alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Dinas PRKP Tuban Sukses Jalankan Program KOTAKU

- Advertisement -

TUBAN – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Tuban berjalan sukses. Sejak diluncurkan 2016 lalu, saat ini program yang bertujuan  mempercepat penanganan permukiman kumuh itu telah mencapai 98,89 persen dari target yang ditetapkan.

Berdasar SK Kawasan Kumuh Bupati Tuban Nomor  188.45/262/KPTS/414.012/2015 tentang Wilayah Kumuh Kabupaten Tuban, ada tujuh kelurahan dengan luasan kumuh 49,46 hektare (ha) yang masuk dalam program KOTAKU. Ketujuh kelurahan tersebut, Sukolilo, Baturetno, Sendangharjo, Kutorejo, Sidomulyo, Karangsari, dan Kingking.

Asisten Koordinator Program KOTAKU Kabupaten Tuban M. K. Muhailili menyampaikan, KOTAKU merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berkolaborasi dengan program pemerintah daerah. Sehingga, dibutuhkan kerja sama yang baik dalam menjalankan program penanganan kampung kumuh tersebut. ‘’Selama ini program KOTAKU di Kabupaten Tuban berjalan sangat baik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Muhailili, ada tujuh aspek dalam penanganan kampung kumuh. Yakni, aspek gedung dan bangunan atau rumah tidak layak huni (RTLH), jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, proteksi kebakaran, dan pengelolaan sampah. ‘’Dari target peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh yang mencapai 49,46 ha, kini tinggal tersisa 0,55 ha. Kita targetkan tahun depan sudah tuntas semua,’’ paparnya.

Baca Juga :  Koalisi Pelangi Tak Kunjung Terealisasi

Kabid Perumahan dan Pemukiman Dinas PRKP Tuban Agung Prasetya mengatakan, dengan adanya program KOTAKU tersebut, kini kawasan permukiman kumuh sudah tertata dengan rapi. Tidak ada lagi istilah kumuh. Jalan-jalan sempit dan drainase yang dulu terlihat kumuh, kini sudah bersih dan tertata rapi. Begitu juga dengan pengelolaan air limbah. Berkat dibangunnya IPAL (instalasi pengelolaan air limbah) komunal, kini tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar (BAB) maupun limbah lainnya secara sembarangan di pinggir pantai. ‘’Berkat program KOTAKU, kini kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga mulai terbangun dengan berdirinya bank-bank sampah,’’ tuturnya.

- Advertisement -

Masih dikatakan Agung, selain untuk mengubah kampung kumuh menjadi kampung yang bersih dan berseri, tujuan lain dari program KOTAKU adalah membentuk karakter masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Karena dengan karakter dan kesadaran dari diri sendiri itulah, kebersihan di lingkungan sekitar selalu terjaga. ‘’Alhamdulillah, kini kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sudah mulai terbangun,’’ katanya.

Baca Juga :  Fit And Proper Test Menunggu Hasil Evaluasi DPD

Kepala Dinas PRKP Tuban Sudarmaji menambahkan, salah satu mimpi besar yang ingin diwujudkan ke depan adalah membuat jalan wisata yang membentang di sepanjang bibir pantai dari ujung barat (Kelurahan Karangsari) hingga ujung timur (Kelurahan Sukolilo). Selanjutnya, di sepanjang jalan wisata tersebut akan dibangun sejumlah spot wisata yang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat kampung nelayan. ‘’DED-nya (detail engineering design) sudah kita buat. Selanjutnya akan kita sampaikan ke pemerintah pusat untuk mendapat bantuan,’’ terangnya.

TUBAN – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kabupaten Tuban berjalan sukses. Sejak diluncurkan 2016 lalu, saat ini program yang bertujuan  mempercepat penanganan permukiman kumuh itu telah mencapai 98,89 persen dari target yang ditetapkan.

Berdasar SK Kawasan Kumuh Bupati Tuban Nomor  188.45/262/KPTS/414.012/2015 tentang Wilayah Kumuh Kabupaten Tuban, ada tujuh kelurahan dengan luasan kumuh 49,46 hektare (ha) yang masuk dalam program KOTAKU. Ketujuh kelurahan tersebut, Sukolilo, Baturetno, Sendangharjo, Kutorejo, Sidomulyo, Karangsari, dan Kingking.

Asisten Koordinator Program KOTAKU Kabupaten Tuban M. K. Muhailili menyampaikan, KOTAKU merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berkolaborasi dengan program pemerintah daerah. Sehingga, dibutuhkan kerja sama yang baik dalam menjalankan program penanganan kampung kumuh tersebut. ‘’Selama ini program KOTAKU di Kabupaten Tuban berjalan sangat baik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Muhailili, ada tujuh aspek dalam penanganan kampung kumuh. Yakni, aspek gedung dan bangunan atau rumah tidak layak huni (RTLH), jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, proteksi kebakaran, dan pengelolaan sampah. ‘’Dari target peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh yang mencapai 49,46 ha, kini tinggal tersisa 0,55 ha. Kita targetkan tahun depan sudah tuntas semua,’’ paparnya.

Baca Juga :  Empat Pasien Covid-19 Sembuh

Kabid Perumahan dan Pemukiman Dinas PRKP Tuban Agung Prasetya mengatakan, dengan adanya program KOTAKU tersebut, kini kawasan permukiman kumuh sudah tertata dengan rapi. Tidak ada lagi istilah kumuh. Jalan-jalan sempit dan drainase yang dulu terlihat kumuh, kini sudah bersih dan tertata rapi. Begitu juga dengan pengelolaan air limbah. Berkat dibangunnya IPAL (instalasi pengelolaan air limbah) komunal, kini tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar (BAB) maupun limbah lainnya secara sembarangan di pinggir pantai. ‘’Berkat program KOTAKU, kini kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga mulai terbangun dengan berdirinya bank-bank sampah,’’ tuturnya.

- Advertisement -

Masih dikatakan Agung, selain untuk mengubah kampung kumuh menjadi kampung yang bersih dan berseri, tujuan lain dari program KOTAKU adalah membentuk karakter masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Karena dengan karakter dan kesadaran dari diri sendiri itulah, kebersihan di lingkungan sekitar selalu terjaga. ‘’Alhamdulillah, kini kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sudah mulai terbangun,’’ katanya.

Baca Juga :  Angkat Besi Sumbang 19 Medali

Kepala Dinas PRKP Tuban Sudarmaji menambahkan, salah satu mimpi besar yang ingin diwujudkan ke depan adalah membuat jalan wisata yang membentang di sepanjang bibir pantai dari ujung barat (Kelurahan Karangsari) hingga ujung timur (Kelurahan Sukolilo). Selanjutnya, di sepanjang jalan wisata tersebut akan dibangun sejumlah spot wisata yang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat kampung nelayan. ‘’DED-nya (detail engineering design) sudah kita buat. Selanjutnya akan kita sampaikan ke pemerintah pusat untuk mendapat bantuan,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/