alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Kenaikan Cukai Rokok rerata 12 Persen

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau rokok untuk tahun depan belum ditentukan. Terdapat rencana kenaikan tarif cukai rokok rerata 12 persen. Namun, rencana tersebut masih dibahas dan belum diputuskan.
Sekretaris Persatuan Perusahaan Rokok Bojonegoro (PPRB) Mudjibur Rohman mengatakan, sudah ada informasi terkait kenaikan cukai rokok untuk tahun depan. Namun, informasi diterima hanya sebagian kecil dan masih mempelajari. “Keputusan resmi dari menteri keuangan belum kami terima,” ungkapnya.
Rohman menjelaskan, jika dirata-rata kenaikan cukai rokok sekitar 12 persen. Atau kenaikan antara 2,5 persen hingga 13,9 persen, sesuai dengen jenis rokok dan golongan produsen. Namun, golongan tertentu kenaikan tersebut dirasa cukup besar.
Kepala Seksi (Kasi) Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bojonegoro Romy Windu Sasongko mengatakan, rencana kenaikan tarif cukai rokok masih dibahas dalam rapat terbatas. Kenaikan rerata 12 persen, namun untuk sigaret kretek mesin (SKM) maksimal kenaikan 4,5 persen.
“Waktu dekat akan diterbitkan peraturan menteri keuangan terkait kenaikan,” jelasnya.
Terkait hasil capaian cukai dan bea masuk tahun ini, Romy menjelaskan sejak November lalu target sudah tercapai. Cukai mencapai Rp 1,22 triliun atau 103,09 persen, sedangkan bea masuk Rp 2,36 miliar atau 122,32 persen dari target.
“Bea masuk meningkat karena ada importasi komoditi biasanya menggunakan fasilitas pembebasan bea masuk. Namun, tahun ini diimpor dengan membayar bea masuk. Komoditi tersebut berupa gypsum,” ungkapnya. (irv)

Baca Juga :  Jelang Ramadan Belum Ada Vaksinasi Takmir dan Marbot

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau rokok untuk tahun depan belum ditentukan. Terdapat rencana kenaikan tarif cukai rokok rerata 12 persen. Namun, rencana tersebut masih dibahas dan belum diputuskan.
Sekretaris Persatuan Perusahaan Rokok Bojonegoro (PPRB) Mudjibur Rohman mengatakan, sudah ada informasi terkait kenaikan cukai rokok untuk tahun depan. Namun, informasi diterima hanya sebagian kecil dan masih mempelajari. “Keputusan resmi dari menteri keuangan belum kami terima,” ungkapnya.
Rohman menjelaskan, jika dirata-rata kenaikan cukai rokok sekitar 12 persen. Atau kenaikan antara 2,5 persen hingga 13,9 persen, sesuai dengen jenis rokok dan golongan produsen. Namun, golongan tertentu kenaikan tersebut dirasa cukup besar.
Kepala Seksi (Kasi) Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bojonegoro Romy Windu Sasongko mengatakan, rencana kenaikan tarif cukai rokok masih dibahas dalam rapat terbatas. Kenaikan rerata 12 persen, namun untuk sigaret kretek mesin (SKM) maksimal kenaikan 4,5 persen.
“Waktu dekat akan diterbitkan peraturan menteri keuangan terkait kenaikan,” jelasnya.
Terkait hasil capaian cukai dan bea masuk tahun ini, Romy menjelaskan sejak November lalu target sudah tercapai. Cukai mencapai Rp 1,22 triliun atau 103,09 persen, sedangkan bea masuk Rp 2,36 miliar atau 122,32 persen dari target.
“Bea masuk meningkat karena ada importasi komoditi biasanya menggunakan fasilitas pembebasan bea masuk. Namun, tahun ini diimpor dengan membayar bea masuk. Komoditi tersebut berupa gypsum,” ungkapnya. (irv)

Baca Juga :  Jelang Ramadan Belum Ada Vaksinasi Takmir dan Marbot

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/