alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pendaftar Harus Segera Mengubah

Temukan Titik Koordinat Melenceng Jauh

Jalur Zonasi Harus Sertakan Kartu Keluarga Asli

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Calon siswa yang mendaftar di SMPN dituju harus kembali mengecek titik koordinat. Temuan hari kedua kemarin (18/5) saat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) banyak ditemukan titik koordinat melenceng atau tidak sesuai.

 

Bahkan, terdapat pendaftar titik koordinatnya melenceng jauh. Tentu, ini bisa merugikan pendaftar jalur zonasi karena berbasis kedekatan lokasi dengan SMPN dituju. Sehingga pendaftar harus mengubahnya sebelum finalisasi pendaftaran.

 

Perubahan titik koordinat bisa dilakukan dengan mengajukan surat ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. Tentu, melalui SD asal siswa. “Dengan surat pengantar dari SD,” kata Kabid Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Fathur Rokhim.

 

Menurut dia, perbedaan titik koordinat rumah hampir terjadi di pendaftar semua SMPN. Penyebabnya berasal data kesalahan sistem data pokok pendidikan (dapodik) sendiri maupun kesalahan operator SD ketika mengisi.

Baca Juga :  Tiga SMPN di Bojonegoro Minim Pendaftar Jalur Zonasi

 

Calon siswa harus secepatnya mengubahnya, terutama PPDB jalur zonasi terakhir besok (20/5). Rokhim menjelaskan, perubahan titik koordinat masih bisa dilakukan. Tentu mengajukan ke disdik melalui SD asal siswa. Sehingga titik koordinat bisa sesuai.

 

Kepala SMPN 1 Bojonegoro M. Munir mengatakan, terdapat beberapa kendala dihadapi pendaftar PPDB tahun ini. Namun, bisa diselesaikan dengan berkoordinasi dengan pihak SD. “Kami mencoba melayani dan memfasilitasi pendaftar,” jelasnya kemarin.

 

Munir mengakui temuan pendaftar dengan titik koordinat rumah dalam sistem kurang sesuai kondisi sebelumnya. Bahkan, terdapat pendaftar dengan titik koordinat melenceng jauh. “Saat pendaftaran kami verifikasi data, dan ditemukan titik koordinat berbeda,” ujar mantan kepala SMPN 2 Gondang itu.

Baca Juga :  Bojonegoro Raih Perak di Kejurprov

 

Perbedaan titik koordinat, menurut Munir, bisa disebabkan kesalahan sistem maupun operator ketika mengisi. Sehingga sebelum melanjutkan pendaftar harus melakukan perubahan titik koodinat. “Berkoordinasi dengan SD asal pendaftar.”

 

Terkait verifikasi kartu keluarga (KK), pihaknya memastikan verifikasi data dilakukan menggunakan KK asli. Hingga kini belum ditemukan kendala. Justru, kendala dialami pendaftar memilih SMPN jauh dari rumah pada pilihan kedua.

 

Sehingga petugas harus memastikan pilihan tersebut, sebelum melakukan pengisian.  “Ada tetap dengan pilihannya, ada yang mengubah untuk meningkatkan peluang diterima di SMPN,” terangnya.

 

Munir mengatakan, pendaftar di sekolahnya terus bertambah. Sekitar 199 pendaftar sudah masuk hingga pukul 11.00 kemarin (18/5). Dengan jarak terjauh sekitar 1,9 kilometer. “Kurang dari dua kilometer,” jelasnya. (irv/rij)

Jalur Zonasi Harus Sertakan Kartu Keluarga Asli

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Calon siswa yang mendaftar di SMPN dituju harus kembali mengecek titik koordinat. Temuan hari kedua kemarin (18/5) saat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) banyak ditemukan titik koordinat melenceng atau tidak sesuai.

 

Bahkan, terdapat pendaftar titik koordinatnya melenceng jauh. Tentu, ini bisa merugikan pendaftar jalur zonasi karena berbasis kedekatan lokasi dengan SMPN dituju. Sehingga pendaftar harus mengubahnya sebelum finalisasi pendaftaran.

 

Perubahan titik koordinat bisa dilakukan dengan mengajukan surat ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. Tentu, melalui SD asal siswa. “Dengan surat pengantar dari SD,” kata Kabid Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Fathur Rokhim.

 

Menurut dia, perbedaan titik koordinat rumah hampir terjadi di pendaftar semua SMPN. Penyebabnya berasal data kesalahan sistem data pokok pendidikan (dapodik) sendiri maupun kesalahan operator SD ketika mengisi.

Baca Juga :  Gelombang Mutasi Dimulai

 

Calon siswa harus secepatnya mengubahnya, terutama PPDB jalur zonasi terakhir besok (20/5). Rokhim menjelaskan, perubahan titik koordinat masih bisa dilakukan. Tentu mengajukan ke disdik melalui SD asal siswa. Sehingga titik koordinat bisa sesuai.

 

Kepala SMPN 1 Bojonegoro M. Munir mengatakan, terdapat beberapa kendala dihadapi pendaftar PPDB tahun ini. Namun, bisa diselesaikan dengan berkoordinasi dengan pihak SD. “Kami mencoba melayani dan memfasilitasi pendaftar,” jelasnya kemarin.

 

Munir mengakui temuan pendaftar dengan titik koordinat rumah dalam sistem kurang sesuai kondisi sebelumnya. Bahkan, terdapat pendaftar dengan titik koordinat melenceng jauh. “Saat pendaftaran kami verifikasi data, dan ditemukan titik koordinat berbeda,” ujar mantan kepala SMPN 2 Gondang itu.

Baca Juga :  Perkantoran dan Pabrik Belum Ada Penerapan WFH

 

Perbedaan titik koordinat, menurut Munir, bisa disebabkan kesalahan sistem maupun operator ketika mengisi. Sehingga sebelum melanjutkan pendaftar harus melakukan perubahan titik koodinat. “Berkoordinasi dengan SD asal pendaftar.”

 

Terkait verifikasi kartu keluarga (KK), pihaknya memastikan verifikasi data dilakukan menggunakan KK asli. Hingga kini belum ditemukan kendala. Justru, kendala dialami pendaftar memilih SMPN jauh dari rumah pada pilihan kedua.

 

Sehingga petugas harus memastikan pilihan tersebut, sebelum melakukan pengisian.  “Ada tetap dengan pilihannya, ada yang mengubah untuk meningkatkan peluang diterima di SMPN,” terangnya.

 

Munir mengatakan, pendaftar di sekolahnya terus bertambah. Sekitar 199 pendaftar sudah masuk hingga pukul 11.00 kemarin (18/5). Dengan jarak terjauh sekitar 1,9 kilometer. “Kurang dari dua kilometer,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Inkonsisten

Artikel Terbaru


/