alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bengawan Solo Mulai Meluber

Radar Tuban – Dampak yang dikhawatirkan dari tingginya curah hujan sejak dua pekan terakhir mulai terasa. Ketinggian air Bengawan Solo yang melintasi tiga kecamatan di Tuban terus naik dan mulai meluber.

Kemarin (15/12), luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut mulai menggenangi Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang. Desa di bantaran Bengawan Solo tersebut hampir dipastikan terdampak pertama.

Begitu air bengawan meluap, dipastikan area pemukiman dan persawahan tergenang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Yudi Irwanto mengatakan, ada dua rukun tetangga (RT) pada satu dusun yang terdampak luapan bengawan. Itu pun baru sebatas jalan desa dan beberapa halaman rumah warga.

Ketinggian air sekitar 50-10 sentimeter (cm). Dikatakan dia, yang patut diwaspadai adalah pergerakan air Bengawan Solo yang terus naik. Titik elevasi di Laren, Lamongan yang sehari sebelumnya status siaga kuning kemarin menjadi siaga merah. Ketinggian air di titik ini mencapai 5,45 meter (m). Begitu pula titik di Kuro, Lamongan yang sebelumnya normal memasuki siaga hijau dengan ketinggian 1.96 m.

Baca Juga :  Rusa-Rusa yang Begitu Akrab di Bojonegoro

Kabar baiknya elevasi di Bendungan Karangnongko dari 27,47 meter turun ke 26,78 meter dan masih normal. Mantan kabag umum setda itu menyampaikan, titik rawan lain di Desa Karangtinoto, Ke camatan Rengel masih terpantau aman.

Meski ketinggian air sudah mendekati level maksimal bendungan, belum terlihat luberan air yang masuk ke pemukiman warga. Di desa ini biasanya selalu jadi langganan genangan air bersama Desa Kebomlati. ‘’Sementara terpantau luapan hanya ada di Kebomlati,’’ tegas dia.

Radar Tuban – Dampak yang dikhawatirkan dari tingginya curah hujan sejak dua pekan terakhir mulai terasa. Ketinggian air Bengawan Solo yang melintasi tiga kecamatan di Tuban terus naik dan mulai meluber.

Kemarin (15/12), luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut mulai menggenangi Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang. Desa di bantaran Bengawan Solo tersebut hampir dipastikan terdampak pertama.

Begitu air bengawan meluap, dipastikan area pemukiman dan persawahan tergenang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Yudi Irwanto mengatakan, ada dua rukun tetangga (RT) pada satu dusun yang terdampak luapan bengawan. Itu pun baru sebatas jalan desa dan beberapa halaman rumah warga.

Ketinggian air sekitar 50-10 sentimeter (cm). Dikatakan dia, yang patut diwaspadai adalah pergerakan air Bengawan Solo yang terus naik. Titik elevasi di Laren, Lamongan yang sehari sebelumnya status siaga kuning kemarin menjadi siaga merah. Ketinggian air di titik ini mencapai 5,45 meter (m). Begitu pula titik di Kuro, Lamongan yang sebelumnya normal memasuki siaga hijau dengan ketinggian 1.96 m.

Baca Juga :  Harga Telur Turun, Harga Pakan Naik

Kabar baiknya elevasi di Bendungan Karangnongko dari 27,47 meter turun ke 26,78 meter dan masih normal. Mantan kabag umum setda itu menyampaikan, titik rawan lain di Desa Karangtinoto, Ke camatan Rengel masih terpantau aman.

Meski ketinggian air sudah mendekati level maksimal bendungan, belum terlihat luberan air yang masuk ke pemukiman warga. Di desa ini biasanya selalu jadi langganan genangan air bersama Desa Kebomlati. ‘’Sementara terpantau luapan hanya ada di Kebomlati,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/