alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Bocah 9 Tahun Meninggal di Kubangan, Begini Kronologisnya

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bocah berusia sembilan tahun bernama Bima Rizky Pratama ditemukan meninggal dunia mengapung di kubangan dekat rumahnya sekitar pukul 13.00 tadi (18/11). Bocah asal Dusun Slinggang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, itu sebelumnya dilaporkan hilang oleh kedua orang tuanya. 

Kapolsek Kedungadem Iptu Fatkur Rahman mengatakan, kronologi penemuan mayat bocah sembilan tahun itu berawal dari laporan orang tua korban kepada kepolisian. Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 01.00 kemarin. 

Saat itu, korban tidur bersama kedua orang tuanya, tiba-tiba hilang keluar rumah. Korban mempunyai keterbelakangan fisik dan mental. “Dini hari itu dilakukan pencarian bersama warga dan kedua orang tua korban. Namun tak kunjung ditemukan,” tutur Kapolsek.

Baca Juga :  Tiga Bulan, 10 Korban Tewas Tenggelam

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 kemarin korban ditemukan mengapung dengan kondisi meninggal dunia di kubangan sedalam satu meter di belakang rumah tetangga korban bernama Waras, 60. Korban pun langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. 

“Orang tua korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi dinyatakan dengan membuat dan menandatangani surat pernyataan,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto membenarkan, seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia akibat tenggelam. Tim BPBD melakukan asesmen.

Berdasar hasil identifikasi, panjang mayat 125 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam pendek. Hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga, dipastikan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. 

Baca Juga :  Sinergi dengan SI, Kinerja SBI Positif  

“Orang tua korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi dinyatakan dengan membuat dan menandatangani surat pernyataan,” jelasnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto membenarkan, bahwa seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia akibat tenggelam. Tim BPBD melakukan asesmen sekaligus memberikan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga korban.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bocah berusia sembilan tahun bernama Bima Rizky Pratama ditemukan meninggal dunia mengapung di kubangan dekat rumahnya sekitar pukul 13.00 tadi (18/11). Bocah asal Dusun Slinggang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, itu sebelumnya dilaporkan hilang oleh kedua orang tuanya. 

Kapolsek Kedungadem Iptu Fatkur Rahman mengatakan, kronologi penemuan mayat bocah sembilan tahun itu berawal dari laporan orang tua korban kepada kepolisian. Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 01.00 kemarin. 

Saat itu, korban tidur bersama kedua orang tuanya, tiba-tiba hilang keluar rumah. Korban mempunyai keterbelakangan fisik dan mental. “Dini hari itu dilakukan pencarian bersama warga dan kedua orang tua korban. Namun tak kunjung ditemukan,” tutur Kapolsek.

Baca Juga :  Pikap Tabrak Truk Akibat PJU Padam 

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 kemarin korban ditemukan mengapung dengan kondisi meninggal dunia di kubangan sedalam satu meter di belakang rumah tetangga korban bernama Waras, 60. Korban pun langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. 

“Orang tua korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi dinyatakan dengan membuat dan menandatangani surat pernyataan,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto membenarkan, seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia akibat tenggelam. Tim BPBD melakukan asesmen.

Berdasar hasil identifikasi, panjang mayat 125 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam pendek. Hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga, dipastikan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. 

Baca Juga :  Sinergi dengan SI, Kinerja SBI Positif  

“Orang tua korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi dinyatakan dengan membuat dan menandatangani surat pernyataan,” jelasnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto membenarkan, bahwa seorang bocah berusia sembilan tahun meninggal dunia akibat tenggelam. Tim BPBD melakukan asesmen sekaligus memberikan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga korban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/