alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Rumah Pompa Air Pengendali Banjir di Desa Kalirejo, Bojonegoro

Proyek Tak Rampung, Kontraktor Diputus Kontrak

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua proyek pembangunan rumah pompa air pengendali banjir pengerjaannya molor. Lokasinya di Kecamatan Kota, yakni Desa Kalirejo dan Desa Semanding. Dua proyek menggunakan anggaran APBD 2021.

 

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di kedua lokasi proyek, hanya rumah pompa pengendali banjir di Semanding yang rampung. Sedangkan, proyek rumah pompa air pengendali banjir di Kalirejo belum rampung. Terlihat baru berdiri fondasi di samping pintu air. Sementara bangunan rumah pompa airnya belum dibangun.

 

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro Erick Firdaus, proyek rumah pompa air di Desa Kalirejo memang belum rampung. Dan sudah diputus kontrak pada 28 April lalu.

 

“Kontraktor yang menggarap proyek tersebut sudah diputus kontrak. Kontraktor sudah diberi kesempatan perpanjangan pengerjaan, tapi ternyata penyelesaian tidak sesuai dengan jadwal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

Baca Juga :  Teror Ular Masuk Rumah, Ternyata Tak Takut Garam

Ia menjelaskan, penyebab mundurnya pengerjaan proyek senilai Rp 2,7 miliar itu akibat pengerjaannya saat musim hujan. Sehingga, arus Bengawan Solo lumayan deras mengakibatkan proses pengerjaan kurang maksimal. “Karena memang pekerjaan di PU SDA ini kalau (kontraktor) tidak bisa me-manage waktu pengerjaan dengan baik, pasti tidak maksimal,” bebernya.

 

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro berusaha mengonfirmasi pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut yakni Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya melalui sambungan telepon, namun belum ada respons.

 

Perlu diketahui, berdasar data dari laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, dua proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir dibagi menjadi empat paket proyek. Di antaranya proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo pagu senilai Rp 3,35 miliar dengan pemenang lelang CV Wijaya Karya asal Blora, Jawa Tengah. Harga penawarannya Rp 2,7 miliar.

Baca Juga :  Elemen Suporter Persibo Desak Bentuk Tim Teknis

 

Lalu, pembelian pompa air di Desa Kalirejo pagu senilai Rp 4,2 miliar dengan pemenang lelang Imaza Sabda Perkasa asal Purworejo, Jawa Tengah. Harga penawarannya Rp 4 miliar.

 

Sementara itu, lelang pagu proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Semanding Rp 3,35 miliar dimenangkan CV Putra Kelana asal Kabupaten Tuban dengan harga penawaran Rp 2,6 miliar. Sedangkan lelang pagu pembelian pompa air di Desa Semanding Rp 3,7 miliar dimenangkan CV Tamaro Nusantara asal Tangerang, Banten dengan harga penawaran Rp 3,5 miliar. (bgs/rij)

BERSERAKAN: Kondisi proyek rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo belum jadi. Kontraktor diputus kontrak. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua proyek pembangunan rumah pompa air pengendali banjir pengerjaannya molor. Lokasinya di Kecamatan Kota, yakni Desa Kalirejo dan Desa Semanding. Dua proyek menggunakan anggaran APBD 2021.

 

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di kedua lokasi proyek, hanya rumah pompa pengendali banjir di Semanding yang rampung. Sedangkan, proyek rumah pompa air pengendali banjir di Kalirejo belum rampung. Terlihat baru berdiri fondasi di samping pintu air. Sementara bangunan rumah pompa airnya belum dibangun.

 

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro Erick Firdaus, proyek rumah pompa air di Desa Kalirejo memang belum rampung. Dan sudah diputus kontrak pada 28 April lalu.

 

“Kontraktor yang menggarap proyek tersebut sudah diputus kontrak. Kontraktor sudah diberi kesempatan perpanjangan pengerjaan, tapi ternyata penyelesaian tidak sesuai dengan jadwal,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Jalan Meningkat Drastis

Ia menjelaskan, penyebab mundurnya pengerjaan proyek senilai Rp 2,7 miliar itu akibat pengerjaannya saat musim hujan. Sehingga, arus Bengawan Solo lumayan deras mengakibatkan proses pengerjaan kurang maksimal. “Karena memang pekerjaan di PU SDA ini kalau (kontraktor) tidak bisa me-manage waktu pengerjaan dengan baik, pasti tidak maksimal,” bebernya.

 

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bojonegoro berusaha mengonfirmasi pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tersebut yakni Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya melalui sambungan telepon, namun belum ada respons.

 

Perlu diketahui, berdasar data dari laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, dua proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir dibagi menjadi empat paket proyek. Di antaranya proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo pagu senilai Rp 3,35 miliar dengan pemenang lelang CV Wijaya Karya asal Blora, Jawa Tengah. Harga penawarannya Rp 2,7 miliar.

Baca Juga :  Ukir Prestasi dan Kepedulian Terhadap Sesama

 

Lalu, pembelian pompa air di Desa Kalirejo pagu senilai Rp 4,2 miliar dengan pemenang lelang Imaza Sabda Perkasa asal Purworejo, Jawa Tengah. Harga penawarannya Rp 4 miliar.

 

Sementara itu, lelang pagu proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Semanding Rp 3,35 miliar dimenangkan CV Putra Kelana asal Kabupaten Tuban dengan harga penawaran Rp 2,6 miliar. Sedangkan lelang pagu pembelian pompa air di Desa Semanding Rp 3,7 miliar dimenangkan CV Tamaro Nusantara asal Tangerang, Banten dengan harga penawaran Rp 3,5 miliar. (bgs/rij)

BERSERAKAN: Kondisi proyek rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo belum jadi. Kontraktor diputus kontrak. (BHAGAS DANI PURWOKO/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/