alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Akhirnya, PMI Tuban Surplus Stok Plasma

Radar Tuban – Setidaknya butuh waktu tiga bulan sejak memiliki alat donor plasma pada Desember 2020, untuk menjadikan surplus stok plasma di Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban.

Sekarang ini, pasokan plasma yang disimpan di kantor PMI Jalan Pramuka tersebut 118 kantong. Banyaknya stok tersebut tak diimbangi dengan tingginya permintaan rumah sakit rujukan menyusul turunnya tren pasien Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Manajer Pemastian Mutu PMI Tuban Sarju Efendi menjelaskan, stok plasma saat ini 118 kantong. Rinciannya, golongan darah A 36 kantong, golongan darah B 13 kantong, golongan darah O 58 kantong, dan golongan darah AB 11 kantong.

Baca Juga :  Santunan Duka di Bojonegoro Mulai Mengucur, Cairkan 1.018 Ahli Waris

‘’Alhamdulillah bisa memasok plasma karena pendonor lebih banyak, dan permintaan menurun karena tren kasus mulai mereda,’’ terang dia. Pria yang juga humas PMI Tuban ini menyampaikan, jumlah pasokan tersebut sewaktu waktu bisa berubah. Sebab, rumah sakit rujukan sering tiba-tiba meminta plasma jika ada pasien baru.

Jadi untuk sementara pihaknya tidak mau terlena dengan pasokan yang masih surplus tersebut. ‘’Pasokan segini masih tergolong sedikit karena kasus baru masih fluktuatif, jadi masih harus ditambah,’’ ujarnya.

Sarju menyampaikan, meski stok yang dimiliki 100 kantong lebih, tapi persediaan tersebut belum bisa dikatakan banyak. Sebab, permintaan tak terduga dari rumah sakit rujukan dari dalam dan luar Tuban masih berdatangan. Apalagi, sebentar lagi Ramadan.

Baca Juga :  Kemungkinan Munculnya Klaster Pilkada Diketahui Minggu Depan

‘’Kalau bulan puasa kemungkinan sulit mendapat pasokan plasma, jadi ini untuk persediaan,’’ ujarnya. Karena itu, masih ada waktu satu bulan sebelum Ramadan untuk menambah pasokan plasma. Lebih lanjut Sarju menyampaikan, kantong plasma konvalesen dapat bertahan selama satu tahun asalkan disimpan dalam boks bersuhu minus 30 derajat Celcius. ‘’Masih banyak orang yang jiwa kemanusiaannya tinggi, jadi yang mau donor banyak,’’ kata yang berdomisili di Desa Tunah, Kecamatan Semanding itu.

Radar Tuban – Setidaknya butuh waktu tiga bulan sejak memiliki alat donor plasma pada Desember 2020, untuk menjadikan surplus stok plasma di Palang Merah Indonesia (PMI) Tuban.

Sekarang ini, pasokan plasma yang disimpan di kantor PMI Jalan Pramuka tersebut 118 kantong. Banyaknya stok tersebut tak diimbangi dengan tingginya permintaan rumah sakit rujukan menyusul turunnya tren pasien Covid-19 di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Manajer Pemastian Mutu PMI Tuban Sarju Efendi menjelaskan, stok plasma saat ini 118 kantong. Rinciannya, golongan darah A 36 kantong, golongan darah B 13 kantong, golongan darah O 58 kantong, dan golongan darah AB 11 kantong.

Baca Juga :  Kemungkinan Munculnya Klaster Pilkada Diketahui Minggu Depan

‘’Alhamdulillah bisa memasok plasma karena pendonor lebih banyak, dan permintaan menurun karena tren kasus mulai mereda,’’ terang dia. Pria yang juga humas PMI Tuban ini menyampaikan, jumlah pasokan tersebut sewaktu waktu bisa berubah. Sebab, rumah sakit rujukan sering tiba-tiba meminta plasma jika ada pasien baru.

Jadi untuk sementara pihaknya tidak mau terlena dengan pasokan yang masih surplus tersebut. ‘’Pasokan segini masih tergolong sedikit karena kasus baru masih fluktuatif, jadi masih harus ditambah,’’ ujarnya.

Sarju menyampaikan, meski stok yang dimiliki 100 kantong lebih, tapi persediaan tersebut belum bisa dikatakan banyak. Sebab, permintaan tak terduga dari rumah sakit rujukan dari dalam dan luar Tuban masih berdatangan. Apalagi, sebentar lagi Ramadan.

Baca Juga :  Headpiece Tuban Dikenakan di Ajang Puteri Indonesia

‘’Kalau bulan puasa kemungkinan sulit mendapat pasokan plasma, jadi ini untuk persediaan,’’ ujarnya. Karena itu, masih ada waktu satu bulan sebelum Ramadan untuk menambah pasokan plasma. Lebih lanjut Sarju menyampaikan, kantong plasma konvalesen dapat bertahan selama satu tahun asalkan disimpan dalam boks bersuhu minus 30 derajat Celcius. ‘’Masih banyak orang yang jiwa kemanusiaannya tinggi, jadi yang mau donor banyak,’’ kata yang berdomisili di Desa Tunah, Kecamatan Semanding itu.

Artikel Terkait

Most Read

Lima Rumah Roboh di Japah

Satpol PP Tegaskan Belum Berizin

Artikel Terbaru


/