alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Wisata Air Silowo Telan Dua Korban Jiwa

Radar Tuban – Jeritan Agis Eka, 15, dan Teguh Aditiya, 14, langsung menggegerkan warga sekitar Wisata Air Silowo, di Dusun Santren, Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak, Tuban kemarin (18/5) sekitar pukul 09.45.

Dua remaja asal Kecamatan Tambakboyo itu mengabarkan dua temannya, Bagus Cahyo warga Desa Tambakboyo, dan Jafar Algofahri warga Desa Kenanti, keduanya remaja 14 tahun dari Kecamatan Tambakboyo tewas tenggelam.

Teriakan itu langsung ditanggapi Effendi dan Suprapto, warga tinggal di sekitar wisata berbasis alam tersebut. Mereka lantas mendatangi sumber suara dan mendapati dua remaja tewas di dasar sumber mata air sambil berpelukan. Sumber mata air yang jernih membuat kedua bocah yang tenggelam itu terlihat dari permukaan.

Tenggelamnya dua korban di kedalaman sekitar 2,5 meter itu diduga karena tidak bisa berenang. Kasatreskrim Polres Tuban AKP M. Adhi Makayasa menjelaskan, empat remaja itu datang menggunakan motor dari Kecamatan Tambakboyo. Melihat pintu wisata yang tertutup, tidak lantas putar balik. Sebaliknya, nekat menerobos hingga akhirnya berenang ke sumber mata air sedalam 2,5 meter itu. ‘’Baru 10 menit, dua orang yang masuk kolam langsung tidak lagi kembali ke permukaan,’’ terang dia.

Baca Juga :  Longsor, Sayap Jembatan Bojonegoro - Ngawi Ambrol

Saat kepolisian datang bersama petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, kedua korban tenggelam itu kondisinya sudah tak bernyawa. Diduga mereka tidak bisa berenang dan tidak mengetahui kedalaman kolam tersebut. Para remaja itu nekat menerobos pintu masuk karena ingin liburan pasca Lebaran Idul Fitri. ‘’Kemungkinan menerobos dengan memanjat pintu masuk atau masuk ke selah-selah pintu,’’ ujar polisi berpangkat tiga balok dipundaknya itu.

Adhi menjelaskan, berdasarkan informasi dari warga setempat, wisata tersebut tutup sudah lama sejak sebelum bulan puasa Ramadan. Pemicunya karena pandemi Covid-19 ditambah konflik internal kepengurusan wisata. Namun, saat wisata ditutup, banyak remaja dan anak-anak yang nekat menerobos pintu dan tetap berenang. Termasuk empat remaja dari Kecamatan Tambakboyo yang nekat menerobos pintu masuk untuk berlibur ke kolam sumber alam tersebut.

Baca Juga :  Bantuan Wisata Tunggu P-APBD

Kenekatan pengunjung yang menerobos pintu wisata tersebut menjadi pelajaran bersama. Sebab, wisata berbasis alam yang tidak dijaga petugas sangat berisiko besar menelan korban jiwa. Apalagi para anak-anak yang masih memilki rasa penasaran yang tinggi. Sehingga, untuk semua orang tua agar mengawasi para anaknya saat liburan ke lokasi wisata.

Radar Tuban – Jeritan Agis Eka, 15, dan Teguh Aditiya, 14, langsung menggegerkan warga sekitar Wisata Air Silowo, di Dusun Santren, Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak, Tuban kemarin (18/5) sekitar pukul 09.45.

Dua remaja asal Kecamatan Tambakboyo itu mengabarkan dua temannya, Bagus Cahyo warga Desa Tambakboyo, dan Jafar Algofahri warga Desa Kenanti, keduanya remaja 14 tahun dari Kecamatan Tambakboyo tewas tenggelam.

Teriakan itu langsung ditanggapi Effendi dan Suprapto, warga tinggal di sekitar wisata berbasis alam tersebut. Mereka lantas mendatangi sumber suara dan mendapati dua remaja tewas di dasar sumber mata air sambil berpelukan. Sumber mata air yang jernih membuat kedua bocah yang tenggelam itu terlihat dari permukaan.

Tenggelamnya dua korban di kedalaman sekitar 2,5 meter itu diduga karena tidak bisa berenang. Kasatreskrim Polres Tuban AKP M. Adhi Makayasa menjelaskan, empat remaja itu datang menggunakan motor dari Kecamatan Tambakboyo. Melihat pintu wisata yang tertutup, tidak lantas putar balik. Sebaliknya, nekat menerobos hingga akhirnya berenang ke sumber mata air sedalam 2,5 meter itu. ‘’Baru 10 menit, dua orang yang masuk kolam langsung tidak lagi kembali ke permukaan,’’ terang dia.

Baca Juga :  Anggaran 2022 Dikoordinasikan dengan Bupati-Wabup Terpilih

Saat kepolisian datang bersama petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, kedua korban tenggelam itu kondisinya sudah tak bernyawa. Diduga mereka tidak bisa berenang dan tidak mengetahui kedalaman kolam tersebut. Para remaja itu nekat menerobos pintu masuk karena ingin liburan pasca Lebaran Idul Fitri. ‘’Kemungkinan menerobos dengan memanjat pintu masuk atau masuk ke selah-selah pintu,’’ ujar polisi berpangkat tiga balok dipundaknya itu.

Adhi menjelaskan, berdasarkan informasi dari warga setempat, wisata tersebut tutup sudah lama sejak sebelum bulan puasa Ramadan. Pemicunya karena pandemi Covid-19 ditambah konflik internal kepengurusan wisata. Namun, saat wisata ditutup, banyak remaja dan anak-anak yang nekat menerobos pintu dan tetap berenang. Termasuk empat remaja dari Kecamatan Tambakboyo yang nekat menerobos pintu masuk untuk berlibur ke kolam sumber alam tersebut.

Baca Juga :  Bantuan Wisata Tunggu P-APBD

Kenekatan pengunjung yang menerobos pintu wisata tersebut menjadi pelajaran bersama. Sebab, wisata berbasis alam yang tidak dijaga petugas sangat berisiko besar menelan korban jiwa. Apalagi para anak-anak yang masih memilki rasa penasaran yang tinggi. Sehingga, untuk semua orang tua agar mengawasi para anaknya saat liburan ke lokasi wisata.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/