alexametrics
33.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Tim Masev PJO TMMD ke-110 Tinjau TMMD di Wilayah Kodim 0813 Bojonegoro

Radar Bojonegoro – Sejak dibuka 2 Maret lalu, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 Tahun Anggaran 2021 di Desa Ngrancang dan Jatimulyo, keduanya di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro kemarin (18/3) memasuki hari ke-16.

Hasil pengerjaan anggota Satgas TMMD bersama masyarakat desa setempat pun sudah menunjukkan hasil. Saat ini, sasaran kegiatan fisik sudah mencapai 65 persen. Sebagai tindak lanjut pertanggungjawaban pelaksanaan TMMD, kemarin tim Pengawasan dan Evaluasi Penanggung Jawab Operasional (Wasev PJO) TMMD ke-110 yang diketuai Letjen TNI Benny Susianto, S.IP. meninjau lokasi.

Ikut mendampingi Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti, S.A.P., Danrem 082/ CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto, Kasiter Korem 082/CPYJ Mayor Inf Andri, dan jajaran Forkopimda Bojonegoro.

Setibanya dilokasi TMMD di Desa Ngrancang, tim Wasev PJO TMMD langsung menerima laporan progres pelaksanaan dari Komandan SSK TMMD ke-110 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Suroto. Letjen TNI Benny Susianto kepada wartawan mengatakan, TMMD mengerjakan pengaspalan jalan, merenovasi rumah tidak layak huni dan sekolah, serta normalisasi sungai.

Pentingnya normalisasi sungai tersebut, terang dia, berdasarkan laporan kepala desa dengan camat, karena air hujan tidak mengalir pada aliran sungai. Air inilah, kata Benny yang bergerak liar melintasi persawahan dan merusak.

Dengan normalisasi sungai tersebut, Benny berharap mampu mengurangi bahaya banjir dan longsor. Juga aliran sungai bisa bermuara ke sawah dan meningkatan produktivitas pertanian. ‘’Jadi selama ini sungai ini dangkal, sehingga peran sungai tak dirasakan manfaatnya di lingkungannya. Bahkan menjadi sumber musibah kalau musim hujan,’’ terang perwira tinggi AD berpangkat bintang tiga itu.

Benny juga memuji kepala daerah yang memiliki langkah cerdas karena dapat memanfaatkan momentum kegiatan TMMD ini dengan baik. Dia menegaskan, dengan adanya TMMD, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembayaran tukang karena TNI AD mengalokasikan anggaran untuk kegiatan TMMD melalui uang makan prajurit.

Baca Juga :  Baru 191 Desa di Bojonegoro Terima DD

Sementara itu Camat Tambakrejo, Hari Kristianto, S.STP., M.SI mengungkapkan pelaksanaan TMMD ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga kedua desa setempat. Itu karena program TMMD tidak hanya melaksanakan program lintas sektoral dalam pemerataan pembangunan di seluruh bidang dengan harapan ke depan lebih maju, namun juga mempertahankan nilai-nilai gotong royong, sehingga akan tetap terjaga. ‘’Saya ingin memastikan ini betul-betul pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Inilah yang kami inginkan dalam setiap program TMMD,’’ tegasnya.

Percepatan dan Pemerataan Pembangunan di Bojonegoro

Ketika mengunjungi Makodim 0813 Bojonegoro, Letjen TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan, kedatangannya ke Bumi Angling Darmo tersebut untuk mengukur kinerja organisasi Satgas TMMD. Mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan hingga akhir.

Dia berharap program tersebut mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang menjadi sasaran TMMD. Mekanismenya, melalui bottom up planning secara komprehensif dan integral. Sasarannya pun dipilih fisik maupun nonfisik, berdasarkan skala prioritas yang diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah.

Alumni Akmil 1987 ini juga berpesan agar meningkatkan kepedulian untuk memelihara dan merawat sebaik-baiknya hasil program TMMD. Untuk sasaran fisik diharapkan mampu mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha masyarakat di bidang perekonomian dan pemerataan pembangunan. Sementara untuk sasaran nonfisik, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat menuju ke arah yang lebih baik, maju, sejahtera dan mandiri.

‘’Pelihara hubungan yang baik antara TNI-Polri, pemda maupun instansi terkait, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh Agama serta seluruh elemen masyarakat,’’ pungkasnya.

Dan satgas Letkol Inf Bambang Hariyanto dalam paparannya di Gedung Ahmad Yani menyampaikan, kegiatan program TMMD ke- 110 tahun 2021 merupakan bagian operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral bersama instansi terkait dan komponen masyarakat. Tujuannya, membantu program pemerintah kabupaten dalam percepatan dan pemerataan pembangunan.

Baca Juga :  Sukorejo Putra Bojonegoro U-13 Lolos 16 Besar

Dalam pelaksanaanya, terang perwira yang juga Dandim 0813 Bojonegoro ini, TMMD ke-110 didukung SKPD/ OPD melalui kegiatan fisik dan nonfisik sesuai mekanisme bottom up planning dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan stabilitas daerah.

Harapannya, manfaat program TMMD dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Adapun sasaran fisiknya, rehab ruang kelas gedung SD Ngrancang IV, normalisasi sungai Desa Ngrancang dan Jatimulyo, pembangunan jalan aspal, pembangunan saluran drainase, dan rehab rumah tidak layak huni melalui program atap, lantai dan dinding (aladin).

Sedangkan untuk sasaran nonfisik didukung 14 organisasi perangkat desa (OPD) Kabupaten Bojonegoro. Di antaranya, penyuluhan kesehatan, penyuluhan narkoba, pelatihan bela negara, dan bantuan-bantuan sosial. ‘’Untuk mendukung keberhasilan program ini, diperlukan peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk memelihara kemitraan, kemandirian serta menuju ke arah perubahan sikap, kemajuan wilayah, dan taraf hidup masyarakat,’’ kata perwira kelahiran Plumpang, Tuban itu.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam percepatan dan pemerataan pembangunan di Bojonegoro. ‘’Dengan program TMMD ini diharapkan menjadi terobosan percepatan pembangunan di Bojonegoro. Antara desa dan kota sama rata dan sama rasa,’’ katanya.

Bupati kelahiran Tuban ini juga menyampaikan, dengan kegiatan TMMD dan Karya Bakti Skala Besar (KBSB) ini mampu ditingkatkan situasi yang harmonis antar instansi dan elemen masyarakat di wilayah Bojonegoro.

Radar Bojonegoro – Sejak dibuka 2 Maret lalu, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-110 Tahun Anggaran 2021 di Desa Ngrancang dan Jatimulyo, keduanya di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro kemarin (18/3) memasuki hari ke-16.

Hasil pengerjaan anggota Satgas TMMD bersama masyarakat desa setempat pun sudah menunjukkan hasil. Saat ini, sasaran kegiatan fisik sudah mencapai 65 persen. Sebagai tindak lanjut pertanggungjawaban pelaksanaan TMMD, kemarin tim Pengawasan dan Evaluasi Penanggung Jawab Operasional (Wasev PJO) TMMD ke-110 yang diketuai Letjen TNI Benny Susianto, S.IP. meninjau lokasi.

Ikut mendampingi Irdam V Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti, S.A.P., Danrem 082/ CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto, Kasiter Korem 082/CPYJ Mayor Inf Andri, dan jajaran Forkopimda Bojonegoro.

Setibanya dilokasi TMMD di Desa Ngrancang, tim Wasev PJO TMMD langsung menerima laporan progres pelaksanaan dari Komandan SSK TMMD ke-110 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Suroto. Letjen TNI Benny Susianto kepada wartawan mengatakan, TMMD mengerjakan pengaspalan jalan, merenovasi rumah tidak layak huni dan sekolah, serta normalisasi sungai.

Pentingnya normalisasi sungai tersebut, terang dia, berdasarkan laporan kepala desa dengan camat, karena air hujan tidak mengalir pada aliran sungai. Air inilah, kata Benny yang bergerak liar melintasi persawahan dan merusak.

Dengan normalisasi sungai tersebut, Benny berharap mampu mengurangi bahaya banjir dan longsor. Juga aliran sungai bisa bermuara ke sawah dan meningkatan produktivitas pertanian. ‘’Jadi selama ini sungai ini dangkal, sehingga peran sungai tak dirasakan manfaatnya di lingkungannya. Bahkan menjadi sumber musibah kalau musim hujan,’’ terang perwira tinggi AD berpangkat bintang tiga itu.

Benny juga memuji kepala daerah yang memiliki langkah cerdas karena dapat memanfaatkan momentum kegiatan TMMD ini dengan baik. Dia menegaskan, dengan adanya TMMD, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembayaran tukang karena TNI AD mengalokasikan anggaran untuk kegiatan TMMD melalui uang makan prajurit.

Baca Juga :  Jembatan Timbang Tutup, Jadi Penyebab Jalan Rusak

Sementara itu Camat Tambakrejo, Hari Kristianto, S.STP., M.SI mengungkapkan pelaksanaan TMMD ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga kedua desa setempat. Itu karena program TMMD tidak hanya melaksanakan program lintas sektoral dalam pemerataan pembangunan di seluruh bidang dengan harapan ke depan lebih maju, namun juga mempertahankan nilai-nilai gotong royong, sehingga akan tetap terjaga. ‘’Saya ingin memastikan ini betul-betul pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Inilah yang kami inginkan dalam setiap program TMMD,’’ tegasnya.

Percepatan dan Pemerataan Pembangunan di Bojonegoro

Ketika mengunjungi Makodim 0813 Bojonegoro, Letjen TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan, kedatangannya ke Bumi Angling Darmo tersebut untuk mengukur kinerja organisasi Satgas TMMD. Mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan hingga akhir.

Dia berharap program tersebut mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang menjadi sasaran TMMD. Mekanismenya, melalui bottom up planning secara komprehensif dan integral. Sasarannya pun dipilih fisik maupun nonfisik, berdasarkan skala prioritas yang diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah.

Alumni Akmil 1987 ini juga berpesan agar meningkatkan kepedulian untuk memelihara dan merawat sebaik-baiknya hasil program TMMD. Untuk sasaran fisik diharapkan mampu mendorong tumbuh kembangnya usaha-usaha masyarakat di bidang perekonomian dan pemerataan pembangunan. Sementara untuk sasaran nonfisik, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas masyarakat menuju ke arah yang lebih baik, maju, sejahtera dan mandiri.

‘’Pelihara hubungan yang baik antara TNI-Polri, pemda maupun instansi terkait, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh Agama serta seluruh elemen masyarakat,’’ pungkasnya.

Dan satgas Letkol Inf Bambang Hariyanto dalam paparannya di Gedung Ahmad Yani menyampaikan, kegiatan program TMMD ke- 110 tahun 2021 merupakan bagian operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral bersama instansi terkait dan komponen masyarakat. Tujuannya, membantu program pemerintah kabupaten dalam percepatan dan pemerataan pembangunan.

Baca Juga :  Kenaikan Tunjangan Honorer Rp 400 Ribu

Dalam pelaksanaanya, terang perwira yang juga Dandim 0813 Bojonegoro ini, TMMD ke-110 didukung SKPD/ OPD melalui kegiatan fisik dan nonfisik sesuai mekanisme bottom up planning dengan mempertimbangkan aspek kesejahteraan dan stabilitas daerah.

Harapannya, manfaat program TMMD dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Adapun sasaran fisiknya, rehab ruang kelas gedung SD Ngrancang IV, normalisasi sungai Desa Ngrancang dan Jatimulyo, pembangunan jalan aspal, pembangunan saluran drainase, dan rehab rumah tidak layak huni melalui program atap, lantai dan dinding (aladin).

Sedangkan untuk sasaran nonfisik didukung 14 organisasi perangkat desa (OPD) Kabupaten Bojonegoro. Di antaranya, penyuluhan kesehatan, penyuluhan narkoba, pelatihan bela negara, dan bantuan-bantuan sosial. ‘’Untuk mendukung keberhasilan program ini, diperlukan peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk memelihara kemitraan, kemandirian serta menuju ke arah perubahan sikap, kemajuan wilayah, dan taraf hidup masyarakat,’’ kata perwira kelahiran Plumpang, Tuban itu.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam sambutannya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah berkontribusi dalam percepatan dan pemerataan pembangunan di Bojonegoro. ‘’Dengan program TMMD ini diharapkan menjadi terobosan percepatan pembangunan di Bojonegoro. Antara desa dan kota sama rata dan sama rasa,’’ katanya.

Bupati kelahiran Tuban ini juga menyampaikan, dengan kegiatan TMMD dan Karya Bakti Skala Besar (KBSB) ini mampu ditingkatkan situasi yang harmonis antar instansi dan elemen masyarakat di wilayah Bojonegoro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/