alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

ARMAYA MANGKUNEGARA (SETIA-NEGARA) DEKLARASIKAN SIMPATISAN PEMUDA

Radar Tuban – Singkatan Setia-Negara untuk kali pertama di-publish di kafe Jack Dentie, Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang kemarin (16/8) sekitar pukul 9.30. Acaranya Deklarasi Simpatisan Pemuda Kecamatan Palang Pendukung Setiajit-RM. Armaya Mangkunegara.

Deklarasi yang dihadiri kedua pasangan calon bupati-wabup tersebut sangat sederhana. Hanya jamuan santai yang diakhiri santap tumpeng. Cancoko, tim relawan ketika membuka acara tersebut mengatakan, deklarasi tersebut sekaligus tasyakuran atas turunnya rekomendasi kepada pasangan Setiajit-RM.

Armaya Mangkunegara setelah melalui perjuangan panjang nan melelahkan. ‘’Mudahmudahan, Setia-Negara diberi kelancaran, kemudahan, dan kemenangan,’’ kata dia yang diamini puluhan pemuda yang mewakili seluruh desa di Kecamatan Palang.

Setiajit dalam sambutannya mengupas makna singkatan nama pasangan calon tersebut. Selain bermakna akronim nama Setiajit-RM. Armaya Mangkunegara, terang dia, Setia-Negara juga memiliki pengertian menunggu tugas negara untuk membangun Tuban ke depan yang lebih unggul, sejahtera, dan berkeadilan.

Baca Juga :  7 Ribu Liter Disinfektan Sterilkan Bongkaran Pasar Baru Tuban

‘’Karena itu, kami mohon doa restunya untuk menjalankan amanah ini,’’ kata kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim itu. Dalam forum tersebut, Setiajit juga memperkenalkan Armaya yang tidak hanya pengasuh Ponpes Nurus Salam, Dukuh Gomang, Desa Lajulor Kecamatan Singgahan, namun juga ahli hukum.

Dia berharap keberadaan putra sulung KH Nur Nasroh itu mampu mengentas semua permasalahan hukum di Bumi Wali. Dalam sambutan singkatnya, Armaya mengungkap cibiran terhadap Setiajit sebagai bacabup yang tidak kebagian partai dan lainnya.

‘’Sekarang ini kita menjawab cibiran itu,’’ tegas dia yang disambut dengan pekik spontan, hidup Setiajit! Deklarasi tersebut ditutup dengan doa Ustad Muslih yang juga ketua PAC PPP Palang. Sebelum bermunajat bersama, Ustad Muslih mewejang pasangan SetiaNegara.

Dikatakan dia, untuk meraih kemenangan harus melakukan empat hal. Yakni, bersatu, andhap asor (rendah hati), teguh pada pendirian, dan doa. Deklarasi simpatisan pemuda juga digelar di Desa/Kecamatan Rengel. Tempatnya Kedai Jati Rindang, desa setempat.

Baca Juga :  Lagi, Acara Dangdut Di Tuban Melanggar Protokol Kesehatan

Selain memperkenalkan dirinya sekaligus pasangannya, Armaya, Setiajit juga membuka forum dialog. Gigih, salah satu pemuda menanyakan konsep Setiajit membangun Bumi Wali ke depan.

Setiajit mengatakan, problem pengangguran, kemiskinan, pendidikan, dan problem sosial-ekonomi yang dihadapi Tuban sangatlah pelik. Dikatakan birokrat kelahiran Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak itu, Tuban tidak memiliki ikon yang bisa diandalkan.

Kalau dipercaya memimpin Bumi Wali ke depan, Setia-Negara merencanakan sejumlah pembangunan. Mulai mendesak pembangunan tol Manyar, Gresik-Tuban dan Tuban-Rembang, dia ingin Tuban memiliki sebuah tempat wisata yang menjadi ikon. Juga membangun monumen Ronggolawe. ‘’Tuban harus menjadi kawasan industri yang terpadu dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat,’’ tegas dia.

Radar Tuban – Singkatan Setia-Negara untuk kali pertama di-publish di kafe Jack Dentie, Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang kemarin (16/8) sekitar pukul 9.30. Acaranya Deklarasi Simpatisan Pemuda Kecamatan Palang Pendukung Setiajit-RM. Armaya Mangkunegara.

Deklarasi yang dihadiri kedua pasangan calon bupati-wabup tersebut sangat sederhana. Hanya jamuan santai yang diakhiri santap tumpeng. Cancoko, tim relawan ketika membuka acara tersebut mengatakan, deklarasi tersebut sekaligus tasyakuran atas turunnya rekomendasi kepada pasangan Setiajit-RM.

Armaya Mangkunegara setelah melalui perjuangan panjang nan melelahkan. ‘’Mudahmudahan, Setia-Negara diberi kelancaran, kemudahan, dan kemenangan,’’ kata dia yang diamini puluhan pemuda yang mewakili seluruh desa di Kecamatan Palang.

Setiajit dalam sambutannya mengupas makna singkatan nama pasangan calon tersebut. Selain bermakna akronim nama Setiajit-RM. Armaya Mangkunegara, terang dia, Setia-Negara juga memiliki pengertian menunggu tugas negara untuk membangun Tuban ke depan yang lebih unggul, sejahtera, dan berkeadilan.

Baca Juga :  Jegulo Absen Tes Perangkat Desa Serentak

‘’Karena itu, kami mohon doa restunya untuk menjalankan amanah ini,’’ kata kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim itu. Dalam forum tersebut, Setiajit juga memperkenalkan Armaya yang tidak hanya pengasuh Ponpes Nurus Salam, Dukuh Gomang, Desa Lajulor Kecamatan Singgahan, namun juga ahli hukum.

Dia berharap keberadaan putra sulung KH Nur Nasroh itu mampu mengentas semua permasalahan hukum di Bumi Wali. Dalam sambutan singkatnya, Armaya mengungkap cibiran terhadap Setiajit sebagai bacabup yang tidak kebagian partai dan lainnya.

‘’Sekarang ini kita menjawab cibiran itu,’’ tegas dia yang disambut dengan pekik spontan, hidup Setiajit! Deklarasi tersebut ditutup dengan doa Ustad Muslih yang juga ketua PAC PPP Palang. Sebelum bermunajat bersama, Ustad Muslih mewejang pasangan SetiaNegara.

Dikatakan dia, untuk meraih kemenangan harus melakukan empat hal. Yakni, bersatu, andhap asor (rendah hati), teguh pada pendirian, dan doa. Deklarasi simpatisan pemuda juga digelar di Desa/Kecamatan Rengel. Tempatnya Kedai Jati Rindang, desa setempat.

Baca Juga :  7 Ribu Liter Disinfektan Sterilkan Bongkaran Pasar Baru Tuban

Selain memperkenalkan dirinya sekaligus pasangannya, Armaya, Setiajit juga membuka forum dialog. Gigih, salah satu pemuda menanyakan konsep Setiajit membangun Bumi Wali ke depan.

Setiajit mengatakan, problem pengangguran, kemiskinan, pendidikan, dan problem sosial-ekonomi yang dihadapi Tuban sangatlah pelik. Dikatakan birokrat kelahiran Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak itu, Tuban tidak memiliki ikon yang bisa diandalkan.

Kalau dipercaya memimpin Bumi Wali ke depan, Setia-Negara merencanakan sejumlah pembangunan. Mulai mendesak pembangunan tol Manyar, Gresik-Tuban dan Tuban-Rembang, dia ingin Tuban memiliki sebuah tempat wisata yang menjadi ikon. Juga membangun monumen Ronggolawe. ‘’Tuban harus menjadi kawasan industri yang terpadu dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/