24 C
Bojonegoro
Saturday, April 1, 2023

Kompetisi Belum Jalan, Butuh Banyak Turnamen

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kompetisi internal Askab PSSI tidak digelar sejak 2020 akibat pandemi membuat pemain sepak bola tak memiliki wadah. Untungnya sejak 2022 hingga tahun ini banyak turnamen sepak bola digelar, baik kelompok umur hingga senior. Tentu, menjadi wadah pemain mengasah kemampuan. Misalnya, Bupati Cup, Gayam Cup, Garuda Cup, terbaru Bojonegoro Premiere League (BPL) digelar mewadahi potensi bibit pesepak bola.

Pelatih Gayam FC Alex Saputro mengatakan, turnamen menjadi ajang mengasah mental bertanding pemain dan menggairahkan pembinaan. Turnamen penting diadakan oleh pegiat sepak bola di kota ini.

Yanuar Andika pembina PSP Purwosari mengatakan, turnamen jadi wadah mengaplikasikan hasil latihan. Staf pelatih bisa mengurai kelemahan dan kekuatan tim maupun individu. ‘’Memberi pengalaman bertanding kepada pemain. Juga mempunyai muara bermain bersifat kompetitif,” jelasnya.

Pembina Leo FC Hidayatus Siroj mengatakan, turnamen di luar agenda askab PSSI harus banyak digalakkan. Terlebih persepakbolaan mulai bergairah. Sehingga turnamen menjadi wadah pembinaan pemain usia dini. ‘’Banyak sekolah sepak bola (SSB) butuh wadah turnamen hingga kompetisi,” terangnya.

Tatus sapaannya, meminta KONI dan askab PSSI bisa memfasilitasi turnamen, kompetisi, hingga talent scouting agar masuk tim Piala Soeratin, Porprov, hingga garuda select. ‘’Perlu ada perwakilan dari askab PSSI datang setiap turnamen memantau bakat pemain,” jelasnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kompetisi internal Askab PSSI tidak digelar sejak 2020 akibat pandemi membuat pemain sepak bola tak memiliki wadah. Untungnya sejak 2022 hingga tahun ini banyak turnamen sepak bola digelar, baik kelompok umur hingga senior. Tentu, menjadi wadah pemain mengasah kemampuan. Misalnya, Bupati Cup, Gayam Cup, Garuda Cup, terbaru Bojonegoro Premiere League (BPL) digelar mewadahi potensi bibit pesepak bola.

Pelatih Gayam FC Alex Saputro mengatakan, turnamen menjadi ajang mengasah mental bertanding pemain dan menggairahkan pembinaan. Turnamen penting diadakan oleh pegiat sepak bola di kota ini.

Yanuar Andika pembina PSP Purwosari mengatakan, turnamen jadi wadah mengaplikasikan hasil latihan. Staf pelatih bisa mengurai kelemahan dan kekuatan tim maupun individu. ‘’Memberi pengalaman bertanding kepada pemain. Juga mempunyai muara bermain bersifat kompetitif,” jelasnya.

Pembina Leo FC Hidayatus Siroj mengatakan, turnamen di luar agenda askab PSSI harus banyak digalakkan. Terlebih persepakbolaan mulai bergairah. Sehingga turnamen menjadi wadah pembinaan pemain usia dini. ‘’Banyak sekolah sepak bola (SSB) butuh wadah turnamen hingga kompetisi,” terangnya.

Tatus sapaannya, meminta KONI dan askab PSSI bisa memfasilitasi turnamen, kompetisi, hingga talent scouting agar masuk tim Piala Soeratin, Porprov, hingga garuda select. ‘’Perlu ada perwakilan dari askab PSSI datang setiap turnamen memantau bakat pemain,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Memasuki Tahap Menegangkan

Lamongan Tempo Doeloe

Belum Ada Penanaman Kenikir Serentak

Ingin Lebih Berkontribusi bagi Negara

Artikel Terbaru

Isi Ngabuburit dengan Fitnes

Ditipu Ajak Cari Adik, Motor Amblas

Nanti Malam Uji Coba ke Surabaya


/