alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Bupati – Wabup Tak Ikut Divaksin Covid-19

Radar Tuban – Vaksinasi Covid-19 di Tuban diagendakan Februari. Sebelum vaksinasi, Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban mulai menyiapkan seluruh prosesnya. Termasuk menyiapkan daftar sepuluh orang pertama yang akan divaksin.

Dalam daftar tersebut, Bupati Tuban Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein tidak tercantum sebagai penerima vaksin. Pertimbangannya karena berusia lebih dari 60 tahun dan masuk dalam kategori orang yang tidak dianjurkan divaksin Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Kumarijati membenarkan bupati dan wabup tak masuk dalam daftar penerima vaksin. Saat ini, satgas menyiapkan sepuluh orang penerima vaksin pertama di Bumi Wali yang terdiri dari seluruh anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) minus bupati dan wabup.

Baca Juga :  Pasar Tradisional - Modern Tetap Buka

Forkopimda yang akan mengikuti vaksin dipastikan harus masuk kategori orang yang layak vaksin. ‘’Pak Bupati dan Pak Wabup usianya lebih dari 60 tahun, jadi tidak ikut divaksin,’’ ujar Endah kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pada vaksinasi nasional dan pemerintah provinsi, satgas melibatkan sosok milenial atau influencer. Salah satunya Raffi Ahmad. Sedangkan Pemprov Jawa Timur mengajak Bayu Skak. Kedua tokoh anak muda tersebut dilibatkan untuk mengajak para generasi muda agar menyukseskan gerakan imunisasi serempak.

Bagaimana dengan Tuban? Endah menjelaskan, mengajak influencer atau tokoh generasi muda cukup berisiko. Apalagi, jika anak muda tersebut kedapatan tak taat protokol kesehatan pasca divaksinasi. Karena itu, satgas lebih mengutamakan keterlibatan sosok tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Semangat, Sehat, dan Berbagi di Masa Pandemi

‘’Jangan sampai setelah vaksin langsung berpesta,’’ kata Endah menyampaikan dampak jika melibatkan influencer muda. Meski namanya masuk dalam daftar penerima vaksin pertama, forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tetap harus melalui tahap skrining.

Selain usia, mereka juga harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan. ‘’Nanti kalau nama-nama sudah fix akan kami kabari,’’ ujar mantan Plt kepala Dinkes Tuban itu ketika ditanya nama-nama di luar anggota for kopimda yang menerima vaksin pertama.

Radar Tuban – Vaksinasi Covid-19 di Tuban diagendakan Februari. Sebelum vaksinasi, Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban mulai menyiapkan seluruh prosesnya. Termasuk menyiapkan daftar sepuluh orang pertama yang akan divaksin.

Dalam daftar tersebut, Bupati Tuban Fathul Huda dan wakil bupati Noor Nahar Hussein tidak tercantum sebagai penerima vaksin. Pertimbangannya karena berusia lebih dari 60 tahun dan masuk dalam kategori orang yang tidak dianjurkan divaksin Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Kumarijati membenarkan bupati dan wabup tak masuk dalam daftar penerima vaksin. Saat ini, satgas menyiapkan sepuluh orang penerima vaksin pertama di Bumi Wali yang terdiri dari seluruh anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) minus bupati dan wabup.

Baca Juga :  Dinkes Lamongan Tunggu Kiriman Vaksin AstraZeneca

Forkopimda yang akan mengikuti vaksin dipastikan harus masuk kategori orang yang layak vaksin. ‘’Pak Bupati dan Pak Wabup usianya lebih dari 60 tahun, jadi tidak ikut divaksin,’’ ujar Endah kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Pada vaksinasi nasional dan pemerintah provinsi, satgas melibatkan sosok milenial atau influencer. Salah satunya Raffi Ahmad. Sedangkan Pemprov Jawa Timur mengajak Bayu Skak. Kedua tokoh anak muda tersebut dilibatkan untuk mengajak para generasi muda agar menyukseskan gerakan imunisasi serempak.

Bagaimana dengan Tuban? Endah menjelaskan, mengajak influencer atau tokoh generasi muda cukup berisiko. Apalagi, jika anak muda tersebut kedapatan tak taat protokol kesehatan pasca divaksinasi. Karena itu, satgas lebih mengutamakan keterlibatan sosok tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Pagelaran Siraman Waranggono Diliburkan

‘’Jangan sampai setelah vaksin langsung berpesta,’’ kata Endah menyampaikan dampak jika melibatkan influencer muda. Meski namanya masuk dalam daftar penerima vaksin pertama, forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tetap harus melalui tahap skrining.

Selain usia, mereka juga harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan. ‘’Nanti kalau nama-nama sudah fix akan kami kabari,’’ ujar mantan Plt kepala Dinkes Tuban itu ketika ditanya nama-nama di luar anggota for kopimda yang menerima vaksin pertama.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/