alexametrics
32.3 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Gelar Kegiatan Promotif Preventif, BPJamsostek Bojonegoro Serahkan Bantuan

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Bojonegoro kembali melaksanakan kegiatan promotif preventif tahun 2022 dengan memberikan bantuan kepada perusahaan atau lembaga yang menjadi mitranya Kamis (18/8).

 

Bantuan kali ini diberikan kepada beberapa tiga perusahaan mikro yang merupakan peserta BPJamsostek Bojonegoro berupa 40 unit paket sembako berisikan beras kualitas premium, gula pasir, minyak goreng, susu kental manis, dan madu

 

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Cabang BPJamsostek Bojonegoro. Kepala BPJamsostek Bojonegoro Iman M Amin mengatakan kegiatan promotif preventif yang diberikan hari ini bertemakan peningkatan gizi pekerja.

- Advertisement -

 

Pada tahun ini ada tiga tema kegiatan yang dilaksakan yaitu, pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja berbentuk pelatihan K3/ahli K3 umum, pelatikan Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK), peningkatan gizi pekerja dan penyediaan alat pelindung diri, dan sarana keselamata dan kesehatan kerja dengan pemberian APD.

Baca Juga :  Terminal Jargas di Tengah Kota, DPRD Mengaku Tak Paham

 

Dalam kesempatan ini Iman menjelaskan ada lima program yang diselenggarakan BPJamsostek, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

 

BPJamsostek lahir berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2011 dengan tugas melindungi seluruh pekerja Indonesia, baik formal maupun informal. BPJamsostek adalah Badan Hukum publik non-profit oriented atau tidak mencari keuntungan, murni menjalankan program pemerintah untuk menyejahterakan seluruh tenaga kerja dan keluarganya.

 

Dia menegaskan, Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan bahwa perusahaan kategori besar dan menengah wajib mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke semua program BPJamsostek. Guna perusahaan skala kecil wajib daftar tiga program, yakni JKM, JKK, dan JHT. Namun jika ingin mengikuti program JP juga diperbolehkan.

“Kalau perusahaan skala mikro wajib  mengikuti dua program, JKK dan JKM. Namun jika ingin mengikuti JHT dan JP juga diperbolehkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Usai Hitung Cepat, Sebagian Besar Legowo, Selebihnya Membela Diri

 

Iman mengingatkan, program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sangat penting, karena semua pekerjaan memiliki resiko.

 

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Umum dan SDM Rosalina Wike Widiastuti yang mendampingi Iman menambahkan, program promotif preventif ini merupakan bagian dari upaya untuk dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

 

Selain itu juga sebagai upaya yang dilakukan secara mandiri maupun bersama-sama untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan atau penyakit akibat kerja.

 

Menurutnya, penerima kegiatan ini adalah perusahaan yang memiliki kriteria tertentu, salah satunya tertib administrasi kepesertaan dan tidak menunggak iuran. Harapannya kegiatan promotif preventif ini dapat dilakukan terus menerus sebagai sarana sosialiasi, edukasi, dan informasi kepada stakeholder BPJamsostek mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. (*/bgs)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Bojonegoro kembali melaksanakan kegiatan promotif preventif tahun 2022 dengan memberikan bantuan kepada perusahaan atau lembaga yang menjadi mitranya Kamis (18/8).

 

Bantuan kali ini diberikan kepada beberapa tiga perusahaan mikro yang merupakan peserta BPJamsostek Bojonegoro berupa 40 unit paket sembako berisikan beras kualitas premium, gula pasir, minyak goreng, susu kental manis, dan madu

 

Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Cabang BPJamsostek Bojonegoro. Kepala BPJamsostek Bojonegoro Iman M Amin mengatakan kegiatan promotif preventif yang diberikan hari ini bertemakan peningkatan gizi pekerja.

- Advertisement -

 

Pada tahun ini ada tiga tema kegiatan yang dilaksakan yaitu, pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja berbentuk pelatihan K3/ahli K3 umum, pelatikan Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK), peningkatan gizi pekerja dan penyediaan alat pelindung diri, dan sarana keselamata dan kesehatan kerja dengan pemberian APD.

Baca Juga :  Tatap Muka SD-SMP Ditunda Sampai Aman

 

Dalam kesempatan ini Iman menjelaskan ada lima program yang diselenggarakan BPJamsostek, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

 

BPJamsostek lahir berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2011 dengan tugas melindungi seluruh pekerja Indonesia, baik formal maupun informal. BPJamsostek adalah Badan Hukum publik non-profit oriented atau tidak mencari keuntungan, murni menjalankan program pemerintah untuk menyejahterakan seluruh tenaga kerja dan keluarganya.

 

Dia menegaskan, Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan bahwa perusahaan kategori besar dan menengah wajib mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke semua program BPJamsostek. Guna perusahaan skala kecil wajib daftar tiga program, yakni JKM, JKK, dan JHT. Namun jika ingin mengikuti program JP juga diperbolehkan.

“Kalau perusahaan skala mikro wajib  mengikuti dua program, JKK dan JKM. Namun jika ingin mengikuti JHT dan JP juga diperbolehkan,” tambahnya.

Baca Juga :  PPDB MAN Bojonegoro Tersisa Jalur Reguler

 

Iman mengingatkan, program perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sangat penting, karena semua pekerjaan memiliki resiko.

 

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Umum dan SDM Rosalina Wike Widiastuti yang mendampingi Iman menambahkan, program promotif preventif ini merupakan bagian dari upaya untuk dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

 

Selain itu juga sebagai upaya yang dilakukan secara mandiri maupun bersama-sama untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan atau penyakit akibat kerja.

 

Menurutnya, penerima kegiatan ini adalah perusahaan yang memiliki kriteria tertentu, salah satunya tertib administrasi kepesertaan dan tidak menunggak iuran. Harapannya kegiatan promotif preventif ini dapat dilakukan terus menerus sebagai sarana sosialiasi, edukasi, dan informasi kepada stakeholder BPJamsostek mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. (*/bgs)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/