alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

DPRD Pelajari Naskah Akademik Raperda Dana Abadi

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tahapan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) dana abadi pendidikan berkelanjutan masih cukup panjang. Fraksi-fraksi DPRD Bojonegoro segera memberi pandangan terhadap raperda usulan pemkab itu. Setelah itu baru dilakukan pembentukan panitia khusus.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sutikno menjelaskan, fraksi-fraksi harus memberikan pandangan terhadap raperda itu. Meski kerap kali rapat fraksi-fraksi menyampaikan pandangan, namun secara resmi harus dipaparkan melalui paripurna.

“Naskah akademik sudah dipegang fraksi-fraksi. Mereka saat ini mempelajarinya. Dan memberikan pandangan umumnya, ” ujarnya.

Fraksi akan memberikan pandangan sesuai hasil kajian internalnya. Mulai kekurangan hingga kelebihan naskah raperda dana abadi itu. Setelah pandangan umum fraksi, bupati akan memberikan jawaban atas pandangan itu. Juga melalui paripurna.

Baca Juga :  DPRD Gelar Paripurna Istimewa PAW Fraksi Golkar

“Baru setelah itu pembentukan pansus (panitia khusus). Usai itu baru pembahasan dengan OPD,” jelasnya.

- Advertisement -

Raperda dana abadi targetnya selesai tahun ini. Rencananya setelah disahkan segera diterapkan. Tahun ini akan dialokasikan Rp 1 triliun APBD untuk program itu.

Anggota Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, anggaran dialokasikan ke dana abadi pendidikan masih belum ditentukan. Rencananya satu tahun Rp 1 triliun. Namun juga bisa lebih. “Tapi tergantung hasil pembahasan nanti, ” tuturnya.

Dana abadi itu rencananya hanya tiga tahun. Sehingga 2024 sudah final. Tahun berikutnya bisa mengambil manfaatnya. Rencananya pemkab akan menempatkan dana itu di Bank Jatim. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tahapan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) dana abadi pendidikan berkelanjutan masih cukup panjang. Fraksi-fraksi DPRD Bojonegoro segera memberi pandangan terhadap raperda usulan pemkab itu. Setelah itu baru dilakukan pembentukan panitia khusus.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sutikno menjelaskan, fraksi-fraksi harus memberikan pandangan terhadap raperda itu. Meski kerap kali rapat fraksi-fraksi menyampaikan pandangan, namun secara resmi harus dipaparkan melalui paripurna.

“Naskah akademik sudah dipegang fraksi-fraksi. Mereka saat ini mempelajarinya. Dan memberikan pandangan umumnya, ” ujarnya.

Fraksi akan memberikan pandangan sesuai hasil kajian internalnya. Mulai kekurangan hingga kelebihan naskah raperda dana abadi itu. Setelah pandangan umum fraksi, bupati akan memberikan jawaban atas pandangan itu. Juga melalui paripurna.

Baca Juga :  Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Atas Raperda Perubahan APBD 2020

“Baru setelah itu pembentukan pansus (panitia khusus). Usai itu baru pembahasan dengan OPD,” jelasnya.

- Advertisement -

Raperda dana abadi targetnya selesai tahun ini. Rencananya setelah disahkan segera diterapkan. Tahun ini akan dialokasikan Rp 1 triliun APBD untuk program itu.

Anggota Komisi B DPRD Lasuri mengatakan, anggaran dialokasikan ke dana abadi pendidikan masih belum ditentukan. Rencananya satu tahun Rp 1 triliun. Namun juga bisa lebih. “Tapi tergantung hasil pembahasan nanti, ” tuturnya.

Dana abadi itu rencananya hanya tiga tahun. Sehingga 2024 sudah final. Tahun berikutnya bisa mengambil manfaatnya. Rencananya pemkab akan menempatkan dana itu di Bank Jatim. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/