alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Disdik Akui Belum Semua Guru Memahami Pembelajaran Daring

Radar Tuban – Bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, pembelajaran jarak jauh secara daring merupakan tantangan baru yang harus di hadapi dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Karenanya, tidak ada kata tidak siap. Semuanya harus siap. ‘’Kami sangat menyadari. Saat awal pandemi, secara tiba-tiba semua di minta untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah secara online, ya memang banyak yang tidak siap. Tapi tidak ada pilihan lain, kecuali harus dilaksanakan,’’ kata Kepala Disdik Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Karena itulah, terang Khamid, jika masih ada keterbatasan dalam adaptasi sistem pembelajaran baru ini masih bisa dimaklumi, karena semua dilaksanakan secara tiba-tiba dan cepat. Termasuk masih banyaknya guru yang belum memahami sepenuhnya arti sistem pembelajaran daring. Sehingga, hanya tugas-tugas saja yang diberikan kepada anak melalui pesan SMS maupun WhatsApp.

Baca Juga :  Daftar Haji Sekarang, Berangkat 2055

Padahal, daring yang sesungguhnya hanya memindahkan media pembelajaran dari tatap muka di sekolah menjadi online melalui platform pembelajaran yang sudah tersedia, seperti meeting zoom, classroom, maupun aplikasi yang lain. Artinya, tetap ada interaksi antara guru dengan siswa dalam menyampaikan pelajaran.

‘’Meskipun daring, tapi tetap harus ada sisi penyampaian materi yang disampaikan guru. Bisa dalam bentuk komunikasi langsung melalui telepon maupun zoom. Atau semacam video. Jadi, tidak langsung memberikan tugas,’’ jelas mantan kepala SMAN 1 Soko itu.

Lebih lanjut Khamid menyampaikan, pemahaman semacam itu sebenarnya sudah sering disampaikan kepada guru-guru. Namun, tentu membutuhkan proses untuk bisa memahamkan semua. Terlebih, bagi pendidik yang kurang bisa mengoperasikan teknologi karena faktor usia.

Baca Juga :  Animo Seleksi Calon Pemain Persatu Cukup Tinggi

‘’Soal SDM (guru, Red), kami akui juga masih ada (yang belum bisa menjalankan sistem pembelajaran dari yang sesungguhnya, Red). Tapi, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan SDM para guru melalui pelatihan-pelatihan,’’ terangnya.

Di sisi lain, pejabat yang juga pelatih gulat ini menyampaikan, setiap orang tua juga harus memiliki kesadaran bersama dalam menjalankan pembelajaran daring. Sehingga, setiap kekurangan tidak hanya dibebankan pada lembaga pendidikan atau guru. Terlebih, bagi orang tua yang anaknya masih SD, TK, dan PAUD. ‘’Usia-usia itu (SD, TK, dan PAUD, Red) masih membutuhkan pen dampingan dari orang. Jadi, orang tua juga harus memahami itu,’’ tuturnya.

Radar Tuban – Bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, pembelajaran jarak jauh secara daring merupakan tantangan baru yang harus di hadapi dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Karenanya, tidak ada kata tidak siap. Semuanya harus siap. ‘’Kami sangat menyadari. Saat awal pandemi, secara tiba-tiba semua di minta untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah secara online, ya memang banyak yang tidak siap. Tapi tidak ada pilihan lain, kecuali harus dilaksanakan,’’ kata Kepala Disdik Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Karena itulah, terang Khamid, jika masih ada keterbatasan dalam adaptasi sistem pembelajaran baru ini masih bisa dimaklumi, karena semua dilaksanakan secara tiba-tiba dan cepat. Termasuk masih banyaknya guru yang belum memahami sepenuhnya arti sistem pembelajaran daring. Sehingga, hanya tugas-tugas saja yang diberikan kepada anak melalui pesan SMS maupun WhatsApp.

Baca Juga :  HUT Ke-23 PAN, Santuni Anak Yatim- Duafa

Padahal, daring yang sesungguhnya hanya memindahkan media pembelajaran dari tatap muka di sekolah menjadi online melalui platform pembelajaran yang sudah tersedia, seperti meeting zoom, classroom, maupun aplikasi yang lain. Artinya, tetap ada interaksi antara guru dengan siswa dalam menyampaikan pelajaran.

‘’Meskipun daring, tapi tetap harus ada sisi penyampaian materi yang disampaikan guru. Bisa dalam bentuk komunikasi langsung melalui telepon maupun zoom. Atau semacam video. Jadi, tidak langsung memberikan tugas,’’ jelas mantan kepala SMAN 1 Soko itu.

Lebih lanjut Khamid menyampaikan, pemahaman semacam itu sebenarnya sudah sering disampaikan kepada guru-guru. Namun, tentu membutuhkan proses untuk bisa memahamkan semua. Terlebih, bagi pendidik yang kurang bisa mengoperasikan teknologi karena faktor usia.

Baca Juga :  Wisata Dibuka, Masuk Tertib, di Dalam Cenderung Abai

‘’Soal SDM (guru, Red), kami akui juga masih ada (yang belum bisa menjalankan sistem pembelajaran dari yang sesungguhnya, Red). Tapi, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan SDM para guru melalui pelatihan-pelatihan,’’ terangnya.

Di sisi lain, pejabat yang juga pelatih gulat ini menyampaikan, setiap orang tua juga harus memiliki kesadaran bersama dalam menjalankan pembelajaran daring. Sehingga, setiap kekurangan tidak hanya dibebankan pada lembaga pendidikan atau guru. Terlebih, bagi orang tua yang anaknya masih SD, TK, dan PAUD. ‘’Usia-usia itu (SD, TK, dan PAUD, Red) masih membutuhkan pen dampingan dari orang. Jadi, orang tua juga harus memahami itu,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/