alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Bupati Lindra Wajibkan ASN Pakai Batik Tulis Khas Tuban

TUBAN, Radar Tuban – Kabar menggembirakan untuk para perajin batik tulis di Kabupaten Tuban. Dalam waktu dekat, Pemkab Tuban akan mengeluarkan SK yang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), karyawan BUMD, dan BUMN di lingkup Pemkab Tuban untuk menggunakan batik tulis khas Tuban.
Kebijakan yang berlaku bagi seluruh ASN Pemkab Tuban untuk mengenakan batik tulis khas Tuban tersebut, kemarin (19/12) disampaikan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat menghadiri Festival Mural Batik Tuban di GOR Rangga Jaya Anoraga. ‘’Hari ini (kemarin, Red) saya ambil keputusan, insya Allah Pemkab Tuban akan mendukung kearifan lokal Kabupaten Tuban. Salah satunya, seluruh ASN di lingkup Pemkab Tuban wajib menggunakan batik tulis khas Tuban,’’ tegas bupati Lindra yang disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir.
Dia menyampaikan, kebijakan yang mendukung produk kearifan lokal tersebut paling lambat mulai diberlakukan pada awal tahun anggaran 2022. Hari yang dipilih untuk wajib memakai pakaian batik antara Kamis dan Jumat. ‘’Nanti dipilih salah satu (antara Kamis dan Jumat, Red),’’ tegasnya.
Tak sekadar mewajibkan, bupati termuda sepanjang sejarah pemerintahan Tuban ini juga akan membuat aturan yang lebih spesifik. Yakni, motif batik tulis yang dipakai antar satu ASN dengan ASN lain tidak boleh sama. Menurutnya, Kabupaten Tuban memiliki seratus lebih motif batik tulis khas Tuban. Nah, dari motif-motif batik tulis itulah yang dipilih salah satu untuk dijadikan seragam batik.
Kenapa demikian? Bupati Lindra menegaskan, supaya kebijakan yang mewajibkan ASN memakai batik tulis khas Tuban ini tidak dimonopoli oleh satu perajin saja. Menurut dia, semua perajin batik tulis di Bumi Ronggolawe juga harus mendapatkan manfaat yang sama. ‘’Untuk kepala OPD, kalau bisa cari motif yang mahal. Karena motif yang mahal ini biasanya jarang peminatnya. Untuk jajaran di bawahnya bisa menyesuaikan,’’ kata dia yang berharap kebijakannya bisa mengangkat produk dan kearifan lokal.
Tidak hanya batik, jika secara regulasi memungkinkan, Pemkab Tuban juga akan membuat aturan yang mewajibkan ASN di lingkup Pemkab Tuban memakai sepatu buatan lokal Tuban. ‘’Kalau secara aturan diizinkan, ASN Pemkab Tuban juga harus memakai sepatu khas buatan UMKM Tuban. Tidak boleh dari luar Tuban,’’ tegas mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu.
Lebih lanjut bupati dengan jumlah follower Instagram ratusan ribu itu menyampaikan, ke depannya, produk yang dipakai, baik batik tulis maupun sepatu dan produk-produk yang lain juga harus menjamah seluruh UMKM se-Kabupaten Tuban. Tidak boleh dimonopoli oleh salah satu UMKM saja. ‘’Saya tidak menginginkan (produk yang dipakai, Red) hanya satu UMKM saja. Saya minta (kepada dinas terkait, Red) keliling, dicari UMKM-nya, diambil produknya sedikit demi sedikit. Sehingga merata dan semua mendapat manfaat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kekurangan Enam Ribu ASN

TUBAN, Radar Tuban – Kabar menggembirakan untuk para perajin batik tulis di Kabupaten Tuban. Dalam waktu dekat, Pemkab Tuban akan mengeluarkan SK yang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), karyawan BUMD, dan BUMN di lingkup Pemkab Tuban untuk menggunakan batik tulis khas Tuban.
Kebijakan yang berlaku bagi seluruh ASN Pemkab Tuban untuk mengenakan batik tulis khas Tuban tersebut, kemarin (19/12) disampaikan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat menghadiri Festival Mural Batik Tuban di GOR Rangga Jaya Anoraga. ‘’Hari ini (kemarin, Red) saya ambil keputusan, insya Allah Pemkab Tuban akan mendukung kearifan lokal Kabupaten Tuban. Salah satunya, seluruh ASN di lingkup Pemkab Tuban wajib menggunakan batik tulis khas Tuban,’’ tegas bupati Lindra yang disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir.
Dia menyampaikan, kebijakan yang mendukung produk kearifan lokal tersebut paling lambat mulai diberlakukan pada awal tahun anggaran 2022. Hari yang dipilih untuk wajib memakai pakaian batik antara Kamis dan Jumat. ‘’Nanti dipilih salah satu (antara Kamis dan Jumat, Red),’’ tegasnya.
Tak sekadar mewajibkan, bupati termuda sepanjang sejarah pemerintahan Tuban ini juga akan membuat aturan yang lebih spesifik. Yakni, motif batik tulis yang dipakai antar satu ASN dengan ASN lain tidak boleh sama. Menurutnya, Kabupaten Tuban memiliki seratus lebih motif batik tulis khas Tuban. Nah, dari motif-motif batik tulis itulah yang dipilih salah satu untuk dijadikan seragam batik.
Kenapa demikian? Bupati Lindra menegaskan, supaya kebijakan yang mewajibkan ASN memakai batik tulis khas Tuban ini tidak dimonopoli oleh satu perajin saja. Menurut dia, semua perajin batik tulis di Bumi Ronggolawe juga harus mendapatkan manfaat yang sama. ‘’Untuk kepala OPD, kalau bisa cari motif yang mahal. Karena motif yang mahal ini biasanya jarang peminatnya. Untuk jajaran di bawahnya bisa menyesuaikan,’’ kata dia yang berharap kebijakannya bisa mengangkat produk dan kearifan lokal.
Tidak hanya batik, jika secara regulasi memungkinkan, Pemkab Tuban juga akan membuat aturan yang mewajibkan ASN di lingkup Pemkab Tuban memakai sepatu buatan lokal Tuban. ‘’Kalau secara aturan diizinkan, ASN Pemkab Tuban juga harus memakai sepatu khas buatan UMKM Tuban. Tidak boleh dari luar Tuban,’’ tegas mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu.
Lebih lanjut bupati dengan jumlah follower Instagram ratusan ribu itu menyampaikan, ke depannya, produk yang dipakai, baik batik tulis maupun sepatu dan produk-produk yang lain juga harus menjamah seluruh UMKM se-Kabupaten Tuban. Tidak boleh dimonopoli oleh salah satu UMKM saja. ‘’Saya tidak menginginkan (produk yang dipakai, Red) hanya satu UMKM saja. Saya minta (kepada dinas terkait, Red) keliling, dicari UMKM-nya, diambil produknya sedikit demi sedikit. Sehingga merata dan semua mendapat manfaat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bupati, Wabup, Sekda, Kakan Kemenag, Perbankan, Berzakat di Baznas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/