alexametrics
24.1 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Jegulo Absen Tes Perangkat Desa Serentak

Radar Tuban – Desa Jegulo, Kecamatan Soko merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Tuban yang menolak mengikuti seleksi perangkat desa serentak 2020. Berdasarkan informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Tuban, kepala desa setempat ingin mem buat aturan sendiri terkait mekanisme pengisian perangkat desa. Yakni, dengan cara pemilihan atau pemungutan suara, layaknya pemilihan kepala desa (pilkades).

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemas Pemdes KB) Tuban Suhut membenar kasus di Jegulo. ‘’Sebenarnya tidak menolak. Kades mau ikut menggelar tes perangkat desa serentak, namun setelah mengerucut pada dua calon, inginnya dilanjut dengan pemilihan masyarakat,’’ katanya.

Karena tidak sesuai dengan regulasi pengisian yang diatur permen, perda, dan perbup, permintaan tersebut ditolak. Karena ditolak, akhirnya Jegulo tak ikut menggelar tes perangkat desa serentak 2020. ‘’Kami tolak karena memang tidak sesuai regulasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Berangsur Normal

Diungkapkan Suhut, setiap desa memiliki kewenangan untuk menggelar tes perangkat desa sendiri. Artinya, seluruh proses seleksi dilakukan sendiri tanpa melibatkan pemkab. ‘’Soal tes perangkat desa serentak itu karena pemkab menjadi pihak ketiga untuk memfasilitasi tes perangkat desa serentak, termasuk memfasilitasi pembuatan soal. Namun, kalau desa ingin menggelar tes sendiri, juga bisa. Asal tidak melanggar regulasi,’’ paparnya.

Lebih lanjut Suhut menegaskan, pemkab tidak menolak desa untuk menggelar tes perangkat desa sendiri, namun harus sesuai regulasi. ‘’Yang penting tidak melanggar regulasi. Sebab, kalau melanggar regulasi tetap akan bermasalah pada akhirnya,’’ tandasnya.

Radar Tuban – Desa Jegulo, Kecamatan Soko merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Tuban yang menolak mengikuti seleksi perangkat desa serentak 2020. Berdasarkan informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Tuban, kepala desa setempat ingin mem buat aturan sendiri terkait mekanisme pengisian perangkat desa. Yakni, dengan cara pemilihan atau pemungutan suara, layaknya pemilihan kepala desa (pilkades).

Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dispemas Pemdes KB) Tuban Suhut membenar kasus di Jegulo. ‘’Sebenarnya tidak menolak. Kades mau ikut menggelar tes perangkat desa serentak, namun setelah mengerucut pada dua calon, inginnya dilanjut dengan pemilihan masyarakat,’’ katanya.

Karena tidak sesuai dengan regulasi pengisian yang diatur permen, perda, dan perbup, permintaan tersebut ditolak. Karena ditolak, akhirnya Jegulo tak ikut menggelar tes perangkat desa serentak 2020. ‘’Kami tolak karena memang tidak sesuai regulasi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ungkap Maling di Kantor OPD  

Diungkapkan Suhut, setiap desa memiliki kewenangan untuk menggelar tes perangkat desa sendiri. Artinya, seluruh proses seleksi dilakukan sendiri tanpa melibatkan pemkab. ‘’Soal tes perangkat desa serentak itu karena pemkab menjadi pihak ketiga untuk memfasilitasi tes perangkat desa serentak, termasuk memfasilitasi pembuatan soal. Namun, kalau desa ingin menggelar tes sendiri, juga bisa. Asal tidak melanggar regulasi,’’ paparnya.

Lebih lanjut Suhut menegaskan, pemkab tidak menolak desa untuk menggelar tes perangkat desa sendiri, namun harus sesuai regulasi. ‘’Yang penting tidak melanggar regulasi. Sebab, kalau melanggar regulasi tetap akan bermasalah pada akhirnya,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/