alexametrics
31.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Awas! Tuban Berpotensi Kembali ke Zona Merah

Radar Tuban – Harapan Kabupaten Tuban kembali ke zona kuning semakin tipis. Jangankan kembali ke zona kuning, untuk sekadar mempertahankan zona oranye pun kian berat menyusul penambahan kasus baru yang terus muncul. Pekan ini menjadi ujian terberat bagi Satgas Covid-19 setempat.

Berdasar data Covid-19 yang dirilis satgas, pekan ini grafis penambahan kasus terkonfirmasi baru terus menanjak. Diawali Senin (16/11) dengan penambahan baru sebanyak 8 orang. Kemudian Selasa (17/11) 10 orang dan kemarin (18/11) naik lagi menjadi 12 orang. Dengan demikian, selama 3 hari ini penambahan kasus baru sudah mencapai 30 orang.

Belum lagi kasus pasien positif yang meninggal dunia. Selama 3 hari ini sudah 2 pasien positif yang meninggal dunia. ‘’Hari ini (rilis yang meninggal dunia, Red) ada satu,’’ kata Kepala Dinas Kese hatan (Dinkes) Tuban Bambang Proyo Utomo kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Diungkapkan Bambang, klaster persebaran Covid-19 hari ini tidak hanya klaster lingkungan, melainkan klaster keluarga. Artinya, setiap keluarga memiliki potensi untuk menularkan ke anggota keluarga yang lain. ‘’Rata-rata pasien yang terpapar masih memiliki ikatan keluarga dengan pasien yang sebe lumnya tertular,’’ terang mantan ke pala Puskesmas Tambakboyo itu.

Baca Juga :  Angka Partisipasi Perempuan Lebih Mendominasi

Dikatakan Bambang, meski penerapan protokol kesehatan sudah menjadi kesadaran bersama, namun di sisi lain masyarakat mulai terbiasa dengan kehidupan normal yang sesungguhnya: berkumpul seperti biasa dan mengindahkan sebagian protokol kesehatan. Ditegaskan dia, era new normal harus menjadi kesadaran kita bersama.

Bahwa era new normal bukan normal yang sesungguhnya, tapi normal dengan kebiasaan yang baru. Yakni, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak). Juru bicara Satgas Covid-19 Endah Nurul Kumarijati menambahkan, yang dikhawatirkan hari ini bukan soal sulitnya kembali ke zona kuning, melainkan potensi kembali ke zona merah.

Sebab, pada awal pekan ini tanda-tanda itu semakin menguat. Yakni, grafik penambahan kasus terkonfirmasi baru terus naik. ‘’Kalau terus seperti ini (kasusnya bertambah, Red) bisa jadi (masuk zona merah lagi, Red),’’ tandas dia yang berharap hal itu tidak terjadi. Karena itu, Endah kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Tuban untuk kembali sadar bahwa saat ini kita masih berada di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai.

Baca Juga :  Siapkan 20 Karateka Untuk Hadapi Kejurnas

Dikatakan dia, disadari atau tidak masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan baru yang sesungguhnya, seakan covid sudah berakhir. ‘’Saat ini kita masih berjuang melawan covid. Jadi, tetap lakukan setiap kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan, jangan lakukan kegiatan kumpul-kumpul yang tidak perlu,’’ tegas dia yang kemudian mengingatkan kepada seluruh masyarakat terkait kondisi perse baran covid yang kembali mengkhawatirkan tersebut.

Seiring dengan penambahan kasus baru sebanyak 12 orang tersebut, jumlah pasien yang menjalani perawatan dan isolasi pun kembali bertambah. Totalnya 75 orang. Rin ciannya, 41 orang menjalani isolasi mandiri di rumah dan rumah isolasi kabupaten. Sisanya, 34 pasien mengalami gejala sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Radar Tuban – Harapan Kabupaten Tuban kembali ke zona kuning semakin tipis. Jangankan kembali ke zona kuning, untuk sekadar mempertahankan zona oranye pun kian berat menyusul penambahan kasus baru yang terus muncul. Pekan ini menjadi ujian terberat bagi Satgas Covid-19 setempat.

Berdasar data Covid-19 yang dirilis satgas, pekan ini grafis penambahan kasus terkonfirmasi baru terus menanjak. Diawali Senin (16/11) dengan penambahan baru sebanyak 8 orang. Kemudian Selasa (17/11) 10 orang dan kemarin (18/11) naik lagi menjadi 12 orang. Dengan demikian, selama 3 hari ini penambahan kasus baru sudah mencapai 30 orang.

Belum lagi kasus pasien positif yang meninggal dunia. Selama 3 hari ini sudah 2 pasien positif yang meninggal dunia. ‘’Hari ini (rilis yang meninggal dunia, Red) ada satu,’’ kata Kepala Dinas Kese hatan (Dinkes) Tuban Bambang Proyo Utomo kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Diungkapkan Bambang, klaster persebaran Covid-19 hari ini tidak hanya klaster lingkungan, melainkan klaster keluarga. Artinya, setiap keluarga memiliki potensi untuk menularkan ke anggota keluarga yang lain. ‘’Rata-rata pasien yang terpapar masih memiliki ikatan keluarga dengan pasien yang sebe lumnya tertular,’’ terang mantan ke pala Puskesmas Tambakboyo itu.

Baca Juga :  Lahirkan Inovasi e-Bikonsi dan Tilik Siswa untuk Permudah KBM Daring

Dikatakan Bambang, meski penerapan protokol kesehatan sudah menjadi kesadaran bersama, namun di sisi lain masyarakat mulai terbiasa dengan kehidupan normal yang sesungguhnya: berkumpul seperti biasa dan mengindahkan sebagian protokol kesehatan. Ditegaskan dia, era new normal harus menjadi kesadaran kita bersama.

Bahwa era new normal bukan normal yang sesungguhnya, tapi normal dengan kebiasaan yang baru. Yakni, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak). Juru bicara Satgas Covid-19 Endah Nurul Kumarijati menambahkan, yang dikhawatirkan hari ini bukan soal sulitnya kembali ke zona kuning, melainkan potensi kembali ke zona merah.

Sebab, pada awal pekan ini tanda-tanda itu semakin menguat. Yakni, grafik penambahan kasus terkonfirmasi baru terus naik. ‘’Kalau terus seperti ini (kasusnya bertambah, Red) bisa jadi (masuk zona merah lagi, Red),’’ tandas dia yang berharap hal itu tidak terjadi. Karena itu, Endah kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Tuban untuk kembali sadar bahwa saat ini kita masih berada di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai.

Baca Juga :  Ciptakan Tari Wak Tangsil demi Eksistensi Seni Sandur

Dikatakan dia, disadari atau tidak masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan baru yang sesungguhnya, seakan covid sudah berakhir. ‘’Saat ini kita masih berjuang melawan covid. Jadi, tetap lakukan setiap kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan, jangan lakukan kegiatan kumpul-kumpul yang tidak perlu,’’ tegas dia yang kemudian mengingatkan kepada seluruh masyarakat terkait kondisi perse baran covid yang kembali mengkhawatirkan tersebut.

Seiring dengan penambahan kasus baru sebanyak 12 orang tersebut, jumlah pasien yang menjalani perawatan dan isolasi pun kembali bertambah. Totalnya 75 orang. Rin ciannya, 41 orang menjalani isolasi mandiri di rumah dan rumah isolasi kabupaten. Sisanya, 34 pasien mengalami gejala sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/