alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

2.718 Bansos Yatim di Bojonegoro Belum Cair

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penyaluran bantuan sosial (bansos) anak yatim masih belum tuntas. Sebanyak 2.718 anak yatim hingga kini masih belum menerima bansos. Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro berjanji mengebut proses validasi agar pencairan bisa segera tuntas.

 

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Dinsos Bojonegoro Murtiasih Fatimah menjelaskan, tahun ini jumlah anak yatim penerima bansos sebanyak 6.857 orang. Dari jumlah itu yang sudah cair sebanyak 4.139 orang. Sisanya sebanyak 2.718 anak belum menerima.

 

‘’Saat ini masih kami kebut agar bisa segera cair,’’ jelasnya.

Proses saat ini verifikasi dan validasi. Dinsos mengebut proses itu agar para penerima bisa segera mendapatkannya. Pencairan bansos anak yatim dilakukan dua kali. Saat ini mereka sudah cair baru menarima separo dari dana dialokasikan. Sisanya diberikan semester kedua.

Baca Juga :  KB Kookmin Jadi Pemilik Baru Bukopin

 

Murti menjelaskan, mekanisme pencairan anggaran dua kali itu untuk mengantisipasi penggunaan anggaran agar sesuai peruntukan. Sehingga, anggaran tidak langsung habis. ‘’Memang diatur demikian agar bisa tepat penggunaanya,’’ jelasnya.

 

Setiap anak yatim akan menerima Rp 1,5 juta per tahun. Tahap pertama diberikan Rp 750 ribu. Sisanya diterimakan pada tahap kedua. Total alokasi anggaran disiapkan Rp 10,2 miliar. Sedikit menurun dibanding tahun lalu mencapai Rp 11 miliar.

 

Murti menjelaskan, anak yatim menerima bansos maksimal berusia 15 tahun. Jika sudah melawati usia, bantuan akan dihentikan. Setiap tahun ada ratusan anak sudah keluar dari kriteria penerima. Namun, mereka digantikan anak yatim baru terdaftar. ‘’Kalau tahun ini baru terdaftar, baru akan menerima tahun depan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Desa Kedungsumber Jadi Desa Terbaik Nasional

 

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro  Ahmad Supriyanto meminta dinsos agar mempercepat pencairan bansos itu. Sehingga, anggaran bisa segera terserap. ‘’Khawatirnya nanti penyerapan anggaran tidak maksimal. Kalau bisa harus dipercepat,’’ jelasnya.

 

Menurut Pri, selama ini bansos bersumber APBD banyak digelontorkan. Bantuan-bantuan itu bisa membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu. Karena itu dia meminta dinsos benar-benar memvalidasi data penerimanya. Sehingga, tidak salah sasaran penerima. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Penyaluran bantuan sosial (bansos) anak yatim masih belum tuntas. Sebanyak 2.718 anak yatim hingga kini masih belum menerima bansos. Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro berjanji mengebut proses validasi agar pencairan bisa segera tuntas.

 

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Dinsos Bojonegoro Murtiasih Fatimah menjelaskan, tahun ini jumlah anak yatim penerima bansos sebanyak 6.857 orang. Dari jumlah itu yang sudah cair sebanyak 4.139 orang. Sisanya sebanyak 2.718 anak belum menerima.

 

‘’Saat ini masih kami kebut agar bisa segera cair,’’ jelasnya.

Proses saat ini verifikasi dan validasi. Dinsos mengebut proses itu agar para penerima bisa segera mendapatkannya. Pencairan bansos anak yatim dilakukan dua kali. Saat ini mereka sudah cair baru menarima separo dari dana dialokasikan. Sisanya diberikan semester kedua.

Baca Juga :  Hasil Tes Kesehatan Bisa Gugurkan Paslon

 

Murti menjelaskan, mekanisme pencairan anggaran dua kali itu untuk mengantisipasi penggunaan anggaran agar sesuai peruntukan. Sehingga, anggaran tidak langsung habis. ‘’Memang diatur demikian agar bisa tepat penggunaanya,’’ jelasnya.

 

Setiap anak yatim akan menerima Rp 1,5 juta per tahun. Tahap pertama diberikan Rp 750 ribu. Sisanya diterimakan pada tahap kedua. Total alokasi anggaran disiapkan Rp 10,2 miliar. Sedikit menurun dibanding tahun lalu mencapai Rp 11 miliar.

 

Murti menjelaskan, anak yatim menerima bansos maksimal berusia 15 tahun. Jika sudah melawati usia, bantuan akan dihentikan. Setiap tahun ada ratusan anak sudah keluar dari kriteria penerima. Namun, mereka digantikan anak yatim baru terdaftar. ‘’Kalau tahun ini baru terdaftar, baru akan menerima tahun depan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Akhiri Isu Tarik Ulur Pelantikan

 

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro  Ahmad Supriyanto meminta dinsos agar mempercepat pencairan bansos itu. Sehingga, anggaran bisa segera terserap. ‘’Khawatirnya nanti penyerapan anggaran tidak maksimal. Kalau bisa harus dipercepat,’’ jelasnya.

 

Menurut Pri, selama ini bansos bersumber APBD banyak digelontorkan. Bantuan-bantuan itu bisa membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu. Karena itu dia meminta dinsos benar-benar memvalidasi data penerimanya. Sehingga, tidak salah sasaran penerima. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/