alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Empat BUMD di Bojonegoro Setor Dividen, Tembus Rp 132 Miliar

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dividen dari badan usaha milik daerah (BUMD) mengalir cukup deras. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro mencatat hingga akhir Mei lalu pendapatan dari sektor itu sudah mencapai Rp 132 miliar. Jumlah itu berasal dari empat BUMD.

 

Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoethi mengatakan, hingga saat ini ada empat BUMD sudah setor dividen. Yakni, BPR Bank Daerah sebesar Rp 10,1 miliar, Bank Jatim sebesar Rp 15,6 miliar, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) sebesar Rp 105,8 milar, dan Bank UMKM Jatim sebesar Rp 422,6 juta. ‘’Ada tiga yang belum setor,’’ jelasnya.

 

BUMD yang belum setor adalah PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), PDAM, dan PT GDK. PT BBS tahun ini ditargetkan bisa setor Rp 2 miliar, PDAM Rp 3 miliar, dan PT GDK tidak dikenai target. ‘’GDK tidak dikenai target karena manejemenya tidak ada,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Warga Protes Trotoar Rusak
- Advertisement -

 

BUMD bergerak di bidang perhotelan itu berhenti beroperasi sejak tahun lalu. Itu karena manajemen tidak mampu menutup biaya yang dibutuhkan untuk operasional. Direktunya juga mengundurkan diri. Seketika itu, GDK tidak memiliki manajemen.

 

Ibnu menjelaskan, tahun ini target dividen dari BUMD sebanyak Rp 120 miliar. Saat ini sudah mencapai Rp 132 miliar. Sehingga, sudah ada surplus pendapatan meskipun belum semua BUMD setor dividen. Surplus itu berasal dari PT ADS yang menyetor Rp 105,8 miliar, padahal targetnya setor Rp 90 miliar. Bank Jatim BPR Bank Daerah justru meleset dari target.

 

Direktur BPR Bank Daerah Bojonegoro Sutarmini mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menyetorkan dividen ke kas daerah (kasda). Besarannya mencapai Rp 10,1 miliar. ‘’Kami setor sejak 20 Mei lalu,’’ jelasnya. (zim/rij) 

Baca Juga :  Sebar 422.637 Lembar Pamflet

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dividen dari badan usaha milik daerah (BUMD) mengalir cukup deras. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro mencatat hingga akhir Mei lalu pendapatan dari sektor itu sudah mencapai Rp 132 miliar. Jumlah itu berasal dari empat BUMD.

 

Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoethi mengatakan, hingga saat ini ada empat BUMD sudah setor dividen. Yakni, BPR Bank Daerah sebesar Rp 10,1 miliar, Bank Jatim sebesar Rp 15,6 miliar, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) sebesar Rp 105,8 milar, dan Bank UMKM Jatim sebesar Rp 422,6 juta. ‘’Ada tiga yang belum setor,’’ jelasnya.

 

BUMD yang belum setor adalah PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), PDAM, dan PT GDK. PT BBS tahun ini ditargetkan bisa setor Rp 2 miliar, PDAM Rp 3 miliar, dan PT GDK tidak dikenai target. ‘’GDK tidak dikenai target karena manejemenya tidak ada,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Waspada Siaga Merah Lagi
- Advertisement -

 

BUMD bergerak di bidang perhotelan itu berhenti beroperasi sejak tahun lalu. Itu karena manajemen tidak mampu menutup biaya yang dibutuhkan untuk operasional. Direktunya juga mengundurkan diri. Seketika itu, GDK tidak memiliki manajemen.

 

Ibnu menjelaskan, tahun ini target dividen dari BUMD sebanyak Rp 120 miliar. Saat ini sudah mencapai Rp 132 miliar. Sehingga, sudah ada surplus pendapatan meskipun belum semua BUMD setor dividen. Surplus itu berasal dari PT ADS yang menyetor Rp 105,8 miliar, padahal targetnya setor Rp 90 miliar. Bank Jatim BPR Bank Daerah justru meleset dari target.

 

Direktur BPR Bank Daerah Bojonegoro Sutarmini mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menyetorkan dividen ke kas daerah (kasda). Besarannya mencapai Rp 10,1 miliar. ‘’Kami setor sejak 20 Mei lalu,’’ jelasnya. (zim/rij) 

Baca Juga :  Sisir Pantura, Gubernur Khofifah Gowes dan Kampanyekan Pakai Masker

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/