan Pengangguran dengan Pemberdayaan

”Nanti, (pelatihan) meliputi semua kecamatan.’’

Slamet

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Bojonegoro

Langkah Atasi Lonjakan Pengangguran

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemberdayaan menjadi salah satu cara mengurangi angka pengangguran terbuka, karena terbatasnya kebutuhan tenaga kerja (naker) di sejumlah perusahaan lokal.

Progam pemberdayaan itu akan dibiayai dari dana bagi hasil cukai tembakau dan corporate social responsibility (CSR).

Selain itu, DPRD minta pemkab melibatkan warga lokal dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Karena, angka pengangguran terbuka di Bojonegoro cukup tinggi. Pada 2021 lalu, mencaapai 8.000 jiwa.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro Slamet menjelaskan, salah satu upaya mengurangi pengangguran adalah pemberdayaan. Tahun ini pemberdayaan itu akan lebih diintensifkan.

Baca Juga :  DPRD: Tak Ada RTH di Pasar Kota

 

‘’Nanti kegiatannya berupa pelatihan,’’ ungkapnya.

 

Pelatihan itu tentunya mencakup keterampilan berwirausaha. Sehingga, para naker yang sudah tidak bekerja itu bisa memulai usaha. Tidak terus menjadi pekerja.

 

Pelatihan itu akan menyasar semua para pencari kerja. Baik mereka yang pernah bekerja atau angkatan kerja baru. Sebab, mereka semua masuk sebagai pencari kerja.

 

Slamet menjelaskan, pelatihan itu nantinya tidak hanya yang dibiayi APBD. Namun, ada yang bersumber dari swasta, yakni CSR. Selain itu, juga ada yang bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT).

 

‘’Nanti meliputi semua kecamatan,’’ jelasnya.

 

Pelatihan itu nantinya juga akan ada materi digital marketing. Namun, tidak semua bisa ikut pelatihan itu. Peserta pelatihan itu akan dipilih yang kompeten. Sehingga, hasilnya lebih maksimal.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Harga Sembako Cenderung Stabil

 

Sebelumnya, Komisi C DPRD Bojonegoro meminta pemkab serius menurunkan angka pengangguran terbuka. Sebab, angka pengangguran terbuka di Bojonegoro cukup tinggi. Pada 2021 lalu mencaapai 8 ribu orang lebih.

 

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto meminta pemkab untuk membuat berbagai terobosan. Salah satunya melibatkan warga lokal dalam proyek infrastruktur. Sebab, banyaknya proyek pembangunan itu tentu membutuhkan banyak tenaga kerja.

 

‘’Ini harus dilakukan agar banyak serapan tenaga kerja,’’ jelasnya.

 

Tahun lalu, lanjutnya, serapan naker lokal di proyek infrastruktur masih rendah. Tahun ini diharapkan jauh lebih banyak. (zim/msu)

”Nanti, (pelatihan) meliputi semua kecamatan.’’

Slamet

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Bojonegoro

Langkah Atasi Lonjakan Pengangguran

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemberdayaan menjadi salah satu cara mengurangi angka pengangguran terbuka, karena terbatasnya kebutuhan tenaga kerja (naker) di sejumlah perusahaan lokal.

Progam pemberdayaan itu akan dibiayai dari dana bagi hasil cukai tembakau dan corporate social responsibility (CSR).

Selain itu, DPRD minta pemkab melibatkan warga lokal dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Karena, angka pengangguran terbuka di Bojonegoro cukup tinggi. Pada 2021 lalu, mencaapai 8.000 jiwa.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro Slamet menjelaskan, salah satu upaya mengurangi pengangguran adalah pemberdayaan. Tahun ini pemberdayaan itu akan lebih diintensifkan.

Baca Juga :  896 ASN Jalani Tes Rapid, 1 Kabag Positif

 

‘’Nanti kegiatannya berupa pelatihan,’’ ungkapnya.

 

Pelatihan itu tentunya mencakup keterampilan berwirausaha. Sehingga, para naker yang sudah tidak bekerja itu bisa memulai usaha. Tidak terus menjadi pekerja.

 

Pelatihan itu akan menyasar semua para pencari kerja. Baik mereka yang pernah bekerja atau angkatan kerja baru. Sebab, mereka semua masuk sebagai pencari kerja.

 

Slamet menjelaskan, pelatihan itu nantinya tidak hanya yang dibiayi APBD. Namun, ada yang bersumber dari swasta, yakni CSR. Selain itu, juga ada yang bersumber dari dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT).

 

‘’Nanti meliputi semua kecamatan,’’ jelasnya.

 

Pelatihan itu nantinya juga akan ada materi digital marketing. Namun, tidak semua bisa ikut pelatihan itu. Peserta pelatihan itu akan dipilih yang kompeten. Sehingga, hasilnya lebih maksimal.

Baca Juga :  Masih Perakitan Kotak Suara

 

Sebelumnya, Komisi C DPRD Bojonegoro meminta pemkab serius menurunkan angka pengangguran terbuka. Sebab, angka pengangguran terbuka di Bojonegoro cukup tinggi. Pada 2021 lalu mencaapai 8 ribu orang lebih.

 

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto meminta pemkab untuk membuat berbagai terobosan. Salah satunya melibatkan warga lokal dalam proyek infrastruktur. Sebab, banyaknya proyek pembangunan itu tentu membutuhkan banyak tenaga kerja.

 

‘’Ini harus dilakukan agar banyak serapan tenaga kerja,’’ jelasnya.

 

Tahun lalu, lanjutnya, serapan naker lokal di proyek infrastruktur masih rendah. Tahun ini diharapkan jauh lebih banyak. (zim/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/