alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tren Debit Bengawan Solo Merangkak Naik

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo tren meningkat, namun masih di bawah siaga. Pemantauan intens dilakukan mengingat akhir-akhir ini hujan kerap berlangsung. Berdasar TMA di Taman Bengawan Solo (TBS) mengalami kenaikan mulai pukul 00.00 kemarin (18/11). Yakni, setinggi 10,08 meter. Hingga pukul 18.00, TMA di TBS mencapai 10,65 meter.
“Tren TMA Bengawan Solo terus mengalami kenaikan hari ini (kemarin, Red). Debit air di hulu sedang naik,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto.
Ardhian mengatakan, tren TMA Bengawan Solo sedang naik, tetapi status masih normal. Adapun status siaga hijau apabila TMA 12,06 meter, siaga kuning 13,06 meter, dan siaga merah 14,04 meter. “Tren TMA Bengawan Solo tentu bakal ada kenaikan. Karena musim hujan dan ada fenomena la nina, namun diharapkan masyarakat Bengawan Solo senantiasa tetap waspada,” jelasnya.
Dia menambahkan, tim BPBD terus memantau TMA dari hulu. Karena memang bisa diantisipasi dengan menghitung rambatan air dari hulu hingga masuk Bojonegoro. Perlu diketahui, rambatan air Bengawan Solo dari wilayah Ngawi menuju Karangnongko turut Kecamatan Ngraho membutuhkan waktu 16-18 jam. Kemudian, dari Karangnongko menuju Bojonegoro Kota butuh waktu 15-16 jam. Selain itu, laju debit air tersebut selalu diatur oleh bendungan gerak.
Sementara itu, berdasar prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai kemarin hingga besok (20/11) intensitas hujan sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir.

Baca Juga :  Awas Ular Masuk Rumah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo tren meningkat, namun masih di bawah siaga. Pemantauan intens dilakukan mengingat akhir-akhir ini hujan kerap berlangsung. Berdasar TMA di Taman Bengawan Solo (TBS) mengalami kenaikan mulai pukul 00.00 kemarin (18/11). Yakni, setinggi 10,08 meter. Hingga pukul 18.00, TMA di TBS mencapai 10,65 meter.
“Tren TMA Bengawan Solo terus mengalami kenaikan hari ini (kemarin, Red). Debit air di hulu sedang naik,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto.
Ardhian mengatakan, tren TMA Bengawan Solo sedang naik, tetapi status masih normal. Adapun status siaga hijau apabila TMA 12,06 meter, siaga kuning 13,06 meter, dan siaga merah 14,04 meter. “Tren TMA Bengawan Solo tentu bakal ada kenaikan. Karena musim hujan dan ada fenomena la nina, namun diharapkan masyarakat Bengawan Solo senantiasa tetap waspada,” jelasnya.
Dia menambahkan, tim BPBD terus memantau TMA dari hulu. Karena memang bisa diantisipasi dengan menghitung rambatan air dari hulu hingga masuk Bojonegoro. Perlu diketahui, rambatan air Bengawan Solo dari wilayah Ngawi menuju Karangnongko turut Kecamatan Ngraho membutuhkan waktu 16-18 jam. Kemudian, dari Karangnongko menuju Bojonegoro Kota butuh waktu 15-16 jam. Selain itu, laju debit air tersebut selalu diatur oleh bendungan gerak.
Sementara itu, berdasar prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai kemarin hingga besok (20/11) intensitas hujan sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir.

Baca Juga :  Wujud Sinergitas PT PJB UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar dengan Forkopimca

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/