alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Kacabdin: Kasek Harus Terus Berinovasi dan Memotivasi GTT

Radar Tuban – Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMAN Kabupaten Tuban kemarin (17/3) menggelar pembinaan kepala sekolah (kasek) dan wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kurikulum. Pembinanya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd, MM.

Pembinaan tersebut berlangsung di SMAN 1 Senori dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Hadir pada kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahun tersebut kasek dan wakasek bidang kurikulum SMAN se-Bumi Wali.

Hadir juga Kacabdin Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd, MM. yang didampingi kaasi SMA Sri Hartati, koordinator pengawas SMA Agus Huda, dan pengawas kabupaten Mambaul Musofa.

Kacabdin Adi Prayitno mengatakan, dalam pembinaan ini dirinya meminta kepala sekolah untuk terus memotivasi dan membimbing guru tidak tetap (GTT) untuk terus mengembangkan kemampuan diri dengan belajar. Pentingnya pengembangan kemampuan diri tersebut, kata dia, untuk menyambut program Kemendikbud terkait kesempatan seluruh guru honorer untuk mengikuti seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Baca Juga :  Ajak Sehat dengan Video Klip Zumba

‘’Saya berharap kepada kepala sekolah untuk terus mengarahkan GTT dengan mengasah diri dan keterampilannya. Salah satunya dengan belajar dan mengikuti try out di laman Kemendikbud Guru belajar,’’ ujarnya saat diwa wancarai usai memberikan pengarahan.

Pendidik yang berdomisili di Nganjuk ini menyampaikan, dalam pembelajaran di masa sulit selama pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kepala sekolah diminta merapatkan barisan dan berkoordinasi dengan komponen yang ada. Salah satu nya berkoordinasi dengan pihak forkopimcam setempat.

Menurut dia, hal itu penting untuk menentukan penerapan sistem pembelajaran. Terlebih, status zona itu bersifat fluktuatif dan sekolah-sekolah tersebar di seluruh kecamatan. Adi menegaskan, kasek harus proaktif koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan satgas setempat. ‘’Ini penting untuk mengambil langkah dengan patokan regulasi konstitusi dalam menerapkan sistem pembelajaran luring atau daring,’’ katanya.

Baca Juga :  Tuban Kembali ke Zona Merah

Selain itu, mantan kepala SMAN 2 Nganjuk ini juga menuntut kasek menghasilkan inovasi pem be lajaran. Dikatakan Adi, pandemi bukanlah penghalang yang berarti dalam mencerdaskan anak bangsa dan menum buhkan prestasi. Di bagian lain, kacabdin juga berharap setelah pembinaan ini, kasek senantiasa meningkatkan kompetensinya, sehingga sekolah yang di nakhodainya dapat tumbuh dan berkembang.

‘’Jika kompetensi kepala sekolah berkembang, nanti sekolahnya juga akan mengikutinya,’’ tandasnya. Ketua MKKS SMAN Tuban Suparlin mengatakan, pembinaan kasek yang diselenggarakan lembaganya digelar rutin minimal setahun sekali.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memberikan imunisasi atau suntikan pengetahuan dari pimpinan, yaitu kacabdin kepada teman-teman kepala sekolah. ‘’Arahan-Arahan yang di sampaikan kacabdin tadi memang yang kita harapkan. Nantinya arahan tersebut menjadikan stimulus untuk kita kepala sekolah dalam melaksanakan tugas,’’ katanya.

Radar Tuban – Musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMAN Kabupaten Tuban kemarin (17/3) menggelar pembinaan kepala sekolah (kasek) dan wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kurikulum. Pembinanya Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd, MM.

Pembinaan tersebut berlangsung di SMAN 1 Senori dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Hadir pada kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahun tersebut kasek dan wakasek bidang kurikulum SMAN se-Bumi Wali.

Hadir juga Kacabdin Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd, MM. yang didampingi kaasi SMA Sri Hartati, koordinator pengawas SMA Agus Huda, dan pengawas kabupaten Mambaul Musofa.

Kacabdin Adi Prayitno mengatakan, dalam pembinaan ini dirinya meminta kepala sekolah untuk terus memotivasi dan membimbing guru tidak tetap (GTT) untuk terus mengembangkan kemampuan diri dengan belajar. Pentingnya pengembangan kemampuan diri tersebut, kata dia, untuk menyambut program Kemendikbud terkait kesempatan seluruh guru honorer untuk mengikuti seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

Baca Juga :  Menanti Respons UMKM, Biaya Sertifikasi Halal Turun

‘’Saya berharap kepada kepala sekolah untuk terus mengarahkan GTT dengan mengasah diri dan keterampilannya. Salah satunya dengan belajar dan mengikuti try out di laman Kemendikbud Guru belajar,’’ ujarnya saat diwa wancarai usai memberikan pengarahan.

Pendidik yang berdomisili di Nganjuk ini menyampaikan, dalam pembelajaran di masa sulit selama pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kepala sekolah diminta merapatkan barisan dan berkoordinasi dengan komponen yang ada. Salah satu nya berkoordinasi dengan pihak forkopimcam setempat.

Menurut dia, hal itu penting untuk menentukan penerapan sistem pembelajaran. Terlebih, status zona itu bersifat fluktuatif dan sekolah-sekolah tersebar di seluruh kecamatan. Adi menegaskan, kasek harus proaktif koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan satgas setempat. ‘’Ini penting untuk mengambil langkah dengan patokan regulasi konstitusi dalam menerapkan sistem pembelajaran luring atau daring,’’ katanya.

Baca Juga :  Syafiq Syauqi, Di Antara 7 Tokoh Pengusul Pergantian Menag

Selain itu, mantan kepala SMAN 2 Nganjuk ini juga menuntut kasek menghasilkan inovasi pem be lajaran. Dikatakan Adi, pandemi bukanlah penghalang yang berarti dalam mencerdaskan anak bangsa dan menum buhkan prestasi. Di bagian lain, kacabdin juga berharap setelah pembinaan ini, kasek senantiasa meningkatkan kompetensinya, sehingga sekolah yang di nakhodainya dapat tumbuh dan berkembang.

‘’Jika kompetensi kepala sekolah berkembang, nanti sekolahnya juga akan mengikutinya,’’ tandasnya. Ketua MKKS SMAN Tuban Suparlin mengatakan, pembinaan kasek yang diselenggarakan lembaganya digelar rutin minimal setahun sekali.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memberikan imunisasi atau suntikan pengetahuan dari pimpinan, yaitu kacabdin kepada teman-teman kepala sekolah. ‘’Arahan-Arahan yang di sampaikan kacabdin tadi memang yang kita harapkan. Nantinya arahan tersebut menjadikan stimulus untuk kita kepala sekolah dalam melaksanakan tugas,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/