alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Miliki Tenaga IT, Seharusnya Kendala Belajar Daring Bisa Diselesaikan

Radar Tuban – Banyaknya guru yang tidak memahami pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring tidak bisa dianggap sepele. Sebab, tidak efektifnya pembelajaran online akan berdampak pada perkembangan anak didik.

‘’Belum ada perubahan. Masih sama. Guru hanya memberikan tugas melalui grup WA (WhatsApp). Menyalin jawaban, terus dikumpukan,’’ ujar Iza, salah satu orang tua siswa jenjang SD di Tuban. Iza masih beruntung karena sebagai ibu rumah tangga lebih sering di rumah.

Dengan demi kian, dia memiliki cukup waktu untuk mendampingi dan menjelaskan pada anak. Bagaimana dengan kedua orang tua anak yang sama-sama be kerja? ‘’Sangat mungkin orang tua mengambil simpelnya saja. Orang tua yang mengerjakan, kemudian tinggal dikumpulkan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Jika hal ini terus berlangsung, kata Iza, tingkat pemahaman anak-anak terhadap mata pelajaran akan menurun. Berbeda jika dibandingkan dengan metode yang memungkinkan siswa bisa berinteraksi langsung dengan guru di sekolah dan ber sama teman-temannya.

Baca Juga :  192 Desa Belum Bisa Cairkan ADD

‘’Kalau jenjang SMA maupun mahasiswa mungkin tidak masalah, karena mereka sudah bisa menalar. Tapi, kalau anak-anak usia SD, ini tidak bisa jika hanya diberikan tugas saja,’’ tandas dia yang berharap segera ada perbaikan dari dinas terkait untuk memecahkan pembela jaran daring yang belum optimal ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid me ngatakan, Tuban merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang menjadi pilot project implementasi sistem informasi bantuan operasional sekolah (SiBOS) nontunai. Bahkan, sejumlah kabupaten/ kota melakukan study banding ke Tuban untuk belajar SiBOS.

Salah satu syarat untuk menjalankan SiBOS ini adalah setiap lembaga pendidikan harus memiliki tenaga informasi teknologi (IT) yang andal. Artinya, setiap sekolah di Bumi Wali sudah memiliki tenaga IT. ‘’Sekarang BOS sudah pakai aplikasi semua. Dan, itu mengharuskan setiap sekolah memiliki tenaga IT,’’ katanya.

Baca Juga :  Dilestarikan dan Jadi Event Tahunan

Namun, faktanya tenaga IT yang dimiliki sejumlah sekolah di Tuban belum mampu dimaksimalkan dalam pembelajaran daring. Keberadaan tenaga IT ini yang seharusnya bisa menjadi solusi bagi guru yang tidak bisa mengoperasikan teknologi. ‘’Itu (mengop timalkan tenaga IT, Red) sudah dilakukan. Tenaga IT bisa membantu teman-teman guru yang belum begitu menguasai IT,’’ ujar mantan kepala SMAN Soko itu.

Menurut Khamid, sejumlah kegiatan, seperti pelatihan peningkatan kompetensi guru dan lainnya sudah tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka, melainkan virtual. ‘’Kalau tidak penting sekali sudah jarang kita menggelar rapat tatap muka,’’ terang pejabat yang juga pelatih gulat itu.

Praktis, dengan ditunjuknya Tuban sebagai pilot project implementasi SiBOS sekaligus kesiapan tenaga IT di setiap lembaga tersebut, maka semestinya setiap sekolah sudah mampu menciptakan proses pembelajaran daring dengan memanfaatkan tenaga IT di sekolah. 

Radar Tuban – Banyaknya guru yang tidak memahami pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring tidak bisa dianggap sepele. Sebab, tidak efektifnya pembelajaran online akan berdampak pada perkembangan anak didik.

‘’Belum ada perubahan. Masih sama. Guru hanya memberikan tugas melalui grup WA (WhatsApp). Menyalin jawaban, terus dikumpukan,’’ ujar Iza, salah satu orang tua siswa jenjang SD di Tuban. Iza masih beruntung karena sebagai ibu rumah tangga lebih sering di rumah.

Dengan demi kian, dia memiliki cukup waktu untuk mendampingi dan menjelaskan pada anak. Bagaimana dengan kedua orang tua anak yang sama-sama be kerja? ‘’Sangat mungkin orang tua mengambil simpelnya saja. Orang tua yang mengerjakan, kemudian tinggal dikumpulkan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Jika hal ini terus berlangsung, kata Iza, tingkat pemahaman anak-anak terhadap mata pelajaran akan menurun. Berbeda jika dibandingkan dengan metode yang memungkinkan siswa bisa berinteraksi langsung dengan guru di sekolah dan ber sama teman-temannya.

Baca Juga :  DPT Pilkades Bojonegoro Ditetapkan Akhir Bulan

‘’Kalau jenjang SMA maupun mahasiswa mungkin tidak masalah, karena mereka sudah bisa menalar. Tapi, kalau anak-anak usia SD, ini tidak bisa jika hanya diberikan tugas saja,’’ tandas dia yang berharap segera ada perbaikan dari dinas terkait untuk memecahkan pembela jaran daring yang belum optimal ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid me ngatakan, Tuban merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang menjadi pilot project implementasi sistem informasi bantuan operasional sekolah (SiBOS) nontunai. Bahkan, sejumlah kabupaten/ kota melakukan study banding ke Tuban untuk belajar SiBOS.

Salah satu syarat untuk menjalankan SiBOS ini adalah setiap lembaga pendidikan harus memiliki tenaga informasi teknologi (IT) yang andal. Artinya, setiap sekolah di Bumi Wali sudah memiliki tenaga IT. ‘’Sekarang BOS sudah pakai aplikasi semua. Dan, itu mengharuskan setiap sekolah memiliki tenaga IT,’’ katanya.

Baca Juga :  Sumber Air di Cepokorejo Payau, Wabup Janji Segera Lakukan Kajian

Namun, faktanya tenaga IT yang dimiliki sejumlah sekolah di Tuban belum mampu dimaksimalkan dalam pembelajaran daring. Keberadaan tenaga IT ini yang seharusnya bisa menjadi solusi bagi guru yang tidak bisa mengoperasikan teknologi. ‘’Itu (mengop timalkan tenaga IT, Red) sudah dilakukan. Tenaga IT bisa membantu teman-teman guru yang belum begitu menguasai IT,’’ ujar mantan kepala SMAN Soko itu.

Menurut Khamid, sejumlah kegiatan, seperti pelatihan peningkatan kompetensi guru dan lainnya sudah tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka, melainkan virtual. ‘’Kalau tidak penting sekali sudah jarang kita menggelar rapat tatap muka,’’ terang pejabat yang juga pelatih gulat itu.

Praktis, dengan ditunjuknya Tuban sebagai pilot project implementasi SiBOS sekaligus kesiapan tenaga IT di setiap lembaga tersebut, maka semestinya setiap sekolah sudah mampu menciptakan proses pembelajaran daring dengan memanfaatkan tenaga IT di sekolah. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/