alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Banjir Prestasi dan Apresiasi

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Acara puncak Milad Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro ke-48 berlangsung penuh kebahagian dan kekeluargaan. Banyak apresiasi diberikan di acara berlangsung di depan gedung Bir Ali dan gedung Arofah RSA setempat.
Mulai dari apresiasi untuk para pejuang-pejuang RSA Bojonegoro di masa lampau, karyawan terbaik, karyawan memasuki purna tugas, jajaran struktural dan Pj terbaik, dan kepada karyawan yang mampu berkontribusi positif membangun kegiatan-kegiatan di tingkat ranting maupun Cabang Muhammadyah.
‘’Kami juga memberikan apresiasi kepada guru, siswa dan sekolah berprestasi,” ujar Direktur RSA Bojonegoro dr Tomy Oeky Prasiska RSA Bojonegoro kedepan akan terus berinovasi dan senantiasa menebar kemanfaatan bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.
‘’Selamat milad RSA Bojonegoro ke-48 amanah berbakti untuk umat. Selamat Milad Muhammadiyah ke-109 optimis hadapi Covid-19,’’ ucap Tomy. Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Ns Taufiqurrohman, S. Kep terus memberikan motivasi terhadap direksi dan karyawan RS Aisyiyah. Semangat milad ini, agar RSA yang usianya sudah panjang ini tentu harus diimbangi semangat semakin hebat dan kuat.
Ada perjalanan sangat panjang dari kesuksesan yang diraih. ‘’Lantas apa yang harus dilakukan setelah merasa sukses? Selain bersyukur kepada Allah, tentu kesuksesan ini bukan tujuan akhir, tapi direksi dan jajarannya punya kewajiban menjaga dan mempertahankan kesuksesan ini,’’ ujarnya.
Taufiqurrohman berharap direksi dan jajarannya agar terus membuat inovasi kekinian yang dibutuhkan masyarakat. ‘’Mudah-mudahan rumah sakit yang kita cintai ini akan memberi secara riil pelayanan untuk masyarakat Bojonegoro,’’ ujarnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Drs H Suwito M.Si mengatakan, RSA Bojonegoro telah melalui perjalanan panjang yakni 48 tahun, dari balai pengobatan menjadi RSA yang sebesar ini. ‘’Tentu ini tidak lepas dari perjuangan bapak-bapak terdahulu,’’ tuturnya. Suwito berpesan RSA dikelola dengan manajemen yang bagus. ‘’Amanah ini harus dikelola dengan baik, karena menggaji 470 karyawan kalau tidak dimanaj dengan baik bisa kolaps,’’ pesan Suwito.
Melihat perkembangan RSA yang begitu pesat, Suwito berpesan agar tidak boleh puas dan harus tetap banyak inovasi. ‘’Jangan sampai semakin nglokro dan semakin kebelakang dan akhirnya tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat,’’ ujarnya.
Suwito meminta pelayanan RSA harus ramah dan islami. Melayani pasien dan keluarga pasien dengan ramah dan ikhlas, sungguh- sungguh dan penuh perhatian. ‘’Ini termasuk ahklahulkarimah dan menjadi catatan hati bagi pasien,’’ terang Suwito.

Baca Juga :  Kondisi Hancur, Merangkai Bentuk Semula Perahu Kuno di Desa Padang, Trucuk

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Acara puncak Milad Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro ke-48 berlangsung penuh kebahagian dan kekeluargaan. Banyak apresiasi diberikan di acara berlangsung di depan gedung Bir Ali dan gedung Arofah RSA setempat.
Mulai dari apresiasi untuk para pejuang-pejuang RSA Bojonegoro di masa lampau, karyawan terbaik, karyawan memasuki purna tugas, jajaran struktural dan Pj terbaik, dan kepada karyawan yang mampu berkontribusi positif membangun kegiatan-kegiatan di tingkat ranting maupun Cabang Muhammadyah.
‘’Kami juga memberikan apresiasi kepada guru, siswa dan sekolah berprestasi,” ujar Direktur RSA Bojonegoro dr Tomy Oeky Prasiska RSA Bojonegoro kedepan akan terus berinovasi dan senantiasa menebar kemanfaatan bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.
‘’Selamat milad RSA Bojonegoro ke-48 amanah berbakti untuk umat. Selamat Milad Muhammadiyah ke-109 optimis hadapi Covid-19,’’ ucap Tomy. Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro Ns Taufiqurrohman, S. Kep terus memberikan motivasi terhadap direksi dan karyawan RS Aisyiyah. Semangat milad ini, agar RSA yang usianya sudah panjang ini tentu harus diimbangi semangat semakin hebat dan kuat.
Ada perjalanan sangat panjang dari kesuksesan yang diraih. ‘’Lantas apa yang harus dilakukan setelah merasa sukses? Selain bersyukur kepada Allah, tentu kesuksesan ini bukan tujuan akhir, tapi direksi dan jajarannya punya kewajiban menjaga dan mempertahankan kesuksesan ini,’’ ujarnya.
Taufiqurrohman berharap direksi dan jajarannya agar terus membuat inovasi kekinian yang dibutuhkan masyarakat. ‘’Mudah-mudahan rumah sakit yang kita cintai ini akan memberi secara riil pelayanan untuk masyarakat Bojonegoro,’’ ujarnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Drs H Suwito M.Si mengatakan, RSA Bojonegoro telah melalui perjalanan panjang yakni 48 tahun, dari balai pengobatan menjadi RSA yang sebesar ini. ‘’Tentu ini tidak lepas dari perjuangan bapak-bapak terdahulu,’’ tuturnya. Suwito berpesan RSA dikelola dengan manajemen yang bagus. ‘’Amanah ini harus dikelola dengan baik, karena menggaji 470 karyawan kalau tidak dimanaj dengan baik bisa kolaps,’’ pesan Suwito.
Melihat perkembangan RSA yang begitu pesat, Suwito berpesan agar tidak boleh puas dan harus tetap banyak inovasi. ‘’Jangan sampai semakin nglokro dan semakin kebelakang dan akhirnya tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat,’’ ujarnya.
Suwito meminta pelayanan RSA harus ramah dan islami. Melayani pasien dan keluarga pasien dengan ramah dan ikhlas, sungguh- sungguh dan penuh perhatian. ‘’Ini termasuk ahklahulkarimah dan menjadi catatan hati bagi pasien,’’ terang Suwito.

Baca Juga :  SIG Pabrik Tuban Peduli, Salurkan 38 Hewan Kurban

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/