alexametrics
33.5 C
Bojonegoro
Wednesday, September 28, 2022

Sekolah Menempati Gedung Berarsitektur Kolonial

Usai Merdeka, Bangunan Diambil Alih Tentara

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jejak kolonial masih ada di beberapa sudut perkotaan Bojonegoro. Salah satunya bangunan berarsitektur kolonial berdiri tegak dan masih kokoh di utara Masjid Darussalam. Bangunan berarsitektur Belanda itu digunakan Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika Bojonegoro.

 

Bangunan masih tampak utuh. Hanya, dicat warna-warni. Memasukinya tampak jelas arsitektur lama. Pintu dan jendela berukuran besar, terdapat ornamen besi.

 

Kepala TK Kartika Danes Resty Arie Sofyana mengatakan, bangunan digunakan TK sejak 1967 tepat kali pertama TK Kartika berdiri. Namun, bangunan sudah ada sebelum TK di Jalan KH. Hasyim Asyari berdiri.

- Advertisement -

 

Sebelum digunakan sebagai TK, bangunan terlebih dulu digunakan sebagai dinas kesehatan tentara (DKT). Namun, dipastikan bangunan sudah ada sejak zaman kolonial dan setelah Kemerdekaan diambil alih oleh tentara.

Baca Juga :  Gaya Pidato Mbak Puti Membuat Hati Kiai Sepuh Tersentuh

 

Menurut Danes, bangunan tidak pernah dibongkar, baik atap maupun dinding. Perubahan hanya dilakukan bagian depan, tepatnya teras. Juga perbaikan tembok dicat. Bangunan sempat akan direhab, namun diurungkan karena masih kokoh.

 

Arsitektur kolonial kental di bangunan TK Kartika. Pintu besar, tinggi, dan berdaun pintu dua. Juga jendela besar dengan teralis besi. Di atas pintu terdapat ventilasi berteralis. Plafon pun tinggi. Setiap ruangan ada dua jendela. “Total ada lima pintu dan tujuh jendela,” jelasnya.

PUNYA SEJARAH: Foto repro aktivitas sekolah menempati TK Kartika. Lokasinya di utara Masjid Darussalam. Bangunan berarsitek kolonial yang hingga kini masih utuh. (Repro/RDR.BJN)

Halaman belakang bangunan terdapat sumur masih berfungsi. Sebenarnya ada menara penampungan air dari beton di atas sumur. Namun dirobohkan akibat sudah tidak berfungsi, juga terlihat menyeramkan.

Baca Juga :  Rekonstruksi 214 Jembatan, Dari 4 Meter Menjadi 7 Meter

 

Danes menjelaskan, tidak ada petunjuk yang menuliskan tahun pembuatan bangunan. Pihaknya mengaku sertifikat hak milik Kodim Bojonegoro sudah diurus sejak 2017 dan turun 2020. Sebelumnya statusnya masih okupasi atau hasil rampasan dari penjajah.

 

Ketua Bojonegoro Tempo Dulu (BTD) Djony Susanto mengatakan, TK Kartika termasuk bangunan kolonial. Di sekitarnya banyak bangunan lama. Namun sebelumnya bukan sekolah. Merujuk peta Belanda 1946 ada tiga titik bangunan sekolah. Pertama di SMP 5 Bojonegoro dan belakang Pegadaian.

 

Kedua gedung DPRD. Terakhir di SMAK Jalan Untung Suropati, namun dulu tepatnya di timur SMAK sekarang menjadi salah satu resto. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jejak kolonial masih ada di beberapa sudut perkotaan Bojonegoro. Salah satunya bangunan berarsitektur kolonial berdiri tegak dan masih kokoh di utara Masjid Darussalam. Bangunan berarsitektur Belanda itu digunakan Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika Bojonegoro.

 

Bangunan masih tampak utuh. Hanya, dicat warna-warni. Memasukinya tampak jelas arsitektur lama. Pintu dan jendela berukuran besar, terdapat ornamen besi.

 

Kepala TK Kartika Danes Resty Arie Sofyana mengatakan, bangunan digunakan TK sejak 1967 tepat kali pertama TK Kartika berdiri. Namun, bangunan sudah ada sebelum TK di Jalan KH. Hasyim Asyari berdiri.

- Advertisement -

 

Sebelum digunakan sebagai TK, bangunan terlebih dulu digunakan sebagai dinas kesehatan tentara (DKT). Namun, dipastikan bangunan sudah ada sejak zaman kolonial dan setelah Kemerdekaan diambil alih oleh tentara.

Baca Juga :  Mokh Subekhi, Koleksi Limousine era Soekarno hingga Onthel 1900  

 

Menurut Danes, bangunan tidak pernah dibongkar, baik atap maupun dinding. Perubahan hanya dilakukan bagian depan, tepatnya teras. Juga perbaikan tembok dicat. Bangunan sempat akan direhab, namun diurungkan karena masih kokoh.

 

Arsitektur kolonial kental di bangunan TK Kartika. Pintu besar, tinggi, dan berdaun pintu dua. Juga jendela besar dengan teralis besi. Di atas pintu terdapat ventilasi berteralis. Plafon pun tinggi. Setiap ruangan ada dua jendela. “Total ada lima pintu dan tujuh jendela,” jelasnya.

PUNYA SEJARAH: Foto repro aktivitas sekolah menempati TK Kartika. Lokasinya di utara Masjid Darussalam. Bangunan berarsitek kolonial yang hingga kini masih utuh. (Repro/RDR.BJN)

Halaman belakang bangunan terdapat sumur masih berfungsi. Sebenarnya ada menara penampungan air dari beton di atas sumur. Namun dirobohkan akibat sudah tidak berfungsi, juga terlihat menyeramkan.

Baca Juga :  Atlet Sambo Tuban Moncer di Kejurprov

 

Danes menjelaskan, tidak ada petunjuk yang menuliskan tahun pembuatan bangunan. Pihaknya mengaku sertifikat hak milik Kodim Bojonegoro sudah diurus sejak 2017 dan turun 2020. Sebelumnya statusnya masih okupasi atau hasil rampasan dari penjajah.

 

Ketua Bojonegoro Tempo Dulu (BTD) Djony Susanto mengatakan, TK Kartika termasuk bangunan kolonial. Di sekitarnya banyak bangunan lama. Namun sebelumnya bukan sekolah. Merujuk peta Belanda 1946 ada tiga titik bangunan sekolah. Pertama di SMP 5 Bojonegoro dan belakang Pegadaian.

 

Kedua gedung DPRD. Terakhir di SMAK Jalan Untung Suropati, namun dulu tepatnya di timur SMAK sekarang menjadi salah satu resto. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Naik Bus AC, Sempat Kurang Enak Badan

Kadang Dibantu Bunda

Eks Kades Pukul Kades

Korsleting, Rumah Ludes Terbakar


/