alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Masih Zona Merah, Siapkan Skenario Sekolah Daring Hingga Desember

Radar Tuban – Kondisi Tuban yang belum kunjung membaik dipastikan akan berpengaruh terhadap kebijakan sekolah tatap muka di semua jenjang. Untuk SMA–SMK, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro–Tuban memastikan masih melarang sekolah tatap muka jika penularan pasien positif Covid-19 di Bumi Wali masih masif.

Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro–Tuban, Adi Prayitno mengatakan sekolah tatap muka baru dilakukan lagi jika minim penularan pasien positif Covid-19. Untuk saat ini, dia memastikan seluruh kegiatan tatap muka SMA–SMK dihentikan. ‘’Menunggu status Tuban zona oranye yang menuju zona kuning. Bukan zona oranye yang menuju zona merah,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (15/9).

Baca Juga :  1.642 Sisa Pagu SMPN di Bojonegoro Dibiarkan Kosong

Berbeda dengan Bojonegoro, dikatakan Adi, sudah 70 persen sekolah melakukan tatap muka terbatas. Penularan di Kota Ledre tersebut lebih minim jika dibanding dengan Tuban. Maka dari itu, Adi meminta musyawarah kerja kepala sekolah (MK KS) SMAN rutin koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten untuk memastikan status terbaru.

‘’Laporan terakhir belum ada penurunan penularan yang signifikan di Tuban,’’ tuturnya. Mantan Kacabdin Nganjuk ini mengatakan jika kondisi Tuban belum membaik, pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan hingga waktu tak terbatas. Sekolah harus siap menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga akhir semester. Termasuk harus menyiapkan ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) yang dilakukan secara daring.

Baca Juga :  Awas! Klaster Keluarga Masuk Perkantoran

‘’Kesehatan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama kita bersama,’’ tutur dia. Sebaliknya, jika sewaktu-waktu Tuban sudah menjadi zona kuning, sekolah tatap muka bisa dilakukan secara terbatas. Terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di kecamatan yang minim penularan.

Untuk saat ini, Kecamatan Tuban dan Kecamatan Palang menjadi dua wilayah yang menjadi atensi karena penularan masih sangat masif. ‘’Untuk kecamatan yang masih rawan, belajar daring bisa dilakukan lebih lama,’’ tutur mantan Kepala SMAN 3 Nganjuk ini.

Radar Tuban – Kondisi Tuban yang belum kunjung membaik dipastikan akan berpengaruh terhadap kebijakan sekolah tatap muka di semua jenjang. Untuk SMA–SMK, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro–Tuban memastikan masih melarang sekolah tatap muka jika penularan pasien positif Covid-19 di Bumi Wali masih masif.

Kacabdin Pendidikan Wilayah Bojonegoro–Tuban, Adi Prayitno mengatakan sekolah tatap muka baru dilakukan lagi jika minim penularan pasien positif Covid-19. Untuk saat ini, dia memastikan seluruh kegiatan tatap muka SMA–SMK dihentikan. ‘’Menunggu status Tuban zona oranye yang menuju zona kuning. Bukan zona oranye yang menuju zona merah,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (15/9).

Baca Juga :  Kampus Mulai Masuk Kuliah Tatap Muka Awal Januari

Berbeda dengan Bojonegoro, dikatakan Adi, sudah 70 persen sekolah melakukan tatap muka terbatas. Penularan di Kota Ledre tersebut lebih minim jika dibanding dengan Tuban. Maka dari itu, Adi meminta musyawarah kerja kepala sekolah (MK KS) SMAN rutin koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten untuk memastikan status terbaru.

‘’Laporan terakhir belum ada penurunan penularan yang signifikan di Tuban,’’ tuturnya. Mantan Kacabdin Nganjuk ini mengatakan jika kondisi Tuban belum membaik, pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan hingga waktu tak terbatas. Sekolah harus siap menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga akhir semester. Termasuk harus menyiapkan ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) yang dilakukan secara daring.

Baca Juga :  1.602 Kendaraan Pemudik Diputar Balik

‘’Kesehatan dan keselamatan siswa menjadi prioritas utama kita bersama,’’ tutur dia. Sebaliknya, jika sewaktu-waktu Tuban sudah menjadi zona kuning, sekolah tatap muka bisa dilakukan secara terbatas. Terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di kecamatan yang minim penularan.

Untuk saat ini, Kecamatan Tuban dan Kecamatan Palang menjadi dua wilayah yang menjadi atensi karena penularan masih sangat masif. ‘’Untuk kecamatan yang masih rawan, belajar daring bisa dilakukan lebih lama,’’ tutur mantan Kepala SMAN 3 Nganjuk ini.

Artikel Terkait

Most Read

Seni Menghias Mobil Mini

Tak Sepakat Bahas APBD di Luar Blora

Artikel Terbaru


/