alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Kibarkan Merah Putih di Kantor, Klenteng, Gunung, Hingga Angkasa

- Advertisement -

Radar Tuban – Persis pada Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaaan Republik Indonesia kemarin (17/8) sekitar pukul 10.00, bendera Merah Putih dikibarkan dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya di kantor pemerintah dan swasta, dari tempat-tempat terpencil dan ekstrem pun Sang Saka Merah Putih dikibarkan.

Ya, peringatan kemerdekaan tak hanya milik kalangan tertentu, tapi seluruh bangsa Indonesia tanpa memandang etnis, suku, dan agama. Di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, kemarin untuk kali pertama umat dan karyawan kelenteng setempat menggelar upacara peringatan kemerdekaaan. Jiwa nasionalisme umat minoritas tersebut ditunjukkan di pelataran depan altar. Berbalut semangat kebhinekaan, mereka bergotong royong ikut membangun Indonesia.

Di Bukit Glodakan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, para atlet paralayang mengobarkan kegigihannya mengibarkan Sang Dwi Warna di angkasa. Dari atas bukit dengan ketinggian sekitar 128 meter di atas permukaan laut (Dpl) inilah, simbol negara tersebut berkibar beberapa menit sebelum atlet yang mengibarkan landing di dasar tebing.

Di Gunung Nglai, Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan, puluhan komunitas trail Tuban bersama warga setempat menggelar upacara di atas gunung. Prosesi pengibaran tak kalah heroik. Dari kaki gunung, bendera dibawa motor trail menaiki dan menurun tebing, serta menembus hutan belantara.

Baca Juga :  Tahun 2022, Pemerintah Pertahankan Keseimbangan dalam Penanganan

Aktivis pecinta alam yang tergabung dalam Akarina tak kalah semangat. Mereka dengan gigih berani bergelantungan di atas tali karmantel langit-langit Gua Ngerong Rengel untuk mengibarkan bendera Merah-Putih.

- Advertisement -

Sementara aktivitas pecinta alam lainnya berdiri khidmat di dasar gua memberikan penghormatan. Satkoryon Banser Plumpang menunjukkan jiwa nasionalismenya dengan mengibarkan bendera Merah-Putih raksasa berukuran 20×10 meter di Puncak Gua Bajul, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang.

Kecintaan warga Perumahan Manunggal Asri, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding terhadap tanah airnya juga ditunjukkan melalui upacara bendera. Warga perumahan setempat tampak antusias mengikuti upacara yang berlangsung di lingkungan setempat. Mulai dari balita, anak-anak, remaja hingga orang dewasa, semuanya guyub mengikuti upacara.

Rangkaian upacara yang dimulai dari pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Proklamasi, Pancasila, dan UUD 45 itu berlangsung lancar dan penuh makna. Sepintas, tampak kelucuan dari anak-anak dan ibu-ibu yang menggendong anaknya. Ya, upacara ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Utamanya pada anak-anak.

Baca Juga :  Cemerlangnya Pelayanan Perizinan, Penanaman Modal, Hubungan Industrial

Sementara itu, upacara pengibaran bendera Merah Putih yang digelar Pemkab Tuban berlangsung sederhana. Upacara yang digelar secara terbatas tersebut dilaksanakan di halaman kantor pemkab setempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bertindak sebagai inspektur upacara bupati Aditya Halindra Faridzky.

Dalam amanahnya, bupati menyampaikan bahwa tema HUT Kemerdekaan tahun ini mengandung semangat berbangsa dalam menghadapi setiap cobaan. ‘’Tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh menjadi semangat menyongsong masa depan meski di tengah pandemi Covid-19,’’ tuturnya.

Hadir dalam peringatan momentum bersejarah tersebut, wabup Riyadi, sekda Budi Wiyana, dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pegawai pemkab. Upacara tersebut juga diikuti oleh seluruh OPD dan kecamatan se-Kabupaten Tuban secara virtual.

Usai upacara, bupati bersama wabup dan forkopimda mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo secara virtual di Pendapa Krido Manunggal. Selanjutnya, digelar resepsi kenegaraan. Tampak hadir Haeny Relawati Rini Widyastuti, ibunda bupati, tokoh veteran, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Radar Tuban – Persis pada Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaaan Republik Indonesia kemarin (17/8) sekitar pukul 10.00, bendera Merah Putih dikibarkan dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya di kantor pemerintah dan swasta, dari tempat-tempat terpencil dan ekstrem pun Sang Saka Merah Putih dikibarkan.

Ya, peringatan kemerdekaan tak hanya milik kalangan tertentu, tapi seluruh bangsa Indonesia tanpa memandang etnis, suku, dan agama. Di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, kemarin untuk kali pertama umat dan karyawan kelenteng setempat menggelar upacara peringatan kemerdekaaan. Jiwa nasionalisme umat minoritas tersebut ditunjukkan di pelataran depan altar. Berbalut semangat kebhinekaan, mereka bergotong royong ikut membangun Indonesia.

Di Bukit Glodakan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, para atlet paralayang mengobarkan kegigihannya mengibarkan Sang Dwi Warna di angkasa. Dari atas bukit dengan ketinggian sekitar 128 meter di atas permukaan laut (Dpl) inilah, simbol negara tersebut berkibar beberapa menit sebelum atlet yang mengibarkan landing di dasar tebing.

Di Gunung Nglai, Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan, puluhan komunitas trail Tuban bersama warga setempat menggelar upacara di atas gunung. Prosesi pengibaran tak kalah heroik. Dari kaki gunung, bendera dibawa motor trail menaiki dan menurun tebing, serta menembus hutan belantara.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Intensitas Air Hujan Naik 40 Persen

Aktivis pecinta alam yang tergabung dalam Akarina tak kalah semangat. Mereka dengan gigih berani bergelantungan di atas tali karmantel langit-langit Gua Ngerong Rengel untuk mengibarkan bendera Merah-Putih.

- Advertisement -

Sementara aktivitas pecinta alam lainnya berdiri khidmat di dasar gua memberikan penghormatan. Satkoryon Banser Plumpang menunjukkan jiwa nasionalismenya dengan mengibarkan bendera Merah-Putih raksasa berukuran 20×10 meter di Puncak Gua Bajul, Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang.

Kecintaan warga Perumahan Manunggal Asri, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding terhadap tanah airnya juga ditunjukkan melalui upacara bendera. Warga perumahan setempat tampak antusias mengikuti upacara yang berlangsung di lingkungan setempat. Mulai dari balita, anak-anak, remaja hingga orang dewasa, semuanya guyub mengikuti upacara.

Rangkaian upacara yang dimulai dari pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Proklamasi, Pancasila, dan UUD 45 itu berlangsung lancar dan penuh makna. Sepintas, tampak kelucuan dari anak-anak dan ibu-ibu yang menggendong anaknya. Ya, upacara ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Utamanya pada anak-anak.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Komitmen Lanjutkan Program Jaring Pengaman Sosial

Sementara itu, upacara pengibaran bendera Merah Putih yang digelar Pemkab Tuban berlangsung sederhana. Upacara yang digelar secara terbatas tersebut dilaksanakan di halaman kantor pemkab setempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bertindak sebagai inspektur upacara bupati Aditya Halindra Faridzky.

Dalam amanahnya, bupati menyampaikan bahwa tema HUT Kemerdekaan tahun ini mengandung semangat berbangsa dalam menghadapi setiap cobaan. ‘’Tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh menjadi semangat menyongsong masa depan meski di tengah pandemi Covid-19,’’ tuturnya.

Hadir dalam peringatan momentum bersejarah tersebut, wabup Riyadi, sekda Budi Wiyana, dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pegawai pemkab. Upacara tersebut juga diikuti oleh seluruh OPD dan kecamatan se-Kabupaten Tuban secara virtual.

Usai upacara, bupati bersama wabup dan forkopimda mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo secara virtual di Pendapa Krido Manunggal. Selanjutnya, digelar resepsi kenegaraan. Tampak hadir Haeny Relawati Rini Widyastuti, ibunda bupati, tokoh veteran, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/