alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Sinyal Positif Wisata Tuban di Awal Tahun

Radar Tuban – Setelah mati suri selama 2020, wisata di Tuban mulai menunjukkan tren positif. Sekarang ini, kunjungannya mulai stabil mendekati angka rata-rata bulanan.

Pada triwulan pertama 2021, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban mencatat kunjungan ke tempat wisata yang dikelola pemkab mulai ke angka normal. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kabid Pariwisata Disparbudpora Tuban Suwanto mengatakan, sebelum pandemi atau 2019, kunjungan ke lokasi wisata milik pemkab sebanyak 248.046 orang.

Jumlah kunjungan tersebut meliputi Gua Akbar, Pan tai Boom, dan Pemandian Bektiharjo. Pada 2020, kunjungan pada tiga destinasi wisata tersebut anjlok separo tinggal 110.661 orang saja.

Persisnya, pada tiga bulan pertama 2021 berjumlah 35.023 orang. Pejabat lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu menjelaskan, angka kunjungan tersebut menjadi sinyal positif perekonomian wisata di Bumi Wali.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Lakukan Razia Pemutusan Rantai Covid-19

Sebab, dari kunjungan selama dua setengah bulan terakhir, angkanya hampir menyentuh normal. Jika konsisten pada angka tersebut, kata Suwanto, kunjungan di lokasi wisata pelat merah pada tahun ini bisa menyentuh normal. Suwanto menjelaskan, vaksinasi masal memberi sinyal positif tumbuh kembangnya sektor pariwisata.

Apalagi, saat ini semua petugas wisata sudah mulai didata untuk divaksin. Seperti diketahui selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, kunjungan wisata dibatasi maksimal hanya boleh menerima pengunjung 30 persen dari kuota.

‘’Harapannya, setelah vaksinasi petugas wisata selesai, kunjungan bisa kembali normal,’’ katanya. Tak hanya wisata pelat merah. Beberapa tempat wisata yang dikelola swasta pun mulai menunjukkan kenaikan kunjungan.

Baca Juga :  Tanggul Waduk Sundulan Jebol, 110 KK Terendam

Meski demikian, Suwanto meng imbau semua pengelola wisata agar tetap taat terhadap protokol kesehatan. Dia mengingatkan potensi penularan virus korona selama pandemi masih belum usai. ‘’Inginnya ekonomi wisata kembali hidup, tapi tetap jangan sampai mengesampingkan faktor kesehatan,’’ tegasnya.

Radar Tuban – Setelah mati suri selama 2020, wisata di Tuban mulai menunjukkan tren positif. Sekarang ini, kunjungannya mulai stabil mendekati angka rata-rata bulanan.

Pada triwulan pertama 2021, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban mencatat kunjungan ke tempat wisata yang dikelola pemkab mulai ke angka normal. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kabid Pariwisata Disparbudpora Tuban Suwanto mengatakan, sebelum pandemi atau 2019, kunjungan ke lokasi wisata milik pemkab sebanyak 248.046 orang.

Jumlah kunjungan tersebut meliputi Gua Akbar, Pan tai Boom, dan Pemandian Bektiharjo. Pada 2020, kunjungan pada tiga destinasi wisata tersebut anjlok separo tinggal 110.661 orang saja.

Persisnya, pada tiga bulan pertama 2021 berjumlah 35.023 orang. Pejabat lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu menjelaskan, angka kunjungan tersebut menjadi sinyal positif perekonomian wisata di Bumi Wali.

Baca Juga :  Virus Sudah Bermutasi, Apakah Vaksin Masih Efektif?

Sebab, dari kunjungan selama dua setengah bulan terakhir, angkanya hampir menyentuh normal. Jika konsisten pada angka tersebut, kata Suwanto, kunjungan di lokasi wisata pelat merah pada tahun ini bisa menyentuh normal. Suwanto menjelaskan, vaksinasi masal memberi sinyal positif tumbuh kembangnya sektor pariwisata.

Apalagi, saat ini semua petugas wisata sudah mulai didata untuk divaksin. Seperti diketahui selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, kunjungan wisata dibatasi maksimal hanya boleh menerima pengunjung 30 persen dari kuota.

‘’Harapannya, setelah vaksinasi petugas wisata selesai, kunjungan bisa kembali normal,’’ katanya. Tak hanya wisata pelat merah. Beberapa tempat wisata yang dikelola swasta pun mulai menunjukkan kenaikan kunjungan.

Baca Juga :  Suporter Persibo Bojonegoro Desak Sally Mundur

Meski demikian, Suwanto meng imbau semua pengelola wisata agar tetap taat terhadap protokol kesehatan. Dia mengingatkan potensi penularan virus korona selama pandemi masih belum usai. ‘’Inginnya ekonomi wisata kembali hidup, tapi tetap jangan sampai mengesampingkan faktor kesehatan,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/