28.6 C
Bojonegoro
Monday, February 6, 2023

SMPN 5 Bojonegoro Rayakan HUT ke-28

Komitmen Cetak Pelajar Pancasila

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bojonegoro merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 penuh makna dan berkah. HUT pada 5-7 Oktober lalu ada jalan santai, bazar, pentas seni, hingga maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Kepala SMPN 5 Bojonegoro Zamroni, M.Pd., mengatakan, tema Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), untuk mengajak siswa merefleksi nilai-nilai Pancasila. Siswa diajak berperan aktif membuat project berupa gumbrekan, kearifan budaya lokal.

 

Budaya ini berasal dari Kecamatan Balen. Tradisi ini memberi makan hewan ternak yang menghasilkan, bisa sapi atau kerbau. Juga mengarak ketupat, lepet, lontong bersama hewan tersebut. Sebelum diarak didoakan oleh kiai di depan kepala desa dan warga.

- Advertisement -

 

Perayaan HUT dimulai 5 Oktober dengan gumbrekan, jalan santai, bazar, dan pentas seni. Gumbrekan ini diarak bersamaan jalan santai agar masyarakat melihat serta mengenal budaya lokal Bojonegoro.

 

Setelah rombongan jalan santai tiba, bisa menikmati bazar makanan dijual setiap kelas. Jadi siswa bereksplorasi kuliner. Ada 30 stan bazar. Jalan santai ini ada 4 sepeda, mesin cuci, kulkas, dan beragam hadiah lainnya.

 

Berlanjut Kamis 6 Oktober puncak acara seni. Menampilkan kesenian sandur dan lainnya. “Dengan tema P5 ini kami berharap anak didik lebih mengenali budaya lokal,” ujar pria asal Tuban ini.

 

Acara puncak berlangsung Jumat 7 Oktober bersamaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Mengundang ustadz dari Pondok Pesantren Talun Sumberrejo dan hiburan musik hadrah dari Baureno. Siswa diminta me-resume materi lalu dikumpulkan.

 

Juga memberi santunan kepada siswa kurang beruntung. Setiap anak membawa dua berkat, pihak sekolah tidak menentukan nilainya. Menyesuaikan kemampuan orangtua juga.

 

Ternyata hal ini mampu menyentuh hati orang tua. Mereka berlomba memberikan sajian terbaik. Ada hampir 900 berkat terkumpul. Satu berkat dimakan siswa itu sendiri, dan satunya dibagikan ke berbagai pondok di sekitar Bojonegoro. “Menumbuhkan sifat dermawan siswa. Kami setiap tahun selalu memberi ke pondok yang berbeda,” tutur Zamroni. (tih)

PENUH DEDIKASI: Dewan guru SMPN 5 Bojonegoro tampak kompak. Mereka komitmen mendidik terbaik. (Istimewa For RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Bojonegoro merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 penuh makna dan berkah. HUT pada 5-7 Oktober lalu ada jalan santai, bazar, pentas seni, hingga maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Kepala SMPN 5 Bojonegoro Zamroni, M.Pd., mengatakan, tema Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), untuk mengajak siswa merefleksi nilai-nilai Pancasila. Siswa diajak berperan aktif membuat project berupa gumbrekan, kearifan budaya lokal.

 

Budaya ini berasal dari Kecamatan Balen. Tradisi ini memberi makan hewan ternak yang menghasilkan, bisa sapi atau kerbau. Juga mengarak ketupat, lepet, lontong bersama hewan tersebut. Sebelum diarak didoakan oleh kiai di depan kepala desa dan warga.

- Advertisement -

 

Perayaan HUT dimulai 5 Oktober dengan gumbrekan, jalan santai, bazar, dan pentas seni. Gumbrekan ini diarak bersamaan jalan santai agar masyarakat melihat serta mengenal budaya lokal Bojonegoro.

 

Setelah rombongan jalan santai tiba, bisa menikmati bazar makanan dijual setiap kelas. Jadi siswa bereksplorasi kuliner. Ada 30 stan bazar. Jalan santai ini ada 4 sepeda, mesin cuci, kulkas, dan beragam hadiah lainnya.

 

Berlanjut Kamis 6 Oktober puncak acara seni. Menampilkan kesenian sandur dan lainnya. “Dengan tema P5 ini kami berharap anak didik lebih mengenali budaya lokal,” ujar pria asal Tuban ini.

 

Acara puncak berlangsung Jumat 7 Oktober bersamaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Mengundang ustadz dari Pondok Pesantren Talun Sumberrejo dan hiburan musik hadrah dari Baureno. Siswa diminta me-resume materi lalu dikumpulkan.

 

Juga memberi santunan kepada siswa kurang beruntung. Setiap anak membawa dua berkat, pihak sekolah tidak menentukan nilainya. Menyesuaikan kemampuan orangtua juga.

 

Ternyata hal ini mampu menyentuh hati orang tua. Mereka berlomba memberikan sajian terbaik. Ada hampir 900 berkat terkumpul. Satu berkat dimakan siswa itu sendiri, dan satunya dibagikan ke berbagai pondok di sekitar Bojonegoro. “Menumbuhkan sifat dermawan siswa. Kami setiap tahun selalu memberi ke pondok yang berbeda,” tutur Zamroni. (tih)

PENUH DEDIKASI: Dewan guru SMPN 5 Bojonegoro tampak kompak. Mereka komitmen mendidik terbaik. (Istimewa For RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Bentuk Istana dari Lego

Dua Kali Bobol Konter

Potensi Ekspansi Pabrik, Jadi Perhatian

Pertanyakan Nasib Seluruh Karyawan


/