alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Minat Belajar Diniyah Meningkat, Terdata 54 Ribu Santri

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Minat dan kesadaran masyarakat mendidik anaknya pendidikan agama melalui madrasah diniyah takmiliyah (MDT) terus meningkat. Meski sudah menempuh pendidikan di sekolah formal ketika pagi, sorenya anak-anak juga belajar di MDT.

 

Berdasar data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, terdapat sekitar 54 ribu santri MDT. Jumlah MDT mencapai 1.680 lembaga. Terdiri dari MDT jenis ula, wustha, dan uly.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin sore (19/5) anak-anak serius mengaji atau pendidikan agama nonformal di madrasah Masjid Al-Mustajabah, Kelurahan Kadipaten, Bojonegoro.

 

Anak-anak tampak riang belajar mengaji. Rutinitas seperti itu penting di era milenial saat ini. Sebab, memberikan bekal mental pendidikan agama sejak dini sebagai benteng diri anak-anak sebagai generasi bangsa.

Baca Juga :  Jual Bumbu Rujak, Lestarikan Resep Keluarga

 

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Kantor Kemenag Bojonegoro Zaenal Arifin mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat belajar agama cukup tinggi. Sehingga banyak anak-anak belajar di sekolah formal dan madrasah diniyah.

 

“Pagi di sekolah formal, sore madrasah diniyah,” ungkapnya kemarin.

Zaenal menjelaskan, masyarakat sadar belajar agama menjadi kewajiban. Dan memilih madrasah diniyah sebagai lembaga untuk memperoleh ilmu agama. (irv/cho/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Minat dan kesadaran masyarakat mendidik anaknya pendidikan agama melalui madrasah diniyah takmiliyah (MDT) terus meningkat. Meski sudah menempuh pendidikan di sekolah formal ketika pagi, sorenya anak-anak juga belajar di MDT.

 

Berdasar data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, terdapat sekitar 54 ribu santri MDT. Jumlah MDT mencapai 1.680 lembaga. Terdiri dari MDT jenis ula, wustha, dan uly.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin sore (19/5) anak-anak serius mengaji atau pendidikan agama nonformal di madrasah Masjid Al-Mustajabah, Kelurahan Kadipaten, Bojonegoro.

 

Anak-anak tampak riang belajar mengaji. Rutinitas seperti itu penting di era milenial saat ini. Sebab, memberikan bekal mental pendidikan agama sejak dini sebagai benteng diri anak-anak sebagai generasi bangsa.

Baca Juga :  TPK Dijajaki Dibangun Taman Kota

 

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Kantor Kemenag Bojonegoro Zaenal Arifin mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat belajar agama cukup tinggi. Sehingga banyak anak-anak belajar di sekolah formal dan madrasah diniyah.

 

“Pagi di sekolah formal, sore madrasah diniyah,” ungkapnya kemarin.

Zaenal menjelaskan, masyarakat sadar belajar agama menjadi kewajiban. Dan memilih madrasah diniyah sebagai lembaga untuk memperoleh ilmu agama. (irv/cho/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Terancam Tak Bisa Naik Kelas

Prediksi Konsumsi BBM Turun

Tujuh Desa di Cepu Kekeringan

Artikel Terbaru


/