alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

BUMD Pemkab Bojonegoro Belum Setor PAD

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hampir mendekati semester kedua, sebagian besar badan usaha milik daerah (BUMD) belum banyak menyetorkan dividen. Hingga kemarin (16/5) Pemkab Bojonegoro baru mendapatkan dividen dari dua BUMD perbankan.

 

Yakni, Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim. Keduanya BUMD milik Pemprov Jatim. Sedangkan BUMD pemkab masih belum ada yang setor.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, hingga kini belum ada tambahan pendapatan dari BUMD. Sejauh ini hanya Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim baru setor dividen. ‘’Sudah ada yang konfirmasi kalau sudah selesai RUPS. Hanya belum setor,’’ jelasnya.

 

BUMD, lanjut Ibnu, baru akan setor dividen setelah rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam RUPS itu bisa diketahui kejelasan laba diperoleh. Pendapatan dari BUMD menjadi salah satu andalan pemkab mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, pendapatan bersumber PAD itu cukup besar, mencapai ratusan miliar.

Baca Juga :  Menanti Koleksi Benda Bersejarah di Museum Padangan

 

Ibnu menjelaskan, tahun ini target PAD dari dividen BUMD ditargetkan Rp 120 miliar. Target itu naik dibanding tahun lalu hanya Rp 99 miliar. Kenaikan itu berdasar capaian target tahun lalu, setoran dividen BUMD menembus Rp 300 miliar lebih.

 

Tingginya capaian tahun lalu, lanjut Ibnu, adanya dividen dari PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) selama tiga tahun terakhir yang disetorkan tahun lalu. Sehingga, tahun lalu ada setoran dari PT ADS cukup banyak.

 

Meski berat, tahun ini pihaknya optimistis target juga bakal tercapai.  ‘’Tahun ini hanya ada sekali dividen,’’ jelasnya.

 

Sebelumnya, Direktur PT ADS Lalu Syahril Majidi mengatakan bahwa tahun ini laba perusahaan ia pimpin mencapai 27 juta USD. Jika kurs rupiah Rp 14.300, tahun ini laba PT ADS sebesar Rp 386,1 miliar. Dari besaran itu 25 persennya akan disetorkan  ke kas daerah sebagai PAD. Sisanya digunakan operasional perusahaan.

Baca Juga :  Kerap Macet, Berlakukan Buka-Tutup Jalan

 

Sementara itu, Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Bojonegoro Priyambodo mengatakan, perusahaannya akan menyetorkan dividen ke kas daerah setelah hasil audit diterima. Saat ini proses audit belum selesai.

 

Selain PDAM dan PT ADS, dua BUMD lainnya yakni PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Serta, BPR Bank Daerah Bojonegoro. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hampir mendekati semester kedua, sebagian besar badan usaha milik daerah (BUMD) belum banyak menyetorkan dividen. Hingga kemarin (16/5) Pemkab Bojonegoro baru mendapatkan dividen dari dua BUMD perbankan.

 

Yakni, Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim. Keduanya BUMD milik Pemprov Jatim. Sedangkan BUMD pemkab masih belum ada yang setor.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, hingga kini belum ada tambahan pendapatan dari BUMD. Sejauh ini hanya Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim baru setor dividen. ‘’Sudah ada yang konfirmasi kalau sudah selesai RUPS. Hanya belum setor,’’ jelasnya.

 

BUMD, lanjut Ibnu, baru akan setor dividen setelah rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam RUPS itu bisa diketahui kejelasan laba diperoleh. Pendapatan dari BUMD menjadi salah satu andalan pemkab mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, pendapatan bersumber PAD itu cukup besar, mencapai ratusan miliar.

Baca Juga :  Waspada Potensi La Nina, Warga Lakukan Gerakan Bersih Kali

 

Ibnu menjelaskan, tahun ini target PAD dari dividen BUMD ditargetkan Rp 120 miliar. Target itu naik dibanding tahun lalu hanya Rp 99 miliar. Kenaikan itu berdasar capaian target tahun lalu, setoran dividen BUMD menembus Rp 300 miliar lebih.

 

Tingginya capaian tahun lalu, lanjut Ibnu, adanya dividen dari PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) selama tiga tahun terakhir yang disetorkan tahun lalu. Sehingga, tahun lalu ada setoran dari PT ADS cukup banyak.

 

Meski berat, tahun ini pihaknya optimistis target juga bakal tercapai.  ‘’Tahun ini hanya ada sekali dividen,’’ jelasnya.

 

Sebelumnya, Direktur PT ADS Lalu Syahril Majidi mengatakan bahwa tahun ini laba perusahaan ia pimpin mencapai 27 juta USD. Jika kurs rupiah Rp 14.300, tahun ini laba PT ADS sebesar Rp 386,1 miliar. Dari besaran itu 25 persennya akan disetorkan  ke kas daerah sebagai PAD. Sisanya digunakan operasional perusahaan.

Baca Juga :  Puji Sosok Kades Socorejo Luar Biasa

 

Sementara itu, Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Bojonegoro Priyambodo mengatakan, perusahaannya akan menyetorkan dividen ke kas daerah setelah hasil audit diterima. Saat ini proses audit belum selesai.

 

Selain PDAM dan PT ADS, dua BUMD lainnya yakni PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Serta, BPR Bank Daerah Bojonegoro. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/