alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Agen-KPM Akui Beras Tak Layak Konsumsi

DINSOS P3A Tuban seakan gagap dalam merespons persoalan beras BPNT yang dikeluhkan berulat dan berkutu. Bukannya menyelesaikan masalah dan mencari solusi yang terbaik, tapi malah sebaliknya; terkesan ancaman kepada siapa pun yang  protes.

Kemarin (16/5), Jawa Pos Radar Tuban yang turun ke lapangan mendengar keluh kesah langsung dari keluarga penerima manfaat (KPM) dan agen. Mereka secara blak-blakan menyampaikan seluruh fakta di lapangan. Termasuk turunnya sejumlah petugas di lapangan yang menebar ancaman. 

Untuk melindungi mereka dari ancaman pemangku kepentingan, wartawam koran ini terpaksa merahasiakan identitas agen dan KPM.

Salah satu agen yang keberatan namanya disebutkan mengakui, persoalan beras BPNT yang tidak layak konsumsi tersebut. Bahkan, sampai harus diganti hingga tiga kali untuk mendapatkan beras yang layak konsumsi. ‘’Pertama jelek, terus diganti yang kedua masih saja jelek, baru ketiga ini bagus,’’ kata satu agen itu yang kemudian mengungkapkan ketakutannya dari teror para oknum pejabat.

Baca Juga :  Dinsos Sebut Rebutan Agen

Disinggung terkait adanya persaingan perebutan agen, dia mengatakan, tudingan itu terlalu jauh. Sebab, pengiriman beras yang jelek itu tidak hanya sekali terjadi. ‘’Saya tidak berpikir sampai sejauh itu. Kalau memang iya (ada oknum yang berbuat jahat, Red). Ini tidak hanya terjadi sekali. Tapi sampai harus diganti tiga kali, baru kualitasnya layak konsumsi,’’ tegas dia. 

Salah satu KPM juga mengakui sering mendapat beras yang tidak layak konsumi. Namun demikian, dia tidak berani protes. ‘’Jujur Mas, beberapa kali beras yang kami terima sangat jelek, tapi saya tidak berani protes,’’ katanya. 

Saking jengkelnya, KPM tersebut mengaku rela mendapat jatah beras yang lebih sedikit asal layak konsumsi. ‘’Misalnya, kalau saya menerima tujuh kilogram tidak masalah. Asal berasnya layak konsumsi,’’ tandas dia yang berharap bukan ancaman yang diterima, tapi solusi.

Baca Juga :  Pendampingan Bantuan Keuangan Desa Harus Maksimal

DINSOS P3A Tuban seakan gagap dalam merespons persoalan beras BPNT yang dikeluhkan berulat dan berkutu. Bukannya menyelesaikan masalah dan mencari solusi yang terbaik, tapi malah sebaliknya; terkesan ancaman kepada siapa pun yang  protes.

Kemarin (16/5), Jawa Pos Radar Tuban yang turun ke lapangan mendengar keluh kesah langsung dari keluarga penerima manfaat (KPM) dan agen. Mereka secara blak-blakan menyampaikan seluruh fakta di lapangan. Termasuk turunnya sejumlah petugas di lapangan yang menebar ancaman. 

Untuk melindungi mereka dari ancaman pemangku kepentingan, wartawam koran ini terpaksa merahasiakan identitas agen dan KPM.

Salah satu agen yang keberatan namanya disebutkan mengakui, persoalan beras BPNT yang tidak layak konsumsi tersebut. Bahkan, sampai harus diganti hingga tiga kali untuk mendapatkan beras yang layak konsumsi. ‘’Pertama jelek, terus diganti yang kedua masih saja jelek, baru ketiga ini bagus,’’ kata satu agen itu yang kemudian mengungkapkan ketakutannya dari teror para oknum pejabat.

Baca Juga :  Tingkatkan Imunitas, Seratus Anggota Satgas Divaksin

Disinggung terkait adanya persaingan perebutan agen, dia mengatakan, tudingan itu terlalu jauh. Sebab, pengiriman beras yang jelek itu tidak hanya sekali terjadi. ‘’Saya tidak berpikir sampai sejauh itu. Kalau memang iya (ada oknum yang berbuat jahat, Red). Ini tidak hanya terjadi sekali. Tapi sampai harus diganti tiga kali, baru kualitasnya layak konsumsi,’’ tegas dia. 

Salah satu KPM juga mengakui sering mendapat beras yang tidak layak konsumi. Namun demikian, dia tidak berani protes. ‘’Jujur Mas, beberapa kali beras yang kami terima sangat jelek, tapi saya tidak berani protes,’’ katanya. 

Saking jengkelnya, KPM tersebut mengaku rela mendapat jatah beras yang lebih sedikit asal layak konsumsi. ‘’Misalnya, kalau saya menerima tujuh kilogram tidak masalah. Asal berasnya layak konsumsi,’’ tandas dia yang berharap bukan ancaman yang diterima, tapi solusi.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Puji Polres Tuban

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/