alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pengerjaan Proyek P-APBD Tuban Dikejar Waktu

Radar Tuban – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tanggungan proyek fisik yang didanai perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2021 dituntut kejar tayang. Pasalnya, proyek P-APBD tersebut diperkirakan hanya memiliki waktu pengerjaan kurang lebih dua bulan.

Asumsi waktu pengerjaan yang sangat mepet tersebut karena sampai saat ini proyek yang bersumber dari perubahan anggaran keuangan (PAK) belum dilelang. Proyek fisik PAK di dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), misalnya.

Belum satu pun paket proyek yang masuk proses lelang di unit layanan pengadaan (ULP). ‘’Kami targetkan seminggu ini sudah masuk di ULP (untuk selanjutnya dilakukan proses lelang, Red),’’ kata Kepala DPUPR Tuban Agung Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (16/9).

Baca Juga :  DPRD Minta Pasien Covid Harus Tertangani

Agung mengakui proyek P-APBD harus berkejaran dengan waktu. Menurutnya, dengan sisa waktu tiga bulan sebelum tutup tahun anggaran 2021 ini, waktu pengerjaan proyek hanya tersisa kurang lebih dua bulan. Sebab, proses lelang hingga tanda tangan kontrak juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Paling tidak 3 hingga 4 minggu. ‘’Perkiraan kami, waktu pengerjaan hanya dua bulan,’’ ujar Agung. Dengan waktu yang sangat pendek tersebut, lanjut dia, maka tidak ada kata santai. Semua harus berkejaran dengan waktu. ‘’Kalau perlu harus dilembur,’’ tegasnya.Begitu juga dengan calon rekanan yang akan mengerjakan proyek P-APBD, harus benar-benar yang fight.

Kesiapan untuk mengerjakan proyek dengan waktu yang cukup pendek itu harus benar-benar dibuktikan di awal. ‘’Harus benar-benar dicek sebelum ditetapkan sebagai pemenang. Baik kesiapan finansial maupun tenaga kerja. Karena sistem kerjanya berkejaran dengan waktu,’’ terang mantan kabag pengadaan barang dan jasa dan administrasi setda itu.

Baca Juga :  BKPP Bojonegoro Ungkap Kekurangan 6.378 Pegawai Negeri Sipil

Bagaimana progres proyek yang bersumber dari APBD murni? Agung menyampaikan, untuk proyek APBD 2021 progresnya cukup bagus. ‘’Insya Allah untuk yang bersumber dari APBD murni akan selesai tepat waktu, karena masih ada waktu hingga akhir tahun,’’ tandasnya.

Radar Tuban – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tanggungan proyek fisik yang didanai perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2021 dituntut kejar tayang. Pasalnya, proyek P-APBD tersebut diperkirakan hanya memiliki waktu pengerjaan kurang lebih dua bulan.

Asumsi waktu pengerjaan yang sangat mepet tersebut karena sampai saat ini proyek yang bersumber dari perubahan anggaran keuangan (PAK) belum dilelang. Proyek fisik PAK di dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), misalnya.

Belum satu pun paket proyek yang masuk proses lelang di unit layanan pengadaan (ULP). ‘’Kami targetkan seminggu ini sudah masuk di ULP (untuk selanjutnya dilakukan proses lelang, Red),’’ kata Kepala DPUPR Tuban Agung Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (16/9).

Baca Juga :  Pembatasan Jam Malam, UMKM Terapkan Delivery Order

Agung mengakui proyek P-APBD harus berkejaran dengan waktu. Menurutnya, dengan sisa waktu tiga bulan sebelum tutup tahun anggaran 2021 ini, waktu pengerjaan proyek hanya tersisa kurang lebih dua bulan. Sebab, proses lelang hingga tanda tangan kontrak juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Paling tidak 3 hingga 4 minggu. ‘’Perkiraan kami, waktu pengerjaan hanya dua bulan,’’ ujar Agung. Dengan waktu yang sangat pendek tersebut, lanjut dia, maka tidak ada kata santai. Semua harus berkejaran dengan waktu. ‘’Kalau perlu harus dilembur,’’ tegasnya.Begitu juga dengan calon rekanan yang akan mengerjakan proyek P-APBD, harus benar-benar yang fight.

Kesiapan untuk mengerjakan proyek dengan waktu yang cukup pendek itu harus benar-benar dibuktikan di awal. ‘’Harus benar-benar dicek sebelum ditetapkan sebagai pemenang. Baik kesiapan finansial maupun tenaga kerja. Karena sistem kerjanya berkejaran dengan waktu,’’ terang mantan kabag pengadaan barang dan jasa dan administrasi setda itu.

Baca Juga :  Tunjangan Transportasi DPRD Naik Jadi Rp 9,8 Juta

Bagaimana progres proyek yang bersumber dari APBD murni? Agung menyampaikan, untuk proyek APBD 2021 progresnya cukup bagus. ‘’Insya Allah untuk yang bersumber dari APBD murni akan selesai tepat waktu, karena masih ada waktu hingga akhir tahun,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Melancong Luar Kota Jadi Idola

Pemkab Belum Sepakat

Sebelum Masuk Masjid Cuci Tangan

Artikel Terbaru


/