alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Brand Kopi Terkenal, Ruang Elegan

Radar Tuban – Berdasarkan riset, banyak pendatang di Tuban yang kesulitan menemukan kedai kopi yang kualitas dan rasanya tidak perlu diragukan lagi. Riset yang dilakukan Michael Wirawan tersebut sekaligus mengilhaminya untuk mendirikan kedai kopi kenamaan dan berkelas di Jalan Basuki Rachmad pada 7 Februari 2020. Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Michael mengatakan, untuk memenuhi permintaan tersebut, dia membawa brand kopi tersohor ke Tuban.

Franchise yang dipilih pun yang sudah punya nama. Berkelas. Kedai kopi dengan brand minuman itu kian elegan karena menempati Jalan Basuki Rachmad, jalan protokol di tengah kota yang menjadi pusat perkantoran swasta dan bisnis tersebut.

Selain mengacu riset, dia termasuk pecinta kopi. Ketergantungannya pada minuman berkafein itu pula yang ikut memengaruhinya memutuskan mendirikan kedai kopi. Michael mengungkapkan, inovasi racikan brand minuman di kedainya cukup beragam. Mulai racikan khusus pelanggan vegetarian hingga racikan dengan menambah sirup perisa.

Baca Juga :  Tanpa Dokumen, Tak Bisa Donor Plasma Konvalesen

Untuk pasar kopi, kata dia, kedai kopinya hanya menyedikan untuk kelas menengah ke atas. Karena itu, harga yang dipatok di atas rata-rata. Mulai Rp 15-33 ribu. ‘’Memang sasarannya kelas pekerja, antara 22-35 tahun,’’ ungkapnya.

Pengusaha muda lulusan salah satu perguruan tinggi di Singapura ini mengungkapkan, perputaran ekonomi di Bumi Wali cukup menjanjikan untuk usaha di bidang food and beverage (makanan dan minuman, Red). ‘’Orang ini (pekerja pendatang, Red) kebingungan untuk membelanjakan uangnya,’’ ujarnya.

Novia Kristiani, pemilik kedai di Jalan Lukman Hakim juga membawa brand kopi dari luar Tuban. Diwawancarai terpisah, Novia mengatakan, pertimbangan tersebut karena di Tuban belum ada gerai kopi yang menggunakan mesin profesional.

Baca Juga :  Semoga Masyarakat Semakin Kompak dan Bisa Berkolaborasi dengan Baik

Seperti halnya Michael, dia juga mengonsep ruang kedainya yang nyaman dan terlihat classy atau berkelas. Karena itu, market semua varian minumannya berbahan dasar kopi tersebut menyasar kelas menengah ke atas. ‘’Biasanya untuk meeting pekerja, kan pengen suasana baru,’’ tutur perempuan lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya itu. (dik)

Radar Tuban – Berdasarkan riset, banyak pendatang di Tuban yang kesulitan menemukan kedai kopi yang kualitas dan rasanya tidak perlu diragukan lagi. Riset yang dilakukan Michael Wirawan tersebut sekaligus mengilhaminya untuk mendirikan kedai kopi kenamaan dan berkelas di Jalan Basuki Rachmad pada 7 Februari 2020. Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Michael mengatakan, untuk memenuhi permintaan tersebut, dia membawa brand kopi tersohor ke Tuban.

Franchise yang dipilih pun yang sudah punya nama. Berkelas. Kedai kopi dengan brand minuman itu kian elegan karena menempati Jalan Basuki Rachmad, jalan protokol di tengah kota yang menjadi pusat perkantoran swasta dan bisnis tersebut.

Selain mengacu riset, dia termasuk pecinta kopi. Ketergantungannya pada minuman berkafein itu pula yang ikut memengaruhinya memutuskan mendirikan kedai kopi. Michael mengungkapkan, inovasi racikan brand minuman di kedainya cukup beragam. Mulai racikan khusus pelanggan vegetarian hingga racikan dengan menambah sirup perisa.

Baca Juga :  Pendistribusian Program Sembako Diapresiasi, Kualitasnya Sangat Bagus

Untuk pasar kopi, kata dia, kedai kopinya hanya menyedikan untuk kelas menengah ke atas. Karena itu, harga yang dipatok di atas rata-rata. Mulai Rp 15-33 ribu. ‘’Memang sasarannya kelas pekerja, antara 22-35 tahun,’’ ungkapnya.

Pengusaha muda lulusan salah satu perguruan tinggi di Singapura ini mengungkapkan, perputaran ekonomi di Bumi Wali cukup menjanjikan untuk usaha di bidang food and beverage (makanan dan minuman, Red). ‘’Orang ini (pekerja pendatang, Red) kebingungan untuk membelanjakan uangnya,’’ ujarnya.

Novia Kristiani, pemilik kedai di Jalan Lukman Hakim juga membawa brand kopi dari luar Tuban. Diwawancarai terpisah, Novia mengatakan, pertimbangan tersebut karena di Tuban belum ada gerai kopi yang menggunakan mesin profesional.

Baca Juga :  Semoga Masyarakat Semakin Kompak dan Bisa Berkolaborasi dengan Baik

Seperti halnya Michael, dia juga mengonsep ruang kedainya yang nyaman dan terlihat classy atau berkelas. Karena itu, market semua varian minumannya berbahan dasar kopi tersebut menyasar kelas menengah ke atas. ‘’Biasanya untuk meeting pekerja, kan pengen suasana baru,’’ tutur perempuan lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya itu. (dik)

Artikel Terkait

Most Read

12 Pemain Masuk Tim Putri Porprov

Stok Buku Pelajaran SD Terbatas

Peralihan Musim: Hati-Hati Gelombang Tinggi

Artikel Terbaru


/