alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Hari Ini Pertemukan User-PT HK

TUBAN, Radar Tuban – Kemunculan calon user atau pengguna Pasar Besar Tuban (PBT) setelah lama ”menghilang” disambut dengan tangan terbuka oleh dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (diskoperindag) setempat. Terlebih, kemunculan mereka yang langsung menyoal diratakannya bangunan pasar di Jalan Letda Sucipto tersebut mengatasnamakan paguyuban.

Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, selama ini user tidak terwadahi paguyuban. Itu yang menjadikan mereka sulit diakomodir.

Termasuk saat proses verifikasi calon pengguna pasar di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut. Masih banyak yang belum terverifiasi.

‘’Kita cukup terbantu dengan paguyuban. Sekarang kita bisa komunikasi dengan mudah. Termasuk komunikasi untuk menyelesaikan persoalan para user,’’ tegas dia.

Agus menegaskan, kapasitas pemkab yang diwakili diskoperindag hanya sebagai fasilitator untuk mempertemukan user dengan PT Hutama Karya (HK) selaku investor atau pengelola pasar.

Baca Juga :  Masih Tuntaskan Verifikasi User

‘’Besok (hari ini, Red) kita pertemukan paguyuban user dengan PT HK untuk menyelesaikan persoalan. Karena sudah ada paguyuban, nanti undangan kita sampaikan ke paguyuban,’’ ujar mantan kabag humas dan protkol setda setempat itu.

Agenda pertemuan tersebut, terang Agus, menyampaikan tuntutan user kepada PT HK sekaligus membeberkan konsep pembangunan pasar yang baru. ‘’Sekali lagi, pemkab hanya sebagai fasilitator,” tegas dia. Terkait persoalan user dengan PT HK, menurut Agus, nanti dibahas dalam pertemuan. Termasuk soal pengembalian uang muka yang sudah dibayarkan user maupun terkait kelanjutan sewa. ”Bagaimana kejelasannya? Itu kewenangan HK,’’ ujar dia.

Disinggung terkait peran pemkab, Agus lebih lanjut menyampaikan, pemkab hanya berperan mem-pressure HK. Artinya, pemkab memperjuangkan agar user lama tetap menjadi prioritas utama jika ingin melanjutkan sewa. Tentu dengan harapan, harga sewa yang ditetapkan HK tetap terjangkau dan tidak memberatkan user.

Dikatakan Agus, berdasar klaim paguyuban, sekitar 600 user yang sudah membayar uang muka. Selebihnya baru calon. Artinya, jika nanti seluruh user ingin kembali melanjutkan sewa dengan konsep pasar yang baru, masih bisa tertampung. Karena jumlah los, kios, dan stan kurang lebih 600 unit. Rinciannya, los sekitar 380 unit, kios 150 unit, selebihnya stan. ”Jika mengutamakan user yang sudah bayar dan sudah menyerahkan uang muka, Insya Allah bisa masuk semua,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Rekor Baru Lagi, Sehari Tujuh Pasien Covid Meninggal

Sebelumnya, Senin (14/10), sekitar 50 user yang tergabung dalam Paguyuban User PBT mendatangi kantor diskoperindag. Kemunculan user dari ”tidur panjang” tersebut untuk menyoal diratakannya bangunan pasar di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut terkait groundbreaking ulang PBT yang akan dilaksanakan Kamis (17/10). Mereka yang mendatangi kantor diskoperindag untuk menuntut kejelasan status user yang sudah transaksi menjual dan membeli lapak pasar tersebut. Menindaklanjuti tuntutan user, hari ini Rabu (16/10) user dan PT HK akan dipertemukan oleh diskoperindag.

TUBAN, Radar Tuban – Kemunculan calon user atau pengguna Pasar Besar Tuban (PBT) setelah lama ”menghilang” disambut dengan tangan terbuka oleh dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (diskoperindag) setempat. Terlebih, kemunculan mereka yang langsung menyoal diratakannya bangunan pasar di Jalan Letda Sucipto tersebut mengatasnamakan paguyuban.

Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, selama ini user tidak terwadahi paguyuban. Itu yang menjadikan mereka sulit diakomodir.

Termasuk saat proses verifikasi calon pengguna pasar di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut. Masih banyak yang belum terverifiasi.

‘’Kita cukup terbantu dengan paguyuban. Sekarang kita bisa komunikasi dengan mudah. Termasuk komunikasi untuk menyelesaikan persoalan para user,’’ tegas dia.

Agus menegaskan, kapasitas pemkab yang diwakili diskoperindag hanya sebagai fasilitator untuk mempertemukan user dengan PT Hutama Karya (HK) selaku investor atau pengelola pasar.

Baca Juga :  Rekor Baru Lagi, Sehari Tujuh Pasien Covid Meninggal

‘’Besok (hari ini, Red) kita pertemukan paguyuban user dengan PT HK untuk menyelesaikan persoalan. Karena sudah ada paguyuban, nanti undangan kita sampaikan ke paguyuban,’’ ujar mantan kabag humas dan protkol setda setempat itu.

Agenda pertemuan tersebut, terang Agus, menyampaikan tuntutan user kepada PT HK sekaligus membeberkan konsep pembangunan pasar yang baru. ‘’Sekali lagi, pemkab hanya sebagai fasilitator,” tegas dia. Terkait persoalan user dengan PT HK, menurut Agus, nanti dibahas dalam pertemuan. Termasuk soal pengembalian uang muka yang sudah dibayarkan user maupun terkait kelanjutan sewa. ”Bagaimana kejelasannya? Itu kewenangan HK,’’ ujar dia.

Disinggung terkait peran pemkab, Agus lebih lanjut menyampaikan, pemkab hanya berperan mem-pressure HK. Artinya, pemkab memperjuangkan agar user lama tetap menjadi prioritas utama jika ingin melanjutkan sewa. Tentu dengan harapan, harga sewa yang ditetapkan HK tetap terjangkau dan tidak memberatkan user.

Dikatakan Agus, berdasar klaim paguyuban, sekitar 600 user yang sudah membayar uang muka. Selebihnya baru calon. Artinya, jika nanti seluruh user ingin kembali melanjutkan sewa dengan konsep pasar yang baru, masih bisa tertampung. Karena jumlah los, kios, dan stan kurang lebih 600 unit. Rinciannya, los sekitar 380 unit, kios 150 unit, selebihnya stan. ”Jika mengutamakan user yang sudah bayar dan sudah menyerahkan uang muka, Insya Allah bisa masuk semua,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Terbuka Bagi Calon Luar Daerah Lamongan

Sebelumnya, Senin (14/10), sekitar 50 user yang tergabung dalam Paguyuban User PBT mendatangi kantor diskoperindag. Kemunculan user dari ”tidur panjang” tersebut untuk menyoal diratakannya bangunan pasar di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut terkait groundbreaking ulang PBT yang akan dilaksanakan Kamis (17/10). Mereka yang mendatangi kantor diskoperindag untuk menuntut kejelasan status user yang sudah transaksi menjual dan membeli lapak pasar tersebut. Menindaklanjuti tuntutan user, hari ini Rabu (16/10) user dan PT HK akan dipertemukan oleh diskoperindag.

Artikel Terkait

Most Read

Tes Tentukan Rapor Atlet Porprov

Meriah, Masyarakat Antusias

Kualitas Air Bengawan Menurun

Artikel Terbaru


/