alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Bioskop Lesu, Lima Penonton pun Tetap Diputar

Radar Tuban – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul telak bioskop NSC Ultima Tuban. Tempat menonton pertunjukan film dengan layar lebar di Jalan Basuki Rachmad 215-217 tersebut sekarang ini kondisinya cukup memprihatinkan. Betapa tidak, jumlah penonton bioskop setiap hari bisa dihitung jari.

Raymond Inti Wirawan, owner bioskop ini mengatakan, sejak dibuka kembali pada November 2020 atau sekitar empat bulan lalu, jumlah penonton sangat minim. Meski demikian, pertunjukan sinema tetap diputar. ‘’Hanya lima penonton juga di bukakan studio,’’ ujar Raymond menjawab pertanyaan Jawa Pos Radar Tuban.

Dia menerangkan, NSC Ultima Tuban memutar delapan film per hari. Untuk menaati protokol kesehatan, dari kapasitas 600 kursi pada dua studionya, hanya diisi 240 kursi atau sekitar 40 persen. Teknisnya, antarkursi penonton diberi jarak dua kursi. Raymond mengakui, bisnis bioskop di semua daerah ikut terdampak pandemi.

Baca Juga :  Proyek Gagal Tuntas Dipicu Faktor Bondo Nekat

Seperti halnya sektor bisnis tempat hiburan karaoke, restoran, dan hotel. Bahkan, kata dia, di beberapa kota lain bioskop belum berani buka. ‘’Penonton masih takut karena pandemi gak selesaiselesai,’’ ujar putra sulung pengusaha properti Pepeng Putra Wirawan itu.

Untuk menaikkan jumlah pengunjung, Raymond bersama tim membuat diskon bagi mereka yang membeli tiket dengan jumlah yang ditentukan. Bahkan, untuk media promosi memanfaatkan media sosial. ‘’Segala strategi sudah kita dilakukan,’’ tegas pemuda yang pernah mengikuti penjaringan calon bupati itu.

Manager NSC Ultima Tuban Riza Yanuar Rahman menam bahkan, untuk menyiasati biaya operasional yang cukup besar, pihaknya melakukan perubahan jadwal masuk pekerja bioskop. ‘’Tidak semua masuk setiap hari, ada pergantian sif,’’ ujarnya. (dik)

Baca Juga :  Gus Muhaimin Panglima Santri Menyapa 

Radar Tuban – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul telak bioskop NSC Ultima Tuban. Tempat menonton pertunjukan film dengan layar lebar di Jalan Basuki Rachmad 215-217 tersebut sekarang ini kondisinya cukup memprihatinkan. Betapa tidak, jumlah penonton bioskop setiap hari bisa dihitung jari.

Raymond Inti Wirawan, owner bioskop ini mengatakan, sejak dibuka kembali pada November 2020 atau sekitar empat bulan lalu, jumlah penonton sangat minim. Meski demikian, pertunjukan sinema tetap diputar. ‘’Hanya lima penonton juga di bukakan studio,’’ ujar Raymond menjawab pertanyaan Jawa Pos Radar Tuban.

Dia menerangkan, NSC Ultima Tuban memutar delapan film per hari. Untuk menaati protokol kesehatan, dari kapasitas 600 kursi pada dua studionya, hanya diisi 240 kursi atau sekitar 40 persen. Teknisnya, antarkursi penonton diberi jarak dua kursi. Raymond mengakui, bisnis bioskop di semua daerah ikut terdampak pandemi.

Baca Juga :  Area Penyisiran Ditingkatkan Menjadi 9 Km

Seperti halnya sektor bisnis tempat hiburan karaoke, restoran, dan hotel. Bahkan, kata dia, di beberapa kota lain bioskop belum berani buka. ‘’Penonton masih takut karena pandemi gak selesaiselesai,’’ ujar putra sulung pengusaha properti Pepeng Putra Wirawan itu.

Untuk menaikkan jumlah pengunjung, Raymond bersama tim membuat diskon bagi mereka yang membeli tiket dengan jumlah yang ditentukan. Bahkan, untuk media promosi memanfaatkan media sosial. ‘’Segala strategi sudah kita dilakukan,’’ tegas pemuda yang pernah mengikuti penjaringan calon bupati itu.

Manager NSC Ultima Tuban Riza Yanuar Rahman menam bahkan, untuk menyiasati biaya operasional yang cukup besar, pihaknya melakukan perubahan jadwal masuk pekerja bioskop. ‘’Tidak semua masuk setiap hari, ada pergantian sif,’’ ujarnya. (dik)

Baca Juga :  Menikmati Durian Legendaris Desa Klino, Sekar-Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/