alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Lima Titik CCTV Awasi Alun-Alun Tuban

Radar Tuban – Sebanyak lima closed circuit television (CCTV) yang dipasang mengelilingi Alun-Alun Tuban seharusnya cukup untuk membuat orang takut bertindak di luar batas. Selain itu, kondisi ruang terbuka hijau tersebut tidak pernah sepi dari berbagai aktivitas. Termasuk patroli petugas gabungan.

Pasangan muda-mudi berinisial AN dan NS yang digerebek petugas satpol PP, Rabu (15/7) malam menjadi bukti bahwa keramaian lapangan di tengah kota tersebut ditambah pengawasan CCTV tak membuat mereka takut. Merekapun tetap nekat berbuat asusila.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Tuban Sumarno menjelaskan, lima CCTV itu dipasang sejak dua tahun lalu.

Rinciannya, 2 unit di depan SMPN 1 Tuban, 2 unit di dekat tiang bendera, dan 1 unit lain di pintu masuk timur. ‘’Selalu on 24 jam,’’ kata dia menjelaskan kondisi CCTV kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Uruk Sungai, Proyek JLS Diprotes Warga

Kelima kamera pengintai tersebut terkoneksi dengan DPRKP, dishub, dan Polres Tuban. Tujuannya untuk mengawasi arus lalu lintas, taman, dan tangan jahil yang sering merusak fasilitas umum.

Kamera tersebut selama ini membantu banyak petugas jika ada permasalahan di sekitar titik keramaian tersebut. Sumarno mengatakan, untuk di sepanjang Jalan Sunan Bonang sementara belum terpasang CCTV.

Pertimbangannya lokasi jalan tersebut sangat ramai. Selain untuk parkir kompleks wisata religi, juga untuk parkir jamaah masjid. Celah inilah yang diperkirakan menjadi peluang pasangan muda-mudi tersebut untuk berbuat mesum di titik yang tidak diawasi kamera pengintai itu.

Radar Tuban – Sebanyak lima closed circuit television (CCTV) yang dipasang mengelilingi Alun-Alun Tuban seharusnya cukup untuk membuat orang takut bertindak di luar batas. Selain itu, kondisi ruang terbuka hijau tersebut tidak pernah sepi dari berbagai aktivitas. Termasuk patroli petugas gabungan.

Pasangan muda-mudi berinisial AN dan NS yang digerebek petugas satpol PP, Rabu (15/7) malam menjadi bukti bahwa keramaian lapangan di tengah kota tersebut ditambah pengawasan CCTV tak membuat mereka takut. Merekapun tetap nekat berbuat asusila.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Tuban Sumarno menjelaskan, lima CCTV itu dipasang sejak dua tahun lalu.

Rinciannya, 2 unit di depan SMPN 1 Tuban, 2 unit di dekat tiang bendera, dan 1 unit lain di pintu masuk timur. ‘’Selalu on 24 jam,’’ kata dia menjelaskan kondisi CCTV kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Pandemi saat ini, Tak Cukup Andalkan Prokes Saja

Kelima kamera pengintai tersebut terkoneksi dengan DPRKP, dishub, dan Polres Tuban. Tujuannya untuk mengawasi arus lalu lintas, taman, dan tangan jahil yang sering merusak fasilitas umum.

Kamera tersebut selama ini membantu banyak petugas jika ada permasalahan di sekitar titik keramaian tersebut. Sumarno mengatakan, untuk di sepanjang Jalan Sunan Bonang sementara belum terpasang CCTV.

Pertimbangannya lokasi jalan tersebut sangat ramai. Selain untuk parkir kompleks wisata religi, juga untuk parkir jamaah masjid. Celah inilah yang diperkirakan menjadi peluang pasangan muda-mudi tersebut untuk berbuat mesum di titik yang tidak diawasi kamera pengintai itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/