alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Klaim Rp 5 M untuk Operasional Liga 2

TUBAN, Radar Tuban-Perjalanan Persatu Tuban di Liga 2 musim ini menghabiskan dana yang tidak sedikit. Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni kepada Jawa Pos Radar Tuban terang-terangan mengungkapkan perjalanan timnya merogok kocek hingga Rp 5 miliar. 

Hanya saja, politisi PKB itu tak membeberkan detail rincian pengeluaran operasional tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu. Baik untuk belanja pemain dan pelatih, operasional harian hingga bulanan, uang pertandingan, bonus, dan lainnya.

Dia juga tak menyebut nominal pemasukan tim, mulai dari  sponsorship, subsidi dari PT Liga Indonesia Baru, serta pemasukan lainnya. ‘’Dana dari sponsor yang masuk hanya kisaran Rp 1 miliar saja,’’ ujar Roni, sapaan akrabnya.

Mengacu dari logo yang tercantum pada jersey Persatu, sponsor yang ikut membiayai tim kebanggaan masyarakat Tuban itu, antara lain,  PT Semen Gresik, Dua Berlian Mandiri, Al-Mujaddid, RSNU, NA Center, PT Timbul Persada, dan PT Drajad. Bahkan, manajemen menggandeng book my show dalam manajemen pengelolaan pertandingan home.

Baca Juga :  Gelombang Mutasi Dimulai

Pria yang juga ketua Komisi I DPRD Tuban itu menegaskan, semua biaya operasional tim ditanggung CEO Persatu Nashruddin Ali. Bahkan, dia juga harus mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu operasional pertandingan away dan lainnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, selain dari sponsorship, Persatu mendapat pemasukan dari subsidi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Selama satu musim diperkirakan Rp 1 miliar yang dicairkan lima kali. Kepada wartawan koran ini, Roni mengaku baru tiga kali mencairkan dana subsidi LIB. Sedangkan  dana sponsorship dari PT SG sampai sekarang belum cair dan dijanjikan Rp 325 juta. ‘’Rincian detail setelah pertandingan versus Madura,’’ ujar bapak dua anak itu.

Ya, kondisi Persatu sekarang ini tengah terpuruk setelah terdegragasi ke Liga 3 Nasional musim depan. Saking cintanya pada Persatu, sebagian pecinta tim tersebut  menyampaikan aspirasinya pada spanduk. Seperti spanduk yang terpasang di perempatan Jalan Basuki Rachmad–Jalan Diponegoro.  Pada spanduk tersebut tertulis Ngelarani Koyok Pacarku, Persatu Butuh Dukungan Kalian, Liga 3 Sepele –RGB 1975, Kado Terindah ke-44 Th, Terima Kasih Kadonya, Welcome Liga 3, dan lainnya. ‘’Wajar,  semua kecewa. Mereka yang tidak pernah membiayai Persatu saja kecewa apalagi kita manajemen yang sudah pontang-panting menghidupi Persatu, lebih kecewa lagi,” kata Roni. 

Baca Juga :  Berinovasi dan Berprestasi di Tengah Pandemi

Manajamen Persatu sebenarnya ingin penyegaran personel yang mengelola timnya.  Ketika tim tersebut mendapat tiket promosi Liga 2 2019 pada Desember 2018, CEO Persatu Nashruddin Ali menawarkan kursi manajemen atau chief executive officer (CEO) Persatu. Pertimbangannya, dia  sibuk kerja dan tak bisa full time ngopeni Persatu. Menurut Nashruddin, Persatu membutuhkan CEO yang bisa konsen ngurusi tim dan diharapkan membawa penyegaran.  Sampai kompetisi Liga 2 2019 hampir usai, tak satu pun yang bersedia mengambil alih posisinya.

TUBAN, Radar Tuban-Perjalanan Persatu Tuban di Liga 2 musim ini menghabiskan dana yang tidak sedikit. Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni kepada Jawa Pos Radar Tuban terang-terangan mengungkapkan perjalanan timnya merogok kocek hingga Rp 5 miliar. 

Hanya saja, politisi PKB itu tak membeberkan detail rincian pengeluaran operasional tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu. Baik untuk belanja pemain dan pelatih, operasional harian hingga bulanan, uang pertandingan, bonus, dan lainnya.

Dia juga tak menyebut nominal pemasukan tim, mulai dari  sponsorship, subsidi dari PT Liga Indonesia Baru, serta pemasukan lainnya. ‘’Dana dari sponsor yang masuk hanya kisaran Rp 1 miliar saja,’’ ujar Roni, sapaan akrabnya.

Mengacu dari logo yang tercantum pada jersey Persatu, sponsor yang ikut membiayai tim kebanggaan masyarakat Tuban itu, antara lain,  PT Semen Gresik, Dua Berlian Mandiri, Al-Mujaddid, RSNU, NA Center, PT Timbul Persada, dan PT Drajad. Bahkan, manajemen menggandeng book my show dalam manajemen pengelolaan pertandingan home.

Baca Juga :  Berinovasi dan Berprestasi di Tengah Pandemi

Pria yang juga ketua Komisi I DPRD Tuban itu menegaskan, semua biaya operasional tim ditanggung CEO Persatu Nashruddin Ali. Bahkan, dia juga harus mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu operasional pertandingan away dan lainnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, selain dari sponsorship, Persatu mendapat pemasukan dari subsidi PT Liga Indonesia Baru (LIB). Selama satu musim diperkirakan Rp 1 miliar yang dicairkan lima kali. Kepada wartawan koran ini, Roni mengaku baru tiga kali mencairkan dana subsidi LIB. Sedangkan  dana sponsorship dari PT SG sampai sekarang belum cair dan dijanjikan Rp 325 juta. ‘’Rincian detail setelah pertandingan versus Madura,’’ ujar bapak dua anak itu.

Ya, kondisi Persatu sekarang ini tengah terpuruk setelah terdegragasi ke Liga 3 Nasional musim depan. Saking cintanya pada Persatu, sebagian pecinta tim tersebut  menyampaikan aspirasinya pada spanduk. Seperti spanduk yang terpasang di perempatan Jalan Basuki Rachmad–Jalan Diponegoro.  Pada spanduk tersebut tertulis Ngelarani Koyok Pacarku, Persatu Butuh Dukungan Kalian, Liga 3 Sepele –RGB 1975, Kado Terindah ke-44 Th, Terima Kasih Kadonya, Welcome Liga 3, dan lainnya. ‘’Wajar,  semua kecewa. Mereka yang tidak pernah membiayai Persatu saja kecewa apalagi kita manajemen yang sudah pontang-panting menghidupi Persatu, lebih kecewa lagi,” kata Roni. 

Baca Juga :  Peringati Hari Guru Nasional 2021 dan HUT Ke-76 PGRI

Manajamen Persatu sebenarnya ingin penyegaran personel yang mengelola timnya.  Ketika tim tersebut mendapat tiket promosi Liga 2 2019 pada Desember 2018, CEO Persatu Nashruddin Ali menawarkan kursi manajemen atau chief executive officer (CEO) Persatu. Pertimbangannya, dia  sibuk kerja dan tak bisa full time ngopeni Persatu. Menurut Nashruddin, Persatu membutuhkan CEO yang bisa konsen ngurusi tim dan diharapkan membawa penyegaran.  Sampai kompetisi Liga 2 2019 hampir usai, tak satu pun yang bersedia mengambil alih posisinya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/