alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pendirian Mall di Tuban Kembali Dikebut

Radar Tuban – Viralnya kampung miliarder membuat investor mulai mengebut proyek yang sebelumnya sempat vakum. Salah satunya pusat perbelanjaan yang sudah direncanakan dibangun sejak dua tahun lalu mulai melengkapi dokumen perizinannya.

Mall tiga lantai yang rencananya berdiri di Jalan Pahlawan ini mulai sosialisasi kepada masyarakat. Dalam pengumuman Amdal tertulis mall didirikan oleh PT Nirvana Wastu Usaha Karya.

Sebuah perusahaan properti yang berkantor Jakarta. Rencana pembangunan di lahan seluas 2,39 hektare dengan luas bangu nan 24.858 meter persegi. Memiliki tiga lantai, dengan berbagai fasilitas. Seperti depart ment store, supermarket, shop, play ground (arena bermain), serta stand food and beverage (makanan dan minuman).

Masih mengacu dokumen tersebut, fasilitas pusat perbelanjaan tersebut juga tersedia ruang terbuka hijau atau taman seluas 1.308 meter persegi. Serta dilengkapi ruko dan lahan parkir kendaraan pengunjung.

Baca Juga :  Pasien Membeludak, RSUD Akhirnya Tambah Ruang UGD Baru

Dalam dokumen Amdal tertulis dampak positif proyek antara lain peningkatan lowongan kerja dan wirausaha masyarakat. Dampak negatifnya yakni peningkatan limbah padat, cair, dan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Rencana pendirian mall ini se benarnya sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Salah satu tujuan investor memilih Tuban untuk pendirian mall karena adanya proyek kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Saat itu, pihak konsultan sudah sempat sosialisasi ke masyarakat sekitar. Na mun rencana pendirian sempat vakum tanpa alasan yang jelas. Setelah viral kampung mi liarder belakangan, rencana pendirian mall kembali dikebut.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Asri Buana membenarkan akan ada proyek mall yang berdiri di Tuban. Namun saat ini, proyek masih dalam tahap pelengkapan izin dan dokumen.

Baca Juga :  Launching dan Kuliah Perdana Pascasarjana Unirow Tuban

‘’Sekarang masih dalam kajian Amdal, selanjutnya yang perlu dilengkapi adalah izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain-lain,’’ ujar dia. Menilai dampak pendirian mall pada Amdal, kata Asri, pusat perbelanjaan tersebut bisa berdiri lebih cepat.

Asalkan kontraktor yang bersangkutan serius melengkapi perizinan yang berlaku. Pejabat definitif sekretaris DPMPTS dan Naker ini menjelaskan perizinan investasi tersebut tak lepas dari dampak kilang minyak yang saat ini dalam proses pembangunan. ‘’Setelah mengantongi izin lengkap, mall sudah bisa dibangun,’’ tuturnya.

Radar Tuban – Viralnya kampung miliarder membuat investor mulai mengebut proyek yang sebelumnya sempat vakum. Salah satunya pusat perbelanjaan yang sudah direncanakan dibangun sejak dua tahun lalu mulai melengkapi dokumen perizinannya.

Mall tiga lantai yang rencananya berdiri di Jalan Pahlawan ini mulai sosialisasi kepada masyarakat. Dalam pengumuman Amdal tertulis mall didirikan oleh PT Nirvana Wastu Usaha Karya.

Sebuah perusahaan properti yang berkantor Jakarta. Rencana pembangunan di lahan seluas 2,39 hektare dengan luas bangu nan 24.858 meter persegi. Memiliki tiga lantai, dengan berbagai fasilitas. Seperti depart ment store, supermarket, shop, play ground (arena bermain), serta stand food and beverage (makanan dan minuman).

Masih mengacu dokumen tersebut, fasilitas pusat perbelanjaan tersebut juga tersedia ruang terbuka hijau atau taman seluas 1.308 meter persegi. Serta dilengkapi ruko dan lahan parkir kendaraan pengunjung.

Baca Juga :  Dikabarkan Kebakaran, SPBU Sleko Hanya Berasap

Dalam dokumen Amdal tertulis dampak positif proyek antara lain peningkatan lowongan kerja dan wirausaha masyarakat. Dampak negatifnya yakni peningkatan limbah padat, cair, dan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Rencana pendirian mall ini se benarnya sudah direncanakan sejak 2018 lalu. Salah satu tujuan investor memilih Tuban untuk pendirian mall karena adanya proyek kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Saat itu, pihak konsultan sudah sempat sosialisasi ke masyarakat sekitar. Na mun rencana pendirian sempat vakum tanpa alasan yang jelas. Setelah viral kampung mi liarder belakangan, rencana pendirian mall kembali dikebut.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Asri Buana membenarkan akan ada proyek mall yang berdiri di Tuban. Namun saat ini, proyek masih dalam tahap pelengkapan izin dan dokumen.

Baca Juga :  Syuting Video Klip di Tuban Belum Melirik Lokasi Wisata Religi

‘’Sekarang masih dalam kajian Amdal, selanjutnya yang perlu dilengkapi adalah izin mendirikan bangunan (IMB) dan lain-lain,’’ ujar dia. Menilai dampak pendirian mall pada Amdal, kata Asri, pusat perbelanjaan tersebut bisa berdiri lebih cepat.

Asalkan kontraktor yang bersangkutan serius melengkapi perizinan yang berlaku. Pejabat definitif sekretaris DPMPTS dan Naker ini menjelaskan perizinan investasi tersebut tak lepas dari dampak kilang minyak yang saat ini dalam proses pembangunan. ‘’Setelah mengantongi izin lengkap, mall sudah bisa dibangun,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/