alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Terkait Tingginya Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Desak Evaluasi Satgas Peduli Perempuan dan Anak di Bojonegoro

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) Bojonegoro menilai upaya pencegahan terhadap kasus kekerasan seksual masih kurang optimal.

 

Padahal, jumlah satuan tugas (satgas) perlindungan perempuan dan anak lebih dari 1.000 personel. Karena itu, harapannya dilakukan evaluasi terhadap kinerja satgas PPA.

 

Perwakilan APPA Nafidatul Himah menerangkan, pihaknya sudah audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, untuk mendorong evaluasi satgas PPA, agar capaian Bojonegoro sebagai kabupaten layak anak bukan sekadar label.

- Advertisement -

 

Karena, kenyataannya kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan masih tinggi.

 

“Satgas PPA itu banyak, harus ada evaluasi. Sehingga bisa mengoptimalkan gaji satgas PPA untuk terjun di lapangan secara maksimal guna upaya pencegahan, edukasi, dan sebagainya,” ujar Himah.

Baca Juga :  PPKM Diperpanjang, Sekolah Tatap Muka Diundur Lebih Lama

 

Selain itu, APPA juga meminta dukungan DP3AKB Bojonegoro selaku perwakilan eksekutif untuk sama-sama mendorong agar raperda PPA mampu disahkan tahun ini.

 

APPA pun masih proses menyusun masukan-masukan guna memperkaya dan mematangkan isi draf raperda PPA. “Semoga bisa segera terselesaikan masukan dari APPA untuk draf raperda PPA,” katanya.

 

Terpisah, Kepala DP3AKB Bojonegoro Heru Sugiharto menerangkan, bahwa peran satgas PPA tidak hanya fokus pada permasalahan kekerasan seksual saja. Tapi juga beragam bidang serta program milik DP3AKB Bojonegoro.

Lalu perihal Bojonegoro mendapat status kabupaten layak anak itu dinilai secara komprehensif.

 

“Suksesnya DP3AKB tentu tak lepas dari peran satgas PPA. Kalau melihat jangan diambil sepotong-potong, tapi harus melihat secara komprehensif. Program atau bidang kami itu ada PPA, pengendalian penduduk, KB, dan sebagainya,” bebernya.

Baca Juga :  Bansos Kabupaten Tak Kunjung Cair, Bansos Pusat Dirapel 3 Bulan

Tugas satgas PPA pun terdiri atas penjangkauan, pendampingan, pembinaan, dan edukasi. “Pendekatannya fokus secara promotif dan preventif. Tujuannya pun untuk pembangunan manusia,” ucapnya.

 

Disinggung perihal jumlah kasus kekerasan seksual yang masih tinggi, Heru menilai justru yang dibutuhkan memang transparansi. Mengingat kasus kekerasan seksual itu seperti gunung es.

 

“Kami terus mendorong transparansi. Banyaknya kasus kekerasan seksual kan karena datanya dibuka. Jangan sampai datanya kelihatan sedikit karena ditutup-tutupi,” ungkapnya. (bgs/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) Bojonegoro menilai upaya pencegahan terhadap kasus kekerasan seksual masih kurang optimal.

 

Padahal, jumlah satuan tugas (satgas) perlindungan perempuan dan anak lebih dari 1.000 personel. Karena itu, harapannya dilakukan evaluasi terhadap kinerja satgas PPA.

 

Perwakilan APPA Nafidatul Himah menerangkan, pihaknya sudah audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, untuk mendorong evaluasi satgas PPA, agar capaian Bojonegoro sebagai kabupaten layak anak bukan sekadar label.

- Advertisement -

 

Karena, kenyataannya kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan masih tinggi.

 

“Satgas PPA itu banyak, harus ada evaluasi. Sehingga bisa mengoptimalkan gaji satgas PPA untuk terjun di lapangan secara maksimal guna upaya pencegahan, edukasi, dan sebagainya,” ujar Himah.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Fitri Potensi Bareng

 

Selain itu, APPA juga meminta dukungan DP3AKB Bojonegoro selaku perwakilan eksekutif untuk sama-sama mendorong agar raperda PPA mampu disahkan tahun ini.

 

APPA pun masih proses menyusun masukan-masukan guna memperkaya dan mematangkan isi draf raperda PPA. “Semoga bisa segera terselesaikan masukan dari APPA untuk draf raperda PPA,” katanya.

 

Terpisah, Kepala DP3AKB Bojonegoro Heru Sugiharto menerangkan, bahwa peran satgas PPA tidak hanya fokus pada permasalahan kekerasan seksual saja. Tapi juga beragam bidang serta program milik DP3AKB Bojonegoro.

Lalu perihal Bojonegoro mendapat status kabupaten layak anak itu dinilai secara komprehensif.

 

“Suksesnya DP3AKB tentu tak lepas dari peran satgas PPA. Kalau melihat jangan diambil sepotong-potong, tapi harus melihat secara komprehensif. Program atau bidang kami itu ada PPA, pengendalian penduduk, KB, dan sebagainya,” bebernya.

Baca Juga :  Dua Berkas Kasus Penculikan dan Persetubuhan Dilimpah ke Kejari

Tugas satgas PPA pun terdiri atas penjangkauan, pendampingan, pembinaan, dan edukasi. “Pendekatannya fokus secara promotif dan preventif. Tujuannya pun untuk pembangunan manusia,” ucapnya.

 

Disinggung perihal jumlah kasus kekerasan seksual yang masih tinggi, Heru menilai justru yang dibutuhkan memang transparansi. Mengingat kasus kekerasan seksual itu seperti gunung es.

 

“Kami terus mendorong transparansi. Banyaknya kasus kekerasan seksual kan karena datanya dibuka. Jangan sampai datanya kelihatan sedikit karena ditutup-tutupi,” ungkapnya. (bgs/msu)

Artikel Terkait

Most Read

BPR Menerima Modal Tertinggi

Penjualan Motor Bebek Bekas Menurun

Ban Pecah, Infus Berserakan

Artikel Terbaru


/